Korsleting Listrik Hanguskan Rumah Panggung di Kemang Bogor

BOGOR — Sebuah rumah panggung berbahan dasar bambu di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, hangus terbakar pada Selasa (15/7/2026) sore. Peristiwa yang berlangsung cepat ini diduga kuat dipicu oleh kors...

Jul 17, 2026 - 04:49
0 0
Korsleting Listrik Hanguskan Rumah Panggung di Kemang Bogor

BOGOR — Sebuah rumah panggung berbahan dasar bambu di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, hangus terbakar pada Selasa (15/7/2026) sore. Peristiwa yang berlangsung cepat ini diduga kuat dipicu oleh korsleting arus listrik dari instalasi rumah yang sudah uzur. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun seluruh bangunan dan harta benda milik penghuni ludes dilalap api.

Kepala Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Suryanto, yang memimpin langsung operasi pemadaman, menyatakan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 15.45 WIB. “Petugas kami langsung meluncur ke lokasi tiga menit setelah laporan masuk dan tiba dalam waktu kurang dari sepuluh menit,” ujarnya di sela penanganan. Berdasarkan keterangan saksi mata, kepulan asap hitam pekat pertama kali terlihat membubung dari dapur rumah yang ditinggal penghuninya berbelanja ke pasar.

Kronologi dan Saksi Mata

Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian mengaku sempat mendengar bunyi letupan kecil dari dalam rumah sebelum kobaran api membesar dengan cepat. Suwarti, tetangga terdekat korban, menuturkan bahwa ia melihat percikan api dari bagian atap rumbia yang menyambar dinding anyaman bambu. “Saya langsung teriak minta tolong dan menghubungi pemadam kebakaran. Api begitu cepat merambat karena seluruh rumah memang terbuat dari bambu dan kayu,” katanya dengan nada masih syok.

Penghuni rumah, Warsono, yang baru kembali dari Pasar Kemang sekitar pukul 16.00 WIB, hanya bisa terdiam menyaksikan kediaman yang telah ditempatinya selama dua dekade itu rata dengan tanah. Ia memastikan bahwa sebelum pergi, seluruh peralatan listrik dalam keadaan menyala sebagaimana biasa, namun tidak ada tanda-tanda mencurigakan. “Saya tinggal hidupkan televisi dan kipas angin sebelum keluar. Tidak menyangka kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Respons Cepat Pemadam

Unit pemadam kebakaran dari Sektor Kemang dan Sektor Ciomas menurunkan tiga armada truk pemadam serta 15 personel gabungan. Proses pemadaman berlangsung intensif karena material bambu yang mudah terbakar dan posisi rumah yang berdiri di antara bangunan semi-permanen lain dengan jarak yang rapat. Regu pemadam terpaksa menarik selang sepanjang hampir 200 meter untuk menjangkau lokasi yang tidak dapat diakses langsung oleh truk. Suryanto menjelaskan bahwa api berhasil dilokalisasi dalam waktu 15 menit pertama sehingga tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. “Secara total, pemadaman dan pembasahan selesai dalam waktu 35 menit,” tegasnya.

Petugas sempat mengalami kesulitan karena sumber air alami yang surut di musim kemarau. Namun dengan bantuan tangki suplai tambahan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Damkar, kendala itu dapat diatasi. Tidak ada korban luka dari pihak petugas maupun warga dalam insiden tersebut.

Penyebab dan Kerugian

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi oleh Tim Investigasi Kebakaran, titik api berasal dari ruangan yang difungsikan sebagai dapur sekaligus tempat menyimpan perkakas elektronik. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Hadi Mulyono, dihubungi terpisah, mengonfirmasi dugaan sementara penyebab kebakaran. “Dari analisis awal dan keterangan saksi, kejadian ini konsisten dengan korsleting listrik pada instalasi kabel yang sudah tidak memenuhi standar keamanan. Kami masih mendalami kemungkinan lain, tetapi tanda-tanda arus pendek sangat kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa rumah panggung dengan konstruksi bambu dan atap rumbia masuk dalam kategori hunian dengan risiko kebakaran tinggi. Guna memastikan tidak ada titik api tersisa, petugas melakukan overhaul hingga dua jam pasca-pemadaman. Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp75 juta, mencakup bangunan, perabot, dan uang tunai yang tersimpan di dalam rumah. Sementara itu, Warsono dan keluarganya untuk sementara ditampung oleh kerabat yang tinggal di desa yang sama.

Imbauan Keselamatan Listrik

Menindaklanjuti insiden tersebut, Dinas Damkar Kabupaten Bogor kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar secara berkala memeriksa instalasi kelistrikan di rumah masing-masing, terutama pada bangunan berbahan material mudah terbakar. Hadi Mulyono menekankan pentingnya menggunakan kabel bersertifikat Standar Nasional Indonesia dan tidak menumpuk colokan listrik di satu titik. “Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Rumah berbahan kayu atau bambu sebaiknya dilengkapi alat pemadam api ringan dan rutin mengecek sambungan kabel minimal enam bulan sekali,” pungkasnya.

Pihak kepolisian dari Polsek Kemang juga telah memasang garis polisi dan melakukan pendataan untuk keperluan berita acara kebakaran. Hingga berita ini disusun, situasi di lokasi sudah kondusif dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang tersebar di lapangan sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User