Komisi III DPR Apresiasi BNN Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Natuna
JAKARTA — Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Martin D. Tumbelaka menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim gabungan yang dikoordinasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam meng...
JAKARTA — Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Martin D. Tumbelaka menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim gabungan yang dikoordinasikan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat sekitar 1,3 ton di Perairan Natuna, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/8). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan barang terlarang itu.
Martin menyatakan keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata sinergi aparat penegak hukum dalam memberangus peredaran gelap narkotika yang masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut. Kendati demikian, ia menegaskan penindakan tidak boleh berhenti pada penangkapan para ABK semata.
Desak Jaringan Diungkap sampai ke Akar
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu meminta aparat penegak hukum mengembangkan penyidikan hingga mampu membongkar seluruh mata rantai jaringan yang berada di balik penyelundupan tersebut. Menurutnya, para ABK yang ditangkap diduga hanya menjalankan peran kecil dalam struktur jaringan yang jauh lebih besar dan terorganisasi.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan sinergi tim gabungan di lapangan. Akan tetapi, pengusutan tidak boleh berhenti pada para anak buah kapal. Seluruh jaringan di balik penyelundupan 1,3 ton ketamine ini wajib dibongkar sampai ke akar-akarnya, karena persoalan ini menyangkut keselamatan serta masa depan generasi muda Indonesia," ujar Martin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8).
Ia menambahkan, aparat penegak hukum tidak perlu ragu mengambil tindakan tegas terhadap setiap pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika, tanpa memandang latar belakang maupun kedudukan para pelaku.
Sejalan dengan Arah Presiden Prabowo Subianto
Martin menilai penindakan tegas dan berkesinambungan terhadap jaringan narkotika sejalan dengan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai agenda penting pemerintahan. Kepala Negara, kata Martin, telah berulang kali menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi kelangsungan masa depan bangsa.
"Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa narkoba adalah salah satu ancaman terbesar bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, perang terhadap narkoba mesti dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Aparat jangan pernah ragu menindak," tegasnya.
Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam memberantas narkotika harus tercermin dari hulu hingga hilir, mulai dari pencegahan di wilayah perbatasan, penindakan di lapangan, hingga penegakan hukum di pengadilan.
Pengungkapan Berawal dari Informasi Intelijen
Penggagalan penyelundupan itu bermula dari informasi intelijen mengenai pergerakan sebuah kapal yang dicurigai mengangkut narkotika dari kawasan Teluk Thailand menuju wilayah perairan Indonesia. Informasi awal tersebut kemudian diperkuat oleh data intelijen yang diterima dari Taiwan Coast Guard pada awal Agustus 2026.
Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan, berbekal informasi tersebut, jajarannya bersama sejumlah instansi menyusun operasi gabungan untuk mencegat kapal yang menjadi target. Hasilnya, kapal King Sun berhasil diamankan di Perairan Natuna dengan barang bukti ketamine sekitar 1,3 ton.
Operasi gabungan itu melibatkan BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau.
Koordinasi Antarlembaga Harus Terus Diperkuat
Martin mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di wilayah perairan Indonesia. Ia menilai kerja sama antara aparat penegak hukum dan lembaga intelijen, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi kunci utama dalam membongkar jaringan narkotika lintas negara.
"Kerja sama yang selama ini berjalan sangat baik harus terus diperkuat ke depannya. Jalur laut kita sangat luas dan rawan dimanfaatkan jaringan internasional, sehingga kewaspadaan seluruh pihak tidak boleh kendor," ungkap Martin.
Ia menegaskan Komisi III DPR RI akan terus mengawal upaya pemberantasan narkotika melalui fungsi pengawasan, termasuk menindaklanjuti perkembangan penanganan perkara penyelundupan ketamine di Natuna tersebut bersama mitra kerja di pemerintahan.
Comments (0)