Komdigi Pastikan 812 Titik BTS di NTT Pulih Penuh Pasca Gempa

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa seluruh jaringan telekomunikasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih sepenuhnya pasca gempa bumi. Berdasarkan hasil verifikas...

Komdigi Pastikan 812 Titik BTS di NTT Pulih Penuh Pasca Gempa

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa seluruh jaringan telekomunikasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih sepenuhnya pasca gempa bumi. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang ditetapkan dalam rapat evaluasi kementerian, sebanyak 812 titik Base Transceiver Station (BTS) yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah aktif kembali dengan tingkat pemulihan mencapai 100 persen. Kondisi tersebut memastikan masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas komunikasi secara normal.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan capaian tersebut merupakan buah dari percepatan penanganan yang dilakukan sejak hari pertama pasca bencana. Menurutnya, seluruh titik pemancar yang teridentifikasi terdampak telah diperiksa satu per satu bersama penyelenggara jaringan sebelum status pemulihan resmi disahkan oleh kementerian.

“Kami memastikan seluruh 812 titik BTS yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur telah pulih 100 persen. Verifikasi dilakukan langsung di lapangan agar masyarakat benar-benar dapat menggunakan layanan komunikasi kembali,” ujar Fifi Aleyda Yahya dalam keterangan resmi.

Pemulihan Dijalankan Lewat Rapat Koordinasi Bersama Operator

Menindaklanjuti laporan awal mengenai gangguan jaringan, Komdigi membentuk tim tanggap darurat yang dikoordinasikan melalui Rapat Koordinasi bersama penyelenggara jaringan telekomunikasi. Dalam rapat tersebut, keputusan ditetapkan mengenai skala prioritas pemulihan, dengan menempatkan pusat pengungsian, fasilitas kesehatan darurat, dan posko penanganan bencana sebagai lokasi yang harus dipulihkan lebih dahulu.

Proses teknis pemulihan meliputi perbaikan jalur transmisi, pengadaan pasokan listrik cadangan berupa generator set, serta pengecekan integritas menara dan perangkat radio pada seluruh titik terdampak. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dari pusat pengawasan kementerian guna memastikan tidak ada gangguan susulan pada jaringan yang telah dinyatakan pulih.

“Koordinasi dengan operator berjalan intensif sejak awal. Kami memastikan setiap titik yang dipulihkan benar-benar berfungsi optimal dan tidak hanya sekadar menyala,” tegas Fifi.

20 Unit Starlink Diterjunkan untuk Konektivitas Darurat

Di samping pemulihan BTS, Komdigi juga menyalurkan 20 unit perangkat Starlink ke wilayah terdampak guna menjamin konektivitas darurat. Perangkat komunikasi satelit tersebut difungsikan sebagai jaringan pendukung di lokasi-lokasi yang membutuhkan koneksi internet segera untuk kepentingan penanganan bencana dan pelayanan publik dasar.

Fifi menegaskan penempatan perangkat dilakukan secara strategis agar manfaatnya langsung dirasakan oleh petugas lapangan maupun warga korban bencana. Setiap unit dibekali personel pendamping untuk memastikan instalasi dan operasionalisasi berjalan sesuai prosedur teknis yang ditetapkan kementerian.

“Perangkat satelit ini kami tempatkan di titik-titik strategis seperti posko pengungsian dan pusat komando, agar arus informasi dan koordinasi penanganan darurat tetap berjalan tanpa hambatan,” kata dia.

Kehadiran jaringan komunikasi darurat menjadi penting dalam fase tanggap bencana karena menjadi saluran utama pelaporan kondisi lapangan, penyaluran instruksi evakuasi, serta pemetaan kebutuhan warga. Oleh karena itu, kementerian menetapkan konektivitas sebagai bagian tak terpisahkan dari rantai penanganan darurat di daerah terdampak.

Bantuan Logistik 15 Ton Disalurkan ke Warga Terdampak

Komdigi turut menyalurkan bantuan logistik seberat 15 ton bagi masyarakat korban gempa. Bantuan tersebut dikirim menindaklanjuti hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana setempat, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan mendesak di setiap titik pengungsian.

Distribusi logistik dilakukan secara bertahap dan terdokumentasi agar penyaluran tepat sasaran. Kementerian menyatakan seluruh bantuan diperuntukkan bagi warga yang mengungsi serta petugas yang bertugas di garis depan penanganan darurat.

Ke depan, Komdigi menyatakan akan terus melakukan pemantauan terhadap keandalan infrastruktur telekomunikasi di NTT. Evaluasi kesiapsiagaan jaringan menghadapi potensi bencana susulan juga akan dilaksanakan, termasuk penguatan sistem cadangan daya dan redundansi transmisi pada titik-titik vital.

Selain itu, kementerian menegaskan komitmennya memastikan hak masyarakat atas akses komunikasi tetap terlindungi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penyelenggaraan telekomunikasi. Langkah lanjutan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan kebijakan penguatan ketahanan infrastruktur digital daerah dalam forum koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User