Oct 08, 2026
Politik

Ekspor Dominasi Kinerja Industri Sepeda Motor Nasional

Jakarta — Kinerja ekspor industri sepeda motor nasional tercatat masih lebih dominan secara volume dibandingkan penyerapan di pasar domestik. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegask...

Ekspor Dominasi Kinerja Industri Sepeda Motor Nasional

Jakarta — Kinerja ekspor industri sepeda motor nasional tercatat masih lebih dominan secara volume dibandingkan penyerapan di pasar domestik. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menegaskan bahwa rata-rata capaian pengiriman ke luar negeri anggota asosiasi konsisten melampaui angka penjualan dalam negeri dengan selisih mencapai puluhan persen.

Ketua Bidang AISI, Yosef Suparman, menyatakan bahwa selisih tersebut sebagian besar berasal dari pengiriman dalam bentuk unit utuh atau Completely Built Up (CBU). "Ekspor kita kan mostly 10 persen dari angka domestik, kalau tidak salah, ya. Kira-kira plus minus itu 10 persen untuk yang CBU atau ekspor utuh," kata Yosef saat dihubungi, Selasa (6/10).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pasar luar negeri telah menjadi penopang utama bagi keberlanjutan produksi pabrik-pabrik sepeda motor di dalam negeri, di samping tetap terjaganya permintaan konsumen domestik.

Tiga Skema Pengiriman Ekspor

Berdasarkan mekanisme pengirimannya, Indonesia membagi aktivitas ekspor sepeda motor ke dalam tiga kategori. Pertama, ekspor CBU, yakni pengiriman unit secara utuh ke negara tujuan. Kedua, ekspor Completely Knocked Down (CKD) atau pengiriman unit dalam bentuk terurai. Ketiga, ekspor komponen atau suku cadang yang dikirim secara part by part.

Data terakhir AISI menunjukkan capaian ekspor gabungan pada Agustus mengalami penurunan sebesar 11,9 persen dibandingkan Juli. Selama bulan kedelapan tersebut, ekspor CBU tercatat sebanyak 50.254 unit, ekspor CKD mencapai 687.125 unit, dan komponen sebanyak 14.955.490 buah.

Meskipun terjadi koreksi bulanan, struktur ekspor yang terbagi dalam tiga skema tersebut dinilai memberikan fleksibilitas bagi pelaku industri dalam menjaga kinerja pengiriman ke berbagai negara tujuan.

Honda Catat 2,2 Juta Unit dalam Satu Dekade

Salah satu anggota AISI, PT Astra Honda Motor (AHM), mencatatkan capaian signifikan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Perusahaan tersebut telah mengapalkan lebih dari 2,2 juta unit sepeda motor ke pasar internasional.

Kemampuan menembus pasar luar negeri tersebut ditopang oleh rantai industri yang berada di belakang proses produksi. Sejumlah model yang diproduksi AHM menjadi bagian dari ekspor selama periode itu, mulai dari Honda BeAT, Sonic, CB150 Streetfire, hingga CBR150. Terdapat pula model Click, yang di negara lain dikenal sebagai Vario, varian 150 dan 160, yang turut dipasarkan di luar negeri.

Keberagaman model yang diekspor menunjukkan bahwa industri sepeda motor nasional tidak hanya mengandalkan satu segmen produk, melainkan mencakup kendaraan bebek, sport, hingga skuter matik sesuai permintaan pasar global.

Ekosistem Industri yang Tumbuh

Yosef menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi sepeda motor terbesar di dunia. Kondisi tersebut membuat ekosistem industri turut tumbuh dan berkembang, mulai dari produsen komponen, perakitan, hingga jaringan distribusi.

Skala pasar domestik yang besar dinilai menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas produksi yang kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan ekspor. Dengan demikian, industri sepeda motor nasional memiliki basis produksi yang kuat untuk bersaing di pasar internasional.

AISI menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggotanya untuk menjaga kinerja ekspor di tengah dinamika permintaan global. Langkah tersebut dinilai penting agar industri sepeda motor nasional tetap memberikan kontribusi terhadap penerimaan devisa negara.

Selain itu, keberlanjutan ekspor diyakini turut menopang penyerapan tenaga kerja di sepanjang rantai pasok, mulai dari pabrik perakitan hingga industri komponen yang tersebar di berbagai daerah.

Penjualan Domestik Tetap Terjaga

Di sisi lain, penyerapan sepeda motor di pasar domestik terlihat tetap terjaga dengan baik. Meski demikian, kinerja ekspor roda dua masih lebih dominan secara volume dibandingkan penjualan di dalam negeri.

Kondisi ini menempatkan ekspor sebagai salah satu pilar utama bagi industri sepeda motor nasional. Ke depan, AISI menilai penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas iklim usaha, termasuk kepastian regulasi dan daya saing produk di pasar global.

Dengan struktur ekspor yang mencakup CBU, CKD, dan komponen, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok sepeda motor dunia. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa industri sepeda motor nasional tidak hanya melayani kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perdagangan internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User