Kisah Nendra, Kurir Paket yang Tetap Berkuliah di Tengah Kesibukan

JAKARTA — Nendra, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di ibu kota, menjalani rutinitas ganda sebagai kurir paket sembari tetap mengikuti perkuliahan. Dalam satu hari kerja, ia mampu mengantarkan p...

Kisah Nendra, Kurir Paket yang Tetap Berkuliah di Tengah Kesibukan

JAKARTA — Nendra, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di ibu kota, menjalani rutinitas ganda sebagai kurir paket sembari tetap mengikuti perkuliahan. Dalam satu hari kerja, ia mampu mengantarkan puluhan paket ke alamat pelanggan yang tersebar di berbagai kawasan, tanpa mengabaikan kewajibannya menuntut ilmu di bangku kuliah.

Profesi kurir dipilihnya karena menawarkan fleksibilitas waktu yang sulit ditemukan pada jenis pekerjaan lain. Sistem kerja berbasis pengiriman memungkinkannya mengatur jam operasional sesuai jadwal kuliah, sehingga kedua tanggung jawab tersebut dapat berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan.

Keputusan bekerja sambil kuliah bukan tanpa pertimbangan. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, penghasilan yang ia peroleh juga digunakan untuk menunjang keperluan akademik, mulai dari membeli buku referensi hingga membayar berbagai biaya perkuliahan.

Membagi Waktu antara Kampus dan Jalanan

Setiap pagi, Nendra mengawali hari dengan mengikuti perkuliahan seperti mahasiswa pada umumnya. Selepas jam kuliah usai, ia beralih menjalankan tugas sebagai kurir: mengambil paket di titik penjemputan, menyusun rute pengiriman, lalu mengantarkan barang satu per satu hingga sore bahkan malam hari.

"Prinsip saya sederhana, kuliah tetap nomor satu, tetapi pekerjaan juga tanggung jawab yang harus diselesaikan dengan baik," ujar Nendra ketika ditemui di sela aktivitas pengiriman.

Ia menyatakan, jumlah paket yang diantarkan setiap hari tidak selalu sama. Pada hari-hari biasa, jumlahnya mencapai puluhan, sementara pada periode promosi belanja daring atau menjelang hari besar keagamaan, volume kiriman dapat meningkat secara signifikan seiring melonjaknya aktivitas belanja masyarakat.

"Kalau sedang ramai, paket bisa menumpuk dan jam kerja otomatis bertambah. Tetapi justru di situ penghasilannya juga ikut naik," katanya.

Untuk menjaga performa akademik, ia menyempatkan waktu belajar pada malam hari sepulang bekerja. Tugas-tugas kuliah diselesaikan secara bertahap agar tidak menumpuk menjelang tenggat waktu pengumpulan.

Tantangan Cuaca dan Ketepatan Waktu

Bekerja di jalanan membawa tantangan tersendiri. Cuaca panas, hujan deras, serta kemacetan lalu lintas menjadi bagian dari keseharian yang harus dihadapi demi memastikan setiap paket tiba dengan selamat dan tepat waktu di tangan penerima.

Selain faktor alam dan kondisi lalu lintas, ketepatan pengiriman menjadi tuntutan utama dalam profesinya. Kepuasan pelanggan, menurutnya, sangat bergantung pada kecepatan serta kehati-hatian kurir dalam membawa barang kiriman, terutama untuk barang-barang yang rentan rusak.

"Paket yang saya bawa itu amanah. Ada barang berharga milik orang, jadi harus dijaga dan diantar sampai tujuan dengan kondisi baik," tuturnya.

Dukungan keluarga menjadi salah satu penguat baginya untuk terus menjalani kedua peran tersebut. Ia menyebut orang tuanya selalu mengingatkan agar pendidikan tetap menjadi prioritas utama di tengah kesibukan bekerja.

Sektor Logistik Menyerap Tenaga Kerja Muda

Kisah Nendra mencerminkan tren yang lebih luas di Tanah Air. Pertumbuhan perdagangan elektronik dalam beberapa tahun terakhir mendorong peningkatan kebutuhan jasa pengiriman, yang pada gilirannya membuka lapangan kerja baru bagi kalangan muda, termasuk mahasiswa yang membutuhkan penghasilan tambahan.

Pola kerja fleksibel yang ditawarkan industri logistik menjadikan profesi kurir salah satu pilihan realistis bagi mereka yang ingin bekerja tanpa meninggalkan pendidikan. Sejumlah perusahaan jasa pengiriman menerapkan sistem kemitraan yang memungkinkan pekerja menentukan sendiri jam operasionalnya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan lanskap ketenagakerjaan di kalangan generasi muda, di mana batas antara dunia pendidikan dan dunia kerja semakin cair. Bekerja sambil kuliah tidak lagi dipandang sebagai hambatan, melainkan bagian dari proses membangun kemandirian.

Berharap Lulus Tepat Waktu

Meski disibukkan dengan pekerjaan, Nendra menegaskan bahwa target utamanya tetap menyelesaikan studi tepat waktu. Ia berharap pengalaman bekerja sejak masa kuliah kelak menjadi bekal berharga dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja yang kuat.

"Lelah itu pasti ada, tetapi saya yakin semua akan terbayar. Yang penting niatnya kuat dan pandai mengatur waktu," ucapnya.

Kisahnya menjadi gambaran semangat generasi muda yang tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk terus menempuh pendidikan, sekaligus membangun kemandirian sejak dini melalui kerja keras dan ketekunan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User