Lionel Scaloni: Swiss Tampil Tangguh di Perempat Final

BUENOS AIRES — Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan kekaguman atas perlawanan sengit Timnas Swiss yang nyaris menggagalkan langkah La Albiceleste dalam pertandingan perempat fi...

Jul 12, 2026 - 18:34
0 0
Lionel Scaloni: Swiss Tampil Tangguh di Perempat Final

BUENOS AIRES — Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan kekaguman atas perlawanan sengit Timnas Swiss yang nyaris menggagalkan langkah La Albiceleste dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (12/7) dini hari WIB. Argentina lolos dengan susah payah lewat kemenangan tipis 1-0, namun Scaloni menegaskan bahwa penampilan Swiss malam itu jauh di atas ekspektasi banyak pihak.

"Kami tahu Swiss adalah tim yang terorganisasi dengan baik, tetapi apa yang mereka tunjukkan di lapangan benar-benar membuat kami kesulitan. Mereka memaksa kami bermain di luar zona nyaman," ujar Scaloni dalam konferensi pers seusai pertandingan. Pelatih berusia 47 tahun itu menambahkan, rapatnya pertahanan Swiss dan disiplin taktik yang mereka terapkan membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya frustrasi sepanjang 90 menit.

Pertahanan Swiss Bungkam Messi

Sepanjang babak pertama, dominasi penguasaan bola Argentina yang mencapai 63 persen tak mampu diterjemahkan menjadi peluang bersih. Gelandang Swiss, Denis Zakaria dan Remo Freuler, tampil disiplin menjaga ruang di depan kotak penalti, sementara kapten Manuel Akanji menjadi tembok yang tak tertembus di jantung pertahanan. Statistik mencatat Argentina hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari sembilan percobaan di separuh awal laga.

"Mereka menutup semua jalur umpan ke Leo. Kami harus menariknya lebih ke bawah untuk mencari bola, dan itu mengurangi ketajaman kami di sepertiga akhir," analisis Scaloni. Situasi ini memaksa dirinya melakukan penyesuaian krusial di babak kedua dengan memasukkan Angel Di Maria untuk memberikan lebar serangan.

Gol Telat Penentu Kemenangan

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-78 melalui skema serangan balik cepat yang diakhiri sontekan Lautaro Martinez. Umpan terobosan Enzo Fernandez diterima di sisi kiri kotak penalti, lalu penyerang Inter Milan itu melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper Yann Sommer. Gol tersebut menjadi satu-satunya keberhasilan Argentina dari total 14 percobaan sepanjang laga.

Scaloni mengaku gol itu lahir dari momentum sesaat. "Itu adalah satu dari sedikit momen di mana pertahanan mereka lengah. Jika Lautaro tidak mencetak gol itu, saya benar-benar khawatir pertandingan akan berlanjut ke perpanjangan waktu dan mungkin adu penalti," katanya. Kekhawatiran itu beralasan karena dalam sisa waktu, Swiss nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Breel Embolo yang membentur mistar gawang Emiliano Martinez pada menit ke-84.

Pujian untuk Taktik Yakin

Pelatih Argentina tak segan melayangkan pujian setinggi langit kepada arsitek Swiss, Murat Yakin. "Yakin merancang rencana permainan yang sempurna untuk meredam kami. Mereka bermain dengan formasi 5-4-1 yang sangat rapat, dan transisi bertahan ke menyerang mereka luar biasa cepat. Saya pikir banyak tim favorit yang akan kesulitan menghadapi mereka di turnamen ini," tegas Scaloni.

Sementara itu, ratusan jurnalis yang memadati ruang konferensi pers tampak terkesima dengan pengakuan jujur Scaloni. Pengamat sepak bola asal Italia, Fabrizio Romano, menyebut laga ini sebagai "tampilan pertahanan terbaik yang pernah dilihatnya dari tim non-unggulan sepanjang Piala Dunia 2026".

Jalan Panjang Menuju Semifinal

Dengan hasil ini, Argentina dipastikan melaju ke semifinal untuk menantang pemenang laga Brasil versus Jerman. Namun, Scaloni menolak anggapan bahwa kemenangan sempit ini adalah pertanda menurunnya kekuatan Argentina. "Justru sebaliknya. Saya sangat bangga dengan respons mental pemain saya. Memenangi pertandingan sulit seperti ini adalah karakter yang diperlukan untuk menjadi juara," ujarnya.

Lionel Messi, yang tampil di bawah performa terbaiknya, menyampaikan pesan serupa melalui akun Instagram resmi Timnas Argentina. "Malam yang sulit. Swiss pantas mendapatkan rasa hormat tertinggi. Tapi kami terus melangkah. Terima kasih kepada semua pendukung yang tidak berhenti menyanyi," tulis sang kapten.

Pertandingan ini sekaligus menjadi rekor baru bagi kiper Emiliano Martinez yang mencatatkan tujuh penyelamatan krusial, jumlah tertinggi dalam satu laga di Piala Dunia 2026. Ketangguhannya menjadi fondasi kokoh yang memungkinkan Argentina terus menjaga asa mempertahankan gelar juara.

Pemerintah Argentina melalui Menteri Olahraga, Matías Lammens, turut menyampaikan apresiasi. "Kemenangan ini membuktikan bahwa Argentina memiliki mental juara yang tak hanya mengandalkan bintang, tetapi juga kerja keras kolektif," tulisnya di akun Twitter resmi kementerian. Sementara itu, dari kubu Swiss, pelatih Yakin menyatakan kebanggaannya. "Kami hampir menciptakan keajaiban. Para pemain meninggalkan turnamen dengan kepala tegak," katanya.

Pertemuan Argentina versus Swiss di perempat final ini akan tercatat sebagai salah satu laga paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia, mengingat performa heroik anak asuh Murat Yakin yang meruntuhkan narasi bahwa laga melawan juara bertahan hanya akan menjadi formalitas.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User