Ketua DPR Puan Maharani Hadiri Sidang Umum IPU ke-153 di Tanzania

ARUSHA, TANZANIA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 yang berlangsung di Arusha, Tanzania, pada Jumat (9/10...

Oct 09, 2026 - 18:03
0 0
Ketua DPR Puan Maharani Hadiri Sidang Umum IPU ke-153 di Tanzania

ARUSHA, TANZANIA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-153 yang berlangsung di Arusha, Tanzania, pada Jumat (9/10/2026). Kehadiran Ketua DPR tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama antarparelmen dunia serta memperjuangkan kepentingan negara berkembang di forum multilateral.

Sidang Umum IPU merupakan forum tertinggi organisasi parlemen internasional yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara anggota. Dalam forum tersebut, para ketua parlemen dan delegasi membahas berbagai isu strategis, termasuk perdamaian dunia, pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender, serta tantangan demokrasi di era global.

"Kehadiran Indonesia dalam Sidang Umum IPU ke-153 merupakan wujud nyata diplomasi parlemen yang selama ini menjadi salah satu pilar politik luar negeri Indonesia," demikian pernyataan yang disampaikan dalam konteks kehadiran Ketua DPR di forum tersebut.

Peran Strategis Diplomasi Parlemen Indonesia

Berdasarkan ketentuan yang mengatur hubungan luar negeri, DPR RI memiliki mandat konstitusional untuk turut serta memperjuangkan kepentingan nasional melalui jalur parlemen. Diplomasi parlemen dinilai menjadi instrumen penting dalam menjembatani perbedaan pandangan antarbangsa, terutama ketika forum-forum antar pemerintah menghadapi kebuntuan dalam sejumlah isu global.

Partisipasi Ketua DPR pada forum IPU ke-153 menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia. Posisi tersebut memberikan legitimasi tersendiri bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Dalam berbagai kesempatan, Puan Maharani secara konsisten menyatakan bahwa parlemen harus menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan global. Hal ini sejalan dengan prinsip yang ditetapkan dalam berbagai resolusi IPU yang menempatkan parlemen sebagai aktor penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.

Isu Utama dalam Agenda Sidang

Sidang Umum IPU ke-153 mengangkat sejumlah tema krusial yang menjadi perhatian komunitas internasional. Salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Selain itu, delegasi juga membahas percepatan pencapaian target pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Isu kesetaraan gender dan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif menjadi perhatian tersendiri. Dalam konteks ini, Indonesia dapat menampilkan capaian keterwakilan perempuan di parlemen yang terus mengalami peningkatan dari periode ke periode. Kepemimpinan perempuan di kursi tertinggi DPR RI menjadi salah satu indikator kemajuan demokrasi Indonesia yang layak diapresiasi di forum internasional.

Delegasi Indonesia juga diharapkan menyuarakan pentingnya reformasi tata kelola global, termasuk memperkuat multilateralisme yang inklusif. Negara-negara berkembang sering kali merasa belum terwakili secara proporsional dalam pengambilan keputusan di lembaga-lembaga internasional, sehingga forum IPU menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

Makna Kehadiran bagi Politik Luar Negeri

Kehadiran Ketua DPR pada Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha tidak dapat dilepaskan dari tradisi panjang keterlibatan Indonesia dalam organisasi tersebut. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara anggota aktif yang secara rutin mengirimkan delegasi ke forum-forum IPU, baik pada tingkat sidang umum maupun pertemuan komite-komite khusus.

Aktivitas diplomasi parlemen di Tanzania ini juga menjadi bagian dari rangkaian upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara Afrika. Kawasan Afrika memiliki potensi kerja sama ekonomi yang besar, dan pendekatan melalui jalur parlemen dapat membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga pendidikan.

Selain itu, kehadiran Ketua DPR dalam forum ini memperlihatkan kesinambungan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Prinsip tersebut menuntut Indonesia untuk aktif berperan dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dengan keikutsertaan pada Sidang Umum IPU ke-153, DPR RI kembali menegaskan bahwa parlemen Indonesia tidak hanya berperan dalam ranah legislasi domestik, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan agenda global. Keputusan untuk hadir dan terlibat aktif merupakan bagian dari keputusan politik yang ditetapkan dalam kerangka pelaksanaan fungsi hubungan luar negeri DPR RI.

Pelaksanaan Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha diharapkan menghasilkan sejumlah resolusi yang bermanfaat bagi negara-negara anggota, termasuk Indonesia. Forum tersebut menjadi momentum kolektif bagi parlemen dunia untuk menindaklanjuti komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, krisis energi, hingga ancaman terorisme dan ekstremisme.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User