BANDUNG — Letjen TNI Iwan Setiawan memberikan pembekalan kepada 202 siswa Program Pendidikan Kecabangan Perwira Pertama Infanteri (Dikcabpaif) PAMA ABIT Akademi Militer (Akmil) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung saat Iwan Setiawan masih menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI Angkatan Darat, sebelum ia menempati jabatan strategis berikutnya di lingkungan matra darat.
Pembekalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendidikan pembentukan perwira yang diselenggarakan secara terstruktur oleh lembaga pendidikan TNI AD. Dalam forum itu, Iwan Setiawan menegaskan pentingnya pembinaan karakter, disiplin, dan penguasaan taktik pertempuran bagi para perwira pertama yang akan menempati satuan jajaran Infanteri.
“Perwira Infanteri harus memiliki kesiapan fisik, mental, dan intelektual yang mumpuni agar mampu memimpin prajurit di medan tugas,” tegas Iwan Setiawan di hadapan peserta didik, sebagaimana dikutip dari kanal penerangan Pussenif.
Pendidikan Kecabangan sebagai Fondasi Profesionalisme
Dikcabpaif PAMA ABIT Akmil 2025 diikuti 202 siswa yang berasal dari berbagai kesatuan dan sumber pengadaan perwira. Program ini dirancang untuk membekali para Perwira Pertama dengan kompetensi dasar kecabangan Infanteri, meliputi pengetahuan senjata, taktik satuan kecil, hingga prosedur operasi militer.
Dalam kerangka pendidikan TNI AD, kecabangan menjadi penentu arah karier dan penugasan seorang perwira. Berdasarkan ketentuan yang berlaku di lingkungan Akmil, setiap perwira pertama wajib menempuh pendidikan kecabangan sebelum ditugaskan ke satuan operasional.
Iwan Setiawan menekankan bahwa penguasaan materi kecabangan tidak cukup hanya pada aspek teoretis. Ia mendorong para siswa agar memanfaatkan setiap tahapan pendidikan sebagai ruang latihan penerapan ilmu di lapangan, termasuk dalam latihan taktik dan menembak.
“Jadikan setiap jam pelajaran sebagai kesempatan mengasah kemampuan. Kemampuan itu akan menjadi bekal saat kalian berdiri di depan prajurit,” ujar Iwan Setiawan.
Penekanan pada Disiplin dan Loyalitas
Mantan Danpussenif itu juga menyoroti aspek disiplin sebagai indikator utama kualitas perwira. Menurutnya, loyalitas terhadap komando, bangsa, dan negara harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya dalam upacara atau kegiatan seremonial.
Ia mengingatkan bahwa prajurit Infanteri berada di garis terdepan dalam setiap operasi, baik operasi militer perang maupun operasi militer selain perang. Karena itu, kata dia, kesiapan satuan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan di tingkat paling bawah.
Dalam kegiatan tersebut, Iwan Setiawan turut menyampaikan arahan terkait perkembangan organisasi Pussenif dan penyesuaian doktrin Infanteri menghadapi dinamika ancaman kontemporer. Pussenif sebagai badan pelaksana pusat TNI AD memiliki tugas membina kecabangan Infanteri, termasuk menyusun kurikulum dan standar kompetensi prajurit.
Pembekalan berlangsung dengan penerapan protokol yang berlaku di lingkungan lembaga pendidikan militer. Sejumlah personel Pussenif mendampingi kegiatan tersebut untuk memberikan gambaran teknis mengenai materi kecabangan yang akan dihadapi para siswa selama pendidikan.
Rangkaian Pendidikan Menuju Penugasan Satuan
Setelah menyelesaikan Dikcabpaif, para siswa akan mengikuti tahapan penugasan sesuai kebutuhan organisasi. Pola pembinaan karier perwira di lingkungan TNI AD ditempuh secara berjenjang, mulai dari pendidikan pembentukan, pendidikan kecabangan, hingga pendidikan pengembangan umum dan staf.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah 202 siswa menunjukkan besaran kebutuhan pengisian formasi perwira pertama Infanteri pada satuan-satuan jajaran TNI AD. Angka tersebut sekaligus menggambarkan kapasitas Akmil dan Pussenif dalam menyelenggarakan pendidikan kecabangan secara serentak.
Iwan Setiawan berpesan agar para siswa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejuangan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur semata dari nilai akhir, melainkan dari kesiapan mengemban tugas di satuan masing-masing.
“Perwira yang baik adalah perwira yang terus belajar, taat pada hukum, dan mengutamakan kepentingan prajurit serta rakyat,” tandasnya.
Kegiatan pembekalan itu menjadi bagian dari komitmen Pussenif dalam menyiapkan sumber daya manusia pertahanan yang profesional, modern, dan responsif terhadap tuntutan tugas. Dokumentasi kegiatan tersebut dipublikasikan melalui kanal resmi penerangan Pussenif sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pendidikan di lingkungan TNI AD.
Comments (0)