Kodam XXI Kerahkan Pasukan dan Rekayasa Cuaca Atasi Karhutla Way Kambas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Provinsi Lampung tercatat telah menghanguskan area seluas 673 hektare. Penanganan darurat digerakkan dengan penger...

Aug 23, 2026 - 23:15
0 0
Kodam XXI Kerahkan Pasukan dan Rekayasa Cuaca Atasi Karhutla Way Kambas

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Provinsi Lampung tercatat telah menghanguskan area seluas 673 hektare. Penanganan darurat digerakkan dengan pengerahan personel militer, peralatan pemadam, hingga rencana rekayasa cuaca yang dikoordinasikan oleh Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten.

Luas Kebakaran dan Skala Penanganan

Berdasarkan data yang dihimpun dari jajaran Kodam XXI/Radin Inten, api telah melalap kawasan konservasi tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi vegetasi kering di dalam kawasan taman nasional disebut mempercepat perambatan api, sehingga upaya pemadaman memerlukan keterlibatan lintas institusi. Kodam XXI/Radin Inten menindaklanjuti laporan kebakaran dengan menerjunkan pasukan ke lokasi sejak Sabtu, 22 Agustus 2026.

TNWK dikenal sebagai pusat konservasi satwa liar, termasuk gajah sumatera dan sejumlah spesies dilindungi lainnya. Luasnya area yang terbakar dikhawatirkan mengganggu ekosistem serta habitat satwa di dalam kawasan, sehingga penanganan dilakukan dengan skala penuh dan melibatkan berbagai unsur terkait.

Pengerahan Personel dan Peralatan Darat

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa satuan yang ditugaskan ke lokasi adalah Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti. Personel tersebut berada di bawah kendali operasi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0429/Lampung Timur dalam proses pemadaman di titik-titik yang masih menyala.

"Personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti dengan dilengkapi dua mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangki air, truk NPS, dan drone dikerahkan untuk membantu pemadaman di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT," ujar Kristomei.

Selain armada pemadam dan kendaraan tangki air, satuan tersebut juga membawa peralatan pendukung berupa truk NPS untuk mobilisasi logistik serta drone untuk pemantauan titik api dari udara. Pemantauan dengan drone dinilai penting untuk memetakan sebaran api dan memastikan tidak ada titik yang terlewat saat pasukan bergerak di lapangan.

Rekayasa Cuaca dan Pemadaman Udara

Upaya pemadaman dari darat tidak berjalan sendiri. Kodam XXI/Radin Inten turut mengoordinasikan rekayasa cuaca bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung. Hujan buatan dijadwalkan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026 sebagai langkah untuk meningkatkan kelembapan kawasan dan meredam titik-titik panas yang sulit dijangkau pasukan di darat.

"Sedang dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi hujan buatan yang akan dilaksanakan hari Senin, 24 Agustus 2026," terang Pangdam.

Dukungan udara juga disiapkan untuk menjangkau area yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan maupun personel secara langsung. Pangdam menambahkan bahwa dukungan helikopter water bombing dari Palembang tengah dikoordinasikan agar segera diterjunkan ke lokasi. Penggunaan water bombing dari udara menjadi strategi utama untuk memutus jalur perambatan api di wilayah yang sulit diakses.

Kondisi puncak musim kemarau yang ditandai suhu udara tinggi dan rendahnya kelembapan membuat kawasan rawan terbakar. Angin kencang turut mempercepat penyebaran api dari satu titik ke titik lainnya, sehingga kecepatan respons petugas menjadi faktor penentu dalam pengendalian kebakaran.

Koordinasi Forkopimda dan Imbauan Masyarakat

Kristomei menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla bergantung pada sinergi berbagai unsur di daerah. Kodam XXI/Radin Inten bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah turun ke lokasi kejadian untuk mendukung pemadaman serta mencegah perluasan area terbakar.

"Terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan jajaran Forkopimda untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas. Saat ini sudah turun ke TKP bersama-sama," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan konservasi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kelestarian Way Kambas yang dikenal sebagai pusat konservasi satwa langka.

"Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga Way Kambas," pungkasnya.

Keterlibatan warga dalam melaporkan titik api sejak dini dinilai dapat mempercepat respons petugas di lapangan. Kodam XXI/Radin Inten memastikan koordinasi dengan berbagai instansi akan terus berjalan selama masa penanganan berlangsung hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User