Dua Gempa Dahsyat Venezuela: 4.333 Meninggal, Ribuan Terluka

Caracas, APABERITA – Bencana ganda yang meluluhlantakkan kawasan pesisir Venezuela mencatat rekor kelam. Hingga Senin (30/6), data resmi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) menetapkan 4.333...

Jul 12, 2026 - 18:35
0 0
Dua Gempa Dahsyat Venezuela: 4.333 Meninggal, Ribuan Terluka

Caracas, APABERITA – Bencana ganda yang meluluhlantakkan kawasan pesisir Venezuela mencatat rekor kelam. Hingga Senin (30/6), data resmi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) menetapkan 4.333 orang tewas, 12.047 orang luka-luka, dan 3.512 jiwa masih dalam pencarian. Dua gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 yang terjadi pada 24 Juni 2026 pukul 14.51 dan 15.17 waktu setempat meruntuhkan ribuan bangunan di Negara Bagian Anzoátegui, Sucre, dan Monagas.

Guncangan pertama berpusat di darat, 18 kilometer barat daya Barcelona dengan kedalaman 10 kilometer, disusul gempa kedua yang berpusat di lepas pantai Carúpano pada kedalaman 8 kilometer. Skala kerusakan digambarkan oleh Kepala BPBN Letnan Jenderal Antonio Hernández sebagai “bencana kemanusiaan terparah dalam tiga dekade terakhir.” Ia menegaskan bahwa tim evakuasi masih menemukan jasad korban di bawah puing-puing permukiman padat.

Rangkaian Gempa dan Dampak Awal

Menurut laporan Pusat Seismologi Nasional Venezuela (FUNVISIS), gempa pertama terdeteksi berkekuatan M 7,5 dan memicu tanah longsor di lereng pegunungan di sekitar Barcelona. Dalam waktu 26 menit, gempa susulan berkekuatan M 7,2 mengguncang kawasan Teluk Cariaco dan merobohkan rumah sakit umum di Carúpano, memutus akses jalan provinsi, serta mengakibatkan kerusakan parah di Pelabuhan Guanta. Gelombang tsunami minor setinggi 55 sentimeter tercatat di stasiun pengamatan Punta de Piedra, meskipun tidak menambah jumlah korban signifikan.

BPBN mengidentifikasi tiga kelurahan di Puerto La Cruz dan Lechería yang rata dengan tanah karena bangunan tidak tahan gempa. Direktur Kedaruratan Kementerian Kesehatan dr. Luisa Figueroa mengatakan tujuh rumah sakit rujukan lumpuh total, sementara 14 puskesmas tidak bisa beroperasi karena rusak berat. ”Kapasitas layanan medis turun drastis. Kami membutuhkan tenda operasi lapangan, obat-obatan trauma, dan generator listrik,” ungkapnya dalam konferensi pers via sambungan radio.

Operasi Pencarian dan Penyelamatan

Panglima Komando Strategis Bencana Mayor Jenderal Rafael Urdaneta memaparkan lebih dari 11.000 personel gabungan—meliputi militer, pemadam kebakaran, dan relawan—dikerahkan dalam operasi “Operación Rescate Solidario”. Mereka bekerja di bawah ancaman gempa susulan dan cuaca ekstrem. Hingga kemarin, tim berhasil mengevakuasi 2.100 korban selamat dari reruntuhan, namun jumlah yang belum ditemukan masih tinggi.

Mobilisasi alat berat terkendala banyaknya jembatan yang ambruk di jalan nasional Troncal 9 dan Troncal 10. Badan SAR Nasional harus mengandalkan jalur helikopter Bolivarian National Armed Forces (FANB) untuk mengirimkan logistik ke kantong-kantong pengungsian terpencil. Seorang petugas SAR, Sersan Mayor José Rivas, mengatakan pihaknya masih mendengar ketukan dari dalam gedung sekolah di Cumaná yang runtuh, namun proses penggalian manual sangat lambat. Pemerintah telah menetapkan zona tanggap darurat 30 kilometer di sepanjang pesisir dan melarang warga mendekat demi keselamatan.

Respons Pemerintah dan Bantuan Internasional

Presiden Venezuelan dalam pidato kenegaraan darurat menyatakan tiga hari berkabung nasional dan membentuk Gugus Tugas Rekonstruksi Segera. ”Mitigasi dan pemulihan adalah prioritas absolut. Kami menerima dukungan tanpa syarat dari negara sahabat,” ujarnya. Kongres mengesahkan anggaran darurat sebesar 4,7 miliar bolívar digital untuk penanganan korban dan perbaikan infrastruktur kritis.

Koordinasi Bantuan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-OCHA) telah mengirimkan personel penilaian cepat beserta logistik darurat. Brasil, Kolombia, dan Kuba mengirimkan tim medis dan anjing pelacak, sementara Palang Merah Internasional mendirikan posko pengungsian di Stadion José Antonio Anzoátegui. Bantuan dari Meksiko, Peru, dan Chili berupa tenda, selimut, dan unit pemurni air dijadwalkan tiba dalam 48 jam. Menteri Perencanaan Nasional Ricardo Menéndez menyatakan prioritas utama adalah menghindari wabah penyakit di pengungsian.

Ancaman Gempa Susulan dan Langkah Antisipasi

Data FUNVISIS menunjukkan lebih dari 400 gempa susulan dengan magnitudo di atas 4,0 telah terjadi, memperparah kerusakan dan menghambat pencarian. Kepala FUNVISIS Dr. Roberto Betancourt memperingatkan potensi deformasi kerak yang masih aktif di sepanjang Sesar El Pilar, jalur gempa yang membelah Venezuela timur. ”Kami belum bisa memastikan kapan aktivitas seismik akan melandai. Masyarakat harus tetap berada di titik kumpul aman,” tegasnya.

Pemerintah mendirikan 187 titik pengungsian sementara yang menampung 220.000 pengungsi. Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat audit struktur dan mengevaluasi pembongkaran gedung berbahaya. Di ibu kota Caracas yang tidak terdampak langsung, warga menggelar doa bersama dan aksi solidaritas penggalangan dana. DPR Venezuela berencana menggelar rapat pleno darurat pekan depan untuk mengesahkan undang-undang pencegahan konstruksi di zona rawan gempa. Sementara tim gabungan terus menyisir reruntuhan, asa menemukan korban selamat terus dijaga meski hari kelima pascabencana memberikan jendela waktu yang semakin sempit.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User