Korban Tewas Gempa Kembar Dahsyat Venezuela Tembus 3.342 Orang
Apaberita.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar dahsyat yang melanda Venezuela pada 24 Juni 2026 lalu resmi menembus angka 3.342 orang. Data terbaru juga mencatat 16.700 korban luka-luka
Apaberita.com - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi kembar dahsyat yang melanda Venezuela pada 24 Juni 2026 lalu resmi menembus angka 3.342 orang. Data terbaru juga mencatat 16.700 korban luka-luka, sementara ribuan orang lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan bangunan. Laporan AFP yang dikutip Apaberita.com pada Senin (6/7/2026) menyebutkan bahwa bencana ini menghancurkan puluhan gedung di kawasan La Guaira, wilayah pesisir utara Caracas.
Gempa berkekuatan besar yang terjadi secara beruntun—dikenal sebagai gempa kembar—mengguncang lepas pantai Laut Karibia dekat ibu kota. Getaran kuat memicu kerusakan luas, tidak hanya di La Guaira tetapi juga di sektor-sektor permukiman padat di Caracas. Tim penyelamat masih berjibaku mencari korban yang tertimbun dengan peralatan seadanya, diperparah oleh terputusnya akses jalan dan jaringan komunikasi di sejumlah titik.
Respons Pemerintah dan Bantahan Presiden
Presiden Venezuela Nicolas Maduro membantah tudingan bahwa pemerintahnya lambat dalam menangani bencana. Dalam konferensi pers yang digelar akhir pekan lalu, ia menegaskan bahwa seluruh sumber daya negara telah dikerahkan sejak menit pertama. “Kami tidak akan membiarkan rakyat kami menderita sendirian,” ujarnya seperti dimuat dalam laporan AFP. Namun, sejumlah warga mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan makanan dan air bersih di pengungsian.
“Kami bergerak secepat yang dimungkinkan oleh situasi. Ini bencana dahsyat, bukan soal lambat atau cepat,” kata Maduro menanggapi kritik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Venezuela memperkirakan jumlah korban tewas masih akan bertambah mengingat banyaknya laporan orang hilang. Proses identifikasi jenazah terhambat minimnya fasilitas forensik. Sementara itu, komunitas internasional mulai menawarkan bantuan, termasuk dari negara-negara tetangga Amerika Latin dan Palang Merah Internasional. Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi dan perawatan korban luka terus dilakukan meski diwarnai keterbatasan logistik dan tenaga medis.
Comments (0)