Asian Boxing Puas Penyelenggaraan Kejuaraan U19 dan U23 Jakarta
Federasi Tinju Asia (Asian Boxing Confederation) menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya perhelatan Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 yang digelar
Federasi Tinju Asia (Asian Boxing Confederation) menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya perhelatan Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 yang digelar di Basket Hall, Gelora Bung Karno, Jakarta. Turnamen dua kelompok usia yang berlangsung selama sepekan terakhir ini dinilai memenuhi standar internasional, baik dari sisi teknis pertandingan, fasilitas, hingga antusiasme penonton. Kepuasan itu disampaikan langsung oleh Presiden Asian Boxing, Amnat Ruenroeng, dalam sesi jumpa pers penutupan yang digelar Sabtu (16/7) malam.
“Kami sangat puas dengan seluruh rangkaian penyelenggaraan. Jakarta telah menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah kelas dunia. Arena, perangkat pertandingan, serta keramahtamahan masyarakat Indonesia benar-benar luar biasa,” ujar Ruenroeng di hadapan awak media. Ia juga menyoroti ketepatan waktu setiap pertandingan yang dimulai sesuai jadwal dan minimnya insiden teknis yang mengganggu jalannya laga.
“Kami sangat puas dengan seluruh rangkaian penyelenggaraan. Jakarta telah menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah kelas dunia.”
Pernyataan senada datang dari Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina), Rey Surya. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik panitia, melainkan juga bukti kebangkitan tinju nasional di mata Asia. “Evaluasi awal dari delegasi negara peserta semuanya positif. Ini modal penting bagi Indonesia untuk berani mencalonkan diri sebagai tuan rumah kejuaraan multi-cabang yang lebih besar,” kata Rey.
Antusiasme Tinggi dan Dukungan Fasilitas Modern
Kejuaraan yang mempertemukan 215 petinju dari 28 negara ini mendapat sambutan hangat publik Jakarta. Selama babak penyisihan hingga final, tribun Basket Hall nyaris tak pernah sepi. Penonton lokal bahkan terlihat membawa atribut bendera dan spanduk dukungan, menciptakan atmosfer kompetisi yang hidup. Salah satu momen paling meriah terjadi saat petinju U19 Indonesia, Rizky Ardiansyah, menang angka mutlak atas lawannya dari Uzbekistan di semifinal kelas bulu, memastikan satu tempat di final.
Dari sisi sarana, panitia memanfaatkan teknologi penilaian elektronik terbaru dari APB (Asian Boxing) serta menyediakan layanan kesehatan dan pemulihan atlet di venue. “Semua ring, sensor, dan papan skor bekerja sempurna. Kami tidak menerima protes soal alat,” tambah Ruenroeng. Keberadaan ruang pemulihan dengan fisioterapis dan kolam es portable di area belakang panggung juga menjadi nilai tambah yang dipuji sejumlah pelatih tim nasional asing.
Raihan Medali dan Sorotan Atlet Muda
Indonesia berhasil membawa pulang 4 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu dari total 35 kelas yang dipertandingkan. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat keempat klasemen akhir, di bawah Kazakhstan, Uzbekistan, dan Thailand. Emas pertama U23 disumbangkan oleh Nadhira Maharani di kelas welter putri, yang tampil dominan sejak ronde pertama. Sementara di kategori putra, Alex Mandagi (kelas berat) dan Dwi Cahyono (kelas bantam) turut menyumbang emas U23 dan U19.
Yang menarik, atlet-atlet muda ini seluruhnya merupakan binaan program Pelatnas jangka panjang Pertina yang digelar sejak 2025 di Padepokan Tinju Surabaya. Prestasi ini dianggap sebagai validasi atas efektivitas program tersebut. “Mereka adalah wajah baru tinju Indonesia. Ini pembuktian bahwa pembinaan usia dini membuahkan hasil,” ujar Rey.
Dampak Positif bagi Ekosistem Olahraga Tanah Air
Di luar aspek pertandingan, kejuaraan ini mencatat dampak ganda. Sektor perhotelan, transportasi, dan kuliner di sekitar Senayan dan Sudirman mengalami lonjakan pendapatan. Sekitar 800 delegasi dan ofisial negara peserta ditambah wisatawan olahraga domestik mengisi okupansi hotel bintang tiga hingga lima selama turnamen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memasukkan agenda ini dalam kalender Jakarta Sports Tourism 2026.
Asian Boxing dan PP Pertina sepakat menjadikan model penyelenggaraan Jakarta sebagai tolok ukur bagi tuan rumah berikutnya. Agenda selanjutnya adalah persiapan menuju kejuaraan senior Asia 2027 serta evaluasi teknis untuk memperbaiki aspek minor, seperti aksesibilitas difabel dan pengelolaan transportasi pengunjung.
Ketika para atlet muda kembali ke negara masing-masing dengan pengalaman berharga, Indonesia menegaskan posisinya bukan sekadar peserta, melainkan pemain penting di panggung tinju Asia. Dari ring Jakarta, peta kekuatan tinju junior dan U23 Asia kembali ditulis ulang.
[SOCIAL_TWEET]: Indonesia sukses gelar Kejuaraan Tinju Asia U19 & U23 2026! Raih 4 emas & pujian dari Asian Boxing. Dari Jakarta, lahir wajah baru tinju Asia. #TinjuIndonesia #AsianBoxing2026 #U19U23Jakarta[SOCIAL_TG]: 🥊 Jakarta banjir pujian! Asian Boxing puas dengan penyelenggaraan Kejuaraan U19 & U23 2026. Indonesia raih 4 emas, 3 perak, 6 perunggu. Arena penuh, teknologi top! #Tinju
Comments (0)