Ketua Yayasan Buka Suara soal Pemecatan Tiga Guru SDIT Rabbani

BENGKULU – Publik sempat dibuat bertanya-tanya menyusul kabar pemecatan tiga guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Rabbani. Setelah isu tersebut bergulir

Ketua Yayasan Buka Suara soal Pemecatan Tiga Guru SDIT Rabbani

BENGKULU – Publik sempat dibuat bertanya-tanya menyusul kabar pemecatan tiga guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Rabbani. Setelah isu tersebut bergulir dan menjadi perbincangan di kalangan orang tua murid serta masyarakat, Ketua Yayasan Ust. Muhammad Syamlan, Lc., M.A akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keputusan yang diambil lembaganya.

Dalam keterangannya, Syamlan menegaskan bahwa pemecatan terhadap ketiga guru itu bukanlah keputusan sepihak yang diambil secara mendadak. Sebaliknya, yayasan telah menempuh proses panjang, mulai dari pembinaan, teguran lisan, hingga peringatan berulang, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan para guru tersebut.

Duduk Perkara Pemecatan Tiga Guru

Isu pemecatan ini mencuat setelah tiga guru SDIT Rabbani diketahui tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Kabar itu dengan cepat menyebar dan menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian orang tua murid bahkan sempat mempertanyakan alasan di balik keputusan yayasan, mengingat ketiganya merupakan tenaga pendidik yang telah dikenal dekat dengan para siswa.

Menyikapi berkembangnya pertanyaan tersebut, pihak yayasan memilih untuk memberikan klarifikasi agar tidak timbul kesalahpahaman yang lebih jauh. Syamlan menyebut, keterbukaan informasi penting dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan yang ia pimpin.

"Sudah Berkali-kali Diperingatkan"

Syamlan menjelaskan, yayasan sebenarnya telah memberikan banyak kesempatan kepada para guru tersebut untuk memperbaiki diri. Namun, upaya pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan dinilai tidak membuahkan hasil sesuai harapan lembaga.

"Kami dari yayasan sudah berkali-kali memperingatkan. Sudah ada pembinaan, ada teguran, dan kami beri waktu untuk berubah. Tetapi pada akhirnya, demi kebaikan lembaga dan masa depan anak-anak didik, kami harus mengambil keputusan tegas," tutur Syamlan.

Ia juga menekankan bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga pendidik selalu melalui proses evaluasi menyeluruh. Yayasan, kata dia, tidak pernah berniat menyulitkan siapa pun, apalagi mencari-cari kesalahan para guru.

Proses Pembinaan yang Panjang

Menurut Syamlan, mekanisme pembinaan di lingkungan yayasan telah berjalan sesuai aturan internal. Setiap guru yang dinilai memiliki kekurangan atau melakukan pelanggaran akan lebih dulu mendapatkan arahan dan bimbingan. Peringatan bersifat lisan diberikan pada tahap awal, kemudian ditingkatkan menjadi peringatan yang lebih formal apabila tidak ada perubahan berarti.

Dalam catatan yayasan, teguran demi teguran telah disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik melalui pertemuan langsung maupun forum resmi lembaga. Namun, hasil evaluasi berkala menunjukkan kondisi yang tidak kunjung membaik, sehingga yayasan merasa perlu mengambil langkah final.

"Prinsip kami adalah mengedepankan pembinaan. Namun ketika pembinaan sudah berkali-kali dilakukan dan tidak ada perbaikan, maka yayasan memiliki tanggung jawab untuk menjaga standar lembaga," imbuhnya.

Dengan mekanisme berjenjang tersebut, ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa pemecatan bukanlah pilihan pertama, melainkan langkah terakhir setelah seluruh upaya perbaikan ditempuh. Keputusan ini diambil dengan berat hati, tetapi tetap harus dilakukan demi kepentingan yang lebih besar.

Demi Mutu Pendidikan dan Kepercayaan Orang Tua

Lebih lanjut, Syamlan mengatakan bahwa yayasan memiliki komitmen kuat untuk menjaga mutu pendidikan di SDIT Rabbani. Kualitas guru, menurutnya, menjadi faktor penentu dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berprestasi. Oleh karena itu, lembaga tidak bisa berkompromi terhadap hal-hal yang berpotensi menghambat proses pendidikan anak-anak.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua murid yang selama ini mempercayakan pendidikan anaknya kepada SDIT Rabbani. Kepercayaan tersebut, kata dia, merupakan amanah yang harus dijaga dengan menghadirkan tenaga pendidik yang benar-benar sesuai dengan standar dan nilai-nilai lembaga.

Ke depan, yayasan berkomitmen memperkuat sistem rekrutmen serta pembinaan guru agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Syamlan berharap penjelasan ini dapat menjernihkan kabar yang beredar sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi di masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak yayasan berharap polemik pemecatan tiga guru ini dapat segera mereda. Proses pendidikan di SDIT Rabbani dipastikan tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh peristiwa ini.

[SOCIAL_TWEET]: Ketua Yayasan buka suara soal pemecatan tiga guru SDIT Rabbani: "Sudah berkali-kali diperingatkan." Keputusan disebut demi mutu pendidikan. Baca selengkapnya di Apaberita.com [SOCIAL_TG]: 📰 Pemecatan Tiga Guru SDIT Rabbani — Ketua Yayasan menegaskan para guru sudah berkali-kali diperingatkan sebelum diberhentikan. Keputusan diambil demi mutu pendidikan dan kepercayaan orang tua. Baca selengkapnya di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User