Kunjungan Raja Yordania, Momen Bersejarah Hubungan Prabowo-Abdullah II
Jakarta – Raja Yordania Yang Mulia Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat (14/5/2024). Kunjungan ini tidak hanya menjadi tonggak diplomatik ked...
Jakarta – Raja Yordania Yang Mulia Abdullah II bin Al-Hussein dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Jumat (14/5/2024). Kunjungan ini tidak hanya menjadi tonggak diplomatik kedua negara, tetapi juga menghidupkan kembali kilas balik hubungan bersejarah antara pemimpin monarki tersebut dengan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.
Berdasarkan siaran resmi Kementerian Luar Negeri, Raja Abdullah II akan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka untuk serangkaian pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman di bidang pertahanan, perdagangan, dan penanganan pengungsi. Namun, sorotan khusus tertuju pada kehadiran Menhan Prabowo yang tercatat telah menjalin komunikasi erat dengan Raja Yordania sejak lebih dari satu dekade lalu.
Jejak Hubungan Historis
Hubungan antara Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II mulai terjalin secara substantif pada tahun 2012, ketika Prabowo sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menerima undangan khusus ke Amman. Dalam pertemuan tertutup di Istana Al-Maqar, keduanya membahas potensi kerja sama pangan dan alih teknologi pertanian di lahan kering. Pertemuan itu menjadi fondasi komunikasi reguler yang berlanjut hingga kini.
Pada 2017, saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Raja Abdullah II kembali mengundangnya untuk working visit yang difokuskan pada penanganan krisis kemanusiaan Suriah. Dalam pertemuan tersebut, data dari Kementerian Pertahanan mencatat komitmen awal rencana bantuan kemanusiaan senilai USD 3,1 juta yang disalurkan melalui jalur koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kedutaan Besar Yordania di Jakarta.
Kedekatan personal juga tercermin dalam apresiasi Raja Abdullah II terhadap kontribusi Prabowo dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah. Sejumlah sumber diplomatik menyebutkan bahwa Raja Yordania secara khusus mengakui pendekatan quiet diplomacy yang dijalankan Prabowo.
Agenda Kunjungan dan Isu Strategis
Dalam kunjungan kali ini, Raja Abdullah II akan didampingi Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Internasional serta pimpinan komite penanganan pengungsi Suriah. Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Kantor Staf Presiden pada Senin (12/5) menetapkan tiga prioritas utama: peningkatan kerja sama kontraterorisme, pendalaman hubungan perdagangan yang saat ini surplus bagi Indonesia sebesar USD 113,7 juta (data BPS 2023), dan rencana penempatan pekerja migran Indonesia di sektor kesehatan Yordania.
Menhan Prabowo diagendakan melakukan pertemuan khusus dengan Raja Abdullah II di sela-sela jamuan kenegaraan. Berdasarkan keterangan Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, pertemuan tersebut akan menindaklanjuti komitmen yang telah disepakati dalam lawatan Prabowo ke Amman pada Maret 2023 lalu. “Kita akan melanjutkan pembahasan penguatan kapasitas kontingen TNI dalam misi perdamaian PBB, serta penjajakan sistem radar pengawasan perbatasan,” ujarnya kepada Apaberita, Selasa (13/5).
Respons dan Harapan Para Pihak
Duta Besar Yordania untuk Indonesia, H.E. Abdullah Sulaiman Al-Naimi, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan puncak dari momentum hubungan bilateral yang terus membaik. “Indonesia, di bawah kepemimpinan Pak Prabowo di Kementerian Pertahanan, telah menjadi mitra penting kami dalam isu kemanusiaan dan stabilitas kawasan,” tegasnya dalam jumpa pers di Kedubes Yordania, Rabu (14/5).
Sementara itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra, Sugiono, menilai kilas balik hubungan Prabowo dan Raja Yordania menunjukkan kapasitas diplomatik pemimpin Indonesia di panggung internasional. “Pak Prabowo telah membuktikan bahwa diplomasi pertahanan kita mampu menjangkau kerajaan strategis di Timur Tengah. Ini adalah aset nasional yang harus terus dikapitalisasi,” katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (13/5).
Kunjungan kenegaraan ini direncanakan berlangsung hingga Sabtu (15/5) dan akan ditutup dengan kunjungan kehormatan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, menegaskan komitmen kedua negara terhadap nilai-nilai perdamaian. Dengan jejak historis yang kokoh dan agenda strategis yang terukur, pertemuan ini diproyeksikan membawa hubungan bilateral Indonesia-Yordania ke fase yang lebih substansial.
Comments (0)