Sep 02, 2026
Politik

Lapas Bogor Ubah Lahan Idle Jadi Lahan Tani Guna Berikan Keterampilan Bagi Napi

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor secara resmi memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak produktif menjadi area pertanian terpadu. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan kerja b...

Lapas Bogor Ubah Lahan Idle Jadi Lahan Tani Guna Berikan Keterampilan Bagi Napi

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor secara resmi memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak produktif menjadi area pertanian terpadu. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan kerja bagi narapidana sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah.

Program Pertanian di Lahan Idle

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak Lapas Kelas IIA Bogor telah mengidentifikasi beberapa petak lahan idle di dalam kompleks pemasyarakatan yang sebelumnya tidak memiliki fungsi produktif. Lahan-lahan tersebut kini telah ditanami berbagai jenis tanaman pangan yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan kesuburan tanah di wilayah Bogor.

Kepala Lapas Kelas IIA Bogor dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya reintegrasi sosial bagi narapidana. Dengan demikian, para warga binaannya tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan yang dapat digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Program pertanian ini dirancang secara terstruktur dengan memperhatikan aspek keamanan dan pengawasan. Setiap kegiatan bercocok tanam dilakukan di bawah koordinasi langsung oleh petugas Lapas yang kompeten di bidangnya.

Keterampilan dan Manfaat bagi Narapidana

Para narapidana yang terlibat dalam program ini mendapatkan pelatihan secara langsung mengenai teknik budidaya tanaman, pengelolaan tanah, hingga proses pasca panen. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal dasar bagi mereka untuk kelak membuka usaha di bidang pertanian或者是 bekerja di sektor agribisnis setelah menyelesaikan masa pidana.

Selain aspek keterampilan, program ini juga memberikan dampak positif terhadap mental dan disiplin narapidana. Aktivitas bertani secara rutin mengajarkan tanggung jawab, kesabaran, serta kerja sama tim yang merupakan nilai-nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Selama ini, Lapas Kelas IIA Bogor dikenal memiliki keterbatasan ruang gerak bagi narapidana untuk mengikuti program pelatihan kerja. Dengan adanya program pertanian ini, setidaknya ratusan narapidana kini memiliki akses untuk mengikuti pelatihan keterampilan yang terstruktur dan terukur.

Dukungan terhadap Ketahanan Pangan

Program yang digagas oleh Lapas Kelas IIA Bogor ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui optimalisasi lahan tidur, pihak Lapas turut berkontribusi dalam produksi bahan pangan yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaannya.

Hasil panen dari lahan pertanian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi internal, tetapi juga berpotensi untuk dipasarkan secara terbatas. Hal ini menjadi bagian dari proses pembelajaran ekonomi bagi narapidana agar mereka memahami rantai pasok dan nilai ekonomi dari hasil pertanian.

Ke depan, pihak Lapas Kelas IIA Bogor menyatakan akan terus mengembangkan program ini dengan menambah jenis tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Mereka juga membuka kemungkinan kerja sama dengan dinas pertanian setempat untuk mendapatkan pendampingan teknis yang lebih intensif.

Program serupa sebenarnya telah diterapkan di beberapa Lapas lainnya di Indonesia, namun demikian, implementasi di Lapas Kelas IIA Bogor ini memiliki keunikan tersendiri dalam hal pendekatan dan jenis tanaman yang dikembangkan. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi di lembaga pemasyarakatan lainnya di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User