Ledakan di Toko Material Purwakarta Tewaskan Satu Orang
PURWAKARTA – Sebuah ledakan yang belum diketahui penyebabnya terjadi di sebuah toko material yang berlokasi di Jalan Raya Wanayasa, Desa Wanasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (12/7/...
PURWAKARTA – Sebuah ledakan yang belum diketahui penyebabnya terjadi di sebuah toko material yang berlokasi di Jalan Raya Wanayasa, Desa Wanasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (12/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta langsung mengerahkan personel ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga. Kapolres Purwakarta, AKBP Rizky Firmansyah, S.I.K., dalam keterangan resminya menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab ledakan dan belum dapat memastikan apakah insiden tersebut berkaitan dengan bahan kimia, material mudah meledak, atau faktor lain. "Kami sudah mengamankan area dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis. Dugaan sementara bukan berasal dari bom atau aksi teror, tetapi kami tidak akan berspekulasi sebelum uji laboratorium selesai," ujar AKBP Rizky.
Korban Ditemukan di Antara Puing Bangunan
Korban yang meninggal dunia diketahui berjenis kelamin laki-laki dan diduga merupakan pekerja di toko material tersebut. Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, korban berinisial S (45), warga Kecamatan Wanayasa. Jenazah korban ditemukan oleh petugas di bagian belakang toko dalam kondisi luka bakar yang cukup parah. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena sebagian struktur bangunan mengalami kerusakan dan dikhawatirkan ambruk.
Korban langsung dilarikan ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan visum et repertum. "Kami masih menunggu hasil identifikasi resmi dari pihak rumah sakit. Keluarga korban sudah kami hubungi dan akan kami dampingi selama proses ini," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Dedi Kurniawan, yang turut berada di lokasi.
Kronologi Versi Saksi Mata
Beberapa saksi mata yang berada tidak jauh dari toko material itu memberikan keterangan yang relatif seragam. Menurut Rudi (50), pedagang warung kelontong yang jaraknya hanya sekitar 30 meter dari TKP, ledakan terdengar sangat keras dan mengejutkan warga sekitar. "Saya kira itu suara petir atau tabung gas besar meledak. Ternyata asap hitam langsung membubung dari toko material itu. Saya dan beberapa warga langsung mendekat, tapi takut ada ledakan susulan," ujarnya.
Saksi lain, Aminah (38), mengaku melihat kepulan asap tebal disertai bau menyengat sesaat setelah bunyi ledakan. Ia mengatakan toko tersebut biasanya ramai oleh pekerja dan pembeli pada jam kerja, tetapi saat kejadian hanya tampak satu orang di dalam. "Saya sering beli cat di sini. Toko ini juga menyimpan berbagai bahan bangunan, termasuk tiner, dempul, dan material lain yang mungkin mudah menyala," katanya. Polisi telah meminta keterangan dari lima orang saksi yang dianggap paling mengetahui aktivitas di toko tersebut sebelum ledakan terjadi.
Penyelidikan Polisi dan Tim Gegana
Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat diterjunkan untuk memastikan tidak ada potensi ledakan lanjutan dan menyingkirkan material mencurigakan. Sejumlah peralatan deteksi dan robot penjinak bom dikerahkan, namun hingga penyisiran selesai tidak ditemukan bukti yang mengarah pada unsur bahan peledak pabrikan. "Kami melakukan penyisiran menyeluruh. Tidak ada temuan material bom. Fokus kami sekarang pada kemungkinan terjadinya reaksi kimia dari bahan-bahan yang disimpan di dalam toko," jelas Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Dedy Kusuma Bakti.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kaleng bekas cat, drum kecil berisi cairan kimia, peralatan las, dan potongan material bangunan yang berserakan di TKP. Laboratorium Forensik Mabes Polri akan menganalisis sampel itu. Kapolres Rizky menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat karena dari hasil penyelidikan sementara ditemukan indikasi bahwa ledakan dipicu oleh penguapan bahan kimia yang mudah terbakar dalam ruangan tertutup, kemudian tersulut oleh percikan api dari aktivitas pengelasan.
Hingga berita ini diturunkan, area TKP masih dipasangi garis polisi dan aktivitas di sekitar Jalan Raya Wanayasa sempat dialihkan untuk memudahkan proses penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. "Kami akan sampaikan perkembangan hasil penyelidikan secara terbuka begitu semua data terkumpul. Untuk sementara, kami masih mendalami motif dan penyebab pastinya," tutup AKBP Rizky.
Baca juga:
Comments (0)