Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Mulai Stabil Pascadilarikan ke RS

Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilaporkan dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan darurat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) pada Jumat (10/7) sore. Orang nomor...

Jul 12, 2026 - 04:30
0 1
Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Mulai Stabil Pascadilarikan ke RS

Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilaporkan dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan darurat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) pada Jumat (10/7) sore. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tersebut sebelumnya mengeluhkan kondisi tidak sehat ketika mengikuti Rapat Koordinasi internal di Balai Kota Bandung, sekitar pukul 14.30 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat yang berada di lokasi, Muhammad Farhan tiba-tiba merasakan lemas dan pusing yang cukup mengganggu. Ia kemudian diantar oleh protokoler dan staf pribadi menuju ruang istirahat, sebelum akhirnya tim medis yang dipanggil merekomendasikan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan. Ambulans RSHS yang stand by di lingkungan Balai Kota langsung membawa Wali Kota Bandung tersebut ke Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 15.15 WIB.

Kronologi dan Penanganan Darurat

Proses evakuasi medis berlangsung cepat dan terkoordinasi. Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bandung yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa Wali Kota Farhan segera mendapat penanganan intensif setibanya di IGD RSHS. “Beliau masuk dengan keluhan kelelahan akut dan tekanan darah yang fluktuatif. Tidak ada indikasi serangan jantung atau gangguan serebrovaskular akut, namun tim dokter memutuskan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang secara menyeluruh,” ujarnya.

Berdasarkan hasil observasi awal, kondisi Muhammad Farhan menunjukkan respons positif terhadap terapi stabilisasi yang diberikan. Ia sempat menjalani pemeriksaan laboratorium, elektrokardiogram, dan pemantauan tanda vital dalam beberapa jam pertama. Pihak RSHS melalui Juru Bicara, dr. Yanti Herawati, Sp.PD, menyatakan bahwa status kesehatan Wali Kota Bandung terus menunjukkan tren perbaikan. “Beliau sadar penuh, komunikatif, dan hemodinamik stabil. Saat ini masih dalam pemantauan 24 jam untuk memastikan tidak ada faktor pencetus lain yang perlu diintervensi lebih dalam,” jelasnya.

Pernyataan Resmi Pemerintah Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung segera menggelar konferensi pers singkat di Balai Kota seusai kejadian. Sekretaris Daerah Kota Bandung, yang turut mendampingi proses awal penanganan, menegaskan bahwa seluruh agenda Wali Kota yang terjadwal pada Jumat sore dan akhir pekan ini ditunda. “Kami telah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Bandung dan jajaran perangkat daerah untuk mengatur mekanisme pengambilalihan tugas dan wewenang secara temporer sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujar Sekda.

Menindaklanjuti kondisi Wali Kota, Sekretaris Daerah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 800/427/TU.01 tentang Pelaksana Tugas Harian yang menunjuk Wakil Wali Kota untuk menangani administrasi kepemerintahan dan urusan kedinasan yang tidak bisa ditunda. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat dan mengacu pada Pasal 65 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. “Roda pemerintahan tetap berjalan normal, pelayanan publik tidak terganggu, dan semua program prioritas tetap akan dieksekusi sesuai rencana,” tambahnya.

Pihak keluarga juga memberikan pernyataan. Istri Muhammad Farhan yang berada di sampingnya di RSHS menyampaikan rasa syukur atas penanganan cepat tim medis dan memohon doa dari masyarakat. “Alhamdulillah kondisi suami saya sudah jauh lebih baik. Kami mohon maaf jika ada agenda yang tertunda dan mohon doa agar beliau segera pulih sepenuhnya,” ucapnya melalui pesan yang dibacakan Kepala Bagian Humas.

Respons DPRD dan Stabilitas Kepemimpinan

Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyatakan solid dan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan kesehatan Wali Kota. Ketua DPRD Kota Bandung menyampaikan, “Kami dari seluruh fraksi mendoakan Pak Wali Kota lekas pulih. Ini momentum untuk menguatkan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Kami percaya pemerintah kota telah mengantisipasi secara kelembagaan agar tidak ada kekosongan kewenangan.”

Sementara itu, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah melaporkan bahwa tidak ada agenda strategis yang terhambat secara signifikan. Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) yang semula dipimpin Wali Kota dialihkan menjadi agenda presentasi teknis yang dipimpin Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Beberapa penandatanganan dokumen yang memerlukan otorisasi Wali Kota akan ditangani melalui mekanisme delegasi wewenang yang telah ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan.

Di tengah situasi ini, sejumlah organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama di Bandung turut mengirimkan dukungan spiritual. Meski demikian, aktivitas pemerintahan sehari-hari tidak mengalami gangguan berarti. Wakil Wali Kota yang mulai bertugas secara efektif memastikan bahwa rapat pimpinan tetap berjalan dan keputusan-keputusan penting yang memerlukan tindak lanjut segera disahkan melalui keputusan kolektif Pleno Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Pemulihan dan Arahan Tim Medis

Tim dokter penanggung jawab menyatakan bahwa pemulihan Wali Kota Bandung diproyeksikan memakan waktu dua hingga tiga hari, tergantung hasil observasi lanjutan terhadap fungsi metabolik dan kardiovaskular. “Tidak ditemukan indikasi penyakit kronis yang perlu dikhawatirkan. Yang kami tekan adalah pentingnya istirahat total setelah periode kerja yang cukup padat. Setelah 48 jam pemantauan, akan dievaluasi kembali apakah beliau sudah bisa beraktivitas ringan,” terang dr. Yanti.

RSHS juga mengerahkan konsultan senior dari Divisi Kardiologi dan Endokrinologi untuk memastikan tidak ada gangguan sistemik. Hal ini dilakukan mengingat jadwal kerja Wali Kota yang tinggi dalam dua bulan terakhir, terutama dalam menyelesaikan dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah dan persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat provinsi.

Melalui keterangan resmi yang disebarkan oleh Bagian Humas, masyarakat Kota Bandung diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab terkait kondisi Wali Kota. “Kami akan terus memberikan update secara periodik. Transparansi informasi adalah bagian dari akuntabilitas publik yang kami junjung tinggi,” tegas Kepala Bagian Humas. Kondisi Wali Kota Muhammad Farhan yang terus membaik menjadi angin segar bagi warga yang sejak sore hari menyerukan doa bersama di beberapa masjid sekitar Balai Kota dan RSHS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User