Lahan Tidur di Bogor Disulap Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

Transformasi Lahan yang Terbengkalai Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi mengubah lahan tidur seluas 5 hektare di Jalan Raya Bojonggede-Kemang menjadi kawasan pertanian terpadu. Lahan yang sebe

Jul 08, 2026 - 08:11
0 0
Lahan Tidur di Bogor Disulap Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

Transformasi Lahan yang Terbengkalai

Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi mengubah lahan tidur seluas 5 hektare di Jalan Raya Bojonggede-Kemang menjadi kawasan pertanian terpadu. Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama lebih dari satu dekade itu kini disulap menjadi area produktif yang ditanami aneka sayuran, buah-buahan, serta dilengkapi kolam perikanan air tawar. Program ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Model Pertanian Modern dan Berkelanjutan

Kawasan tersebut tidak hanya mengandalkan metode konvensional. Di dalamnya dibangun rumah kaca untuk budi daya hidroponik, area pembibitan tanaman hortikultura, dan peternakan terpadu yang memanfaatkan limbah organik sebagai pupuk. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bogor menyebut bahwa konsep ini mengintegrasikan teknologi pertanian modern dengan kearifan lokal sehingga hasil panen lebih stabil dan ramah lingkungan.

“Kami optimistis kawasan pertanian terpadu ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Selain memenuhi kebutuhan pangan lokal, proyek ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan petani sekitar,” ujar Bupati Bogor saat meninjau lokasi.

Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Puluhan warga dari tiga desa sekitar dilibatkan langsung dalam pengelolaan lahan. Mereka mendapat pelatihan budi daya tanaman, teknik irigasi tetes, serta manajemen hasil panen. Sebagian hasil produksi dipasarkan melalui koperasi desa dan sebagian lagi diserap oleh pasar modern di wilayah Jabodetabek. Dengan demikian, keuntungan tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, melainkan tersebar merata di masyarakat.

Selain menjadi lumbung pangan, kawasan ini juga dibuka sebagai lokasi edukasi dan agrowisata. Rencananya, akan dibangun pusat pelatihan bagi generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka urbanisasi sekaligus menumbuhkan wirausahawan muda di bidang agribisnis.

Pemkab Bogor menargetkan dalam kurun tiga tahun ke depan kawasan ini bisa memproduksi rata-rata 12 ton sayuran dan 5 ton ikan per bulan. Angka tersebut dihitung cukup untuk memenuhi separuh kebutuhan pasar lokal sekaligus menjadi penyangga pasokan ketika terjadi gejolak harga. Masyarakat pun antusias menyambut perubahan ini, terbukti dari tingginya partisipasi mereka dalam setiap tahap pengembangan.

Informasi ini dihimpun oleh tim Apaberita.com yang terus memantau perkembangan sektor pertanian dan ekonomi di wilayah Jawa Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User