Kemkomdigi dan Makassar Creative Hub Cetak Talenta Technopreneur Muda
MAKASSAR – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Makassar Creative Hub (MCH) untuk membina generasi muda technopreneur di Sulawesi Selatan. Kesepa...
MAKASSAR – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Makassar Creative Hub (MCH) untuk membina generasi muda technopreneur di Sulawesi Selatan. Kesepakatan ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Talenta Digital di Makassar, Jumat (14/6/2024).
Kolaborasi Strategis untuk Ekosistem Technopreneur
Dalam rapat tersebut, Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan technopreneur muda.
"Kami melihat potensi besar di Makassar sebagai pusat inovasi digital di Indonesia Timur,"ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkomdigi, Budi Santoso, di hadapan peserta rapat. Kolaborasi ini akan mencakup pelatihan intensif, pendampingan bisnis, serta akses terhadap jaringan investor dan industri.
Makassar Creative Hub: Katalis Inovasi Anak Muda
Makassar Creative Hub yang berlokasi di kawasan strategis Makassar akan menjadi pusat kegiatan.
"MCH siap menjadi ruang kolaborasi bagi para kreator dan inovator muda,"jelas Koordinator MCH, Andi Rifai. Fasilitas ini telah mendukung lebih dari 200 startup lokal sejak didirikan pada tahun 2021. Kini, dengan dukungan Kemkomdigi, MCH menargetkan pelipatgandaan dampak melalui program terstruktur.
Fokus pada Sektor Teknologi Prioritas
Program ini akan memprioritaskan sektor e-commerce, financial technology (fintech), pengembangan aplikasi mobile, dan kecerdasan buatan (AI).
"Kami ingin mencetak technopreneur yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi masalah lokal,"tambah Budi Santoso. Sebanyak 500 talenta muda ditargetkan mengikuti program ini dalam 12 bulan pertama.
Sinergi dengan Program Nasional
Program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang diinisiasi oleh Kemkomdigi.
"Makassar menjadi salah satu dari 10 kota prioritas dalam gerakan ini,"jelas Budi. Dengan bergabungnya MCH, ekosistem startup di Makassar akan semakin terintegrasi dengan jaringan nasional dan internasional. Peserta juga berkesempatan mengikuti bootcamp nasional yang diadakan oleh Kemkomdigi.
Profil Technopreneur Sukses dari Makassar
Makassar telah melahirkan beberapa technopreneur yang berhasil menembus pasar nasional, seperti aplikasi pertanian digital Petani Cerdas dan platform e-commerce lokal Toraja Store.
"Kisah sukses ini harus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,"kata Andi Rifai. Program Kemkomdigi-MCH akan menghadirkan para pendiri startup sukses sebagai mentor tamu untuk berbagi pengalaman dan strategi.
Pendanaan dan Insentif bagi Peserta
Untuk mengikuti program ini, peserta tidak dipungut biaya. Kemkomdigi menyiapkan dana hibah awal sebesar Rp 10 miliar untuk mendukung prototipe terbaik.
"Setiap tim yang lolos seleksi akan mendapatkan akses ke cloud computing gratis senilai Rp 50 juta per tahun,"tambah Budi. Selain itu, insentif pajak sedang diusulkan untuk pemodal ventura yang berinvestasi pada startup binaan program ini.
Tahapan Seleksi dan Kriteria Peserta
Seleksi dilakukan secara transparan melalui platform digital Kemkomdigi. Kriteria utama meliputi ide bisnis berbasis teknologi, potensi dampak lokal, dan komitmen tim.
"Kami mendorong partisipasi perempuan dan penyandang disabilitas,"tegas Budi tentang kuota 30% untuk kelompok inklusif. Batas pendaftaran adalah 30 Juni 2024, dan pengumuman peserta terpilih pada 10 Juli 2024.
Rencana Implementasi dan Target Jangka Pendek
Berdasarkan rencana yang disahkan, tahap awal dimulai pada Juli 2024 dengan seleksi peserta dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Kemkomdigi menyediakan kurikulum berbasis industri 4.0, sementara MCH mengelola operasional harian.
"Sinkronisasi antara kebijakan pusat dan kebutuhan lokal adalah kunci,"ujar Budi. Peserta juga akan mengikuti program inkubasi selama enam bulan dengan bimbingan mentor berpengalaman, diakhiri dengan demo day untuk mempresentasikan proyek kepada calon investor.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Makassar menyambut baik inisiatif ini.
"Kami akan mendukung penuh dari sisi infrastruktur dan regulasi,"ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Makassar, Fathur Rahman. Ia menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi Makassar sebagai kota cerdas (smart city).
Antusiasme dari Komunitas dan Akademisi
Komunitas pengembang aplikasi lokal, seperti Makassar Dev Community, menyatakan minatnya untuk berpartisipasi.
"Ini adalah kesempatan langka bagi kami untuk belajar langsung dari praktisi nasional,"kata Ketua Komunitas, Rina Sari. Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dwia Aries Tina, menyebut kolaborasi ini sebagai
"langkah konkret menjembatani kampus dengan dunia industri."
Tantangan dan Peluang
Beberapa pihak mengingatkan tentang tantangan infrastruktur internet di daerah terpencil Sulawesi Selatan. Menanggapi hal ini, Kemkomdigi menyatakan akan berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memastikan konektivitas yang memadai.
"Kami tidak akan membiarkan hambatan teknis menghalangi talenta terbaik,"tegas Budi.
Harapan untuk Ekonomi Digital Indonesia Timur
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi digital Sulawesi Selatan yang saat ini masih di bawah 5% dari PDRB.
"Dengan technopreneur yang tangguh, kami menargetkan peningkatan menjadi 10% dalam lima tahun ke depan,"kata Budi optimistis. Para ahli ekonomi digital dari Universitas Indonesia juga menyambut positif langkah ini sebagai strategi pemerataan ekonomi digital di luar Jawa.
Secara keseluruhan, kemitraan Kemkomdigi dan Makassar Creative Hub menjadi model pengembangan technopreneur di Indonesia Timur. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi memperkuat target menciptakan wirausahawan digital yang tangguh dan berdaya saing global.
Comments (0)