Keji! Dihalangi Tentara Israel, Bayi 4 Bulan Meninggal di Dalam Ambulans

Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di Tepi Barat ketika seorang bayi laki-laki Palestina berusia empat bulan, Ahmad Marouf Zeid, meninggal dunia di dalam ambulans yang sedang dalam perjalanan darurat

Jul 07, 2026 - 22:47
0 0
Keji! Dihalangi Tentara Israel, Bayi 4 Bulan Meninggal di Dalam Ambulans

Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di Tepi Barat ketika seorang bayi laki-laki Palestina berusia empat bulan, Ahmad Marouf Zeid, meninggal dunia di dalam ambulans yang sedang dalam perjalanan darurat menuju rumah sakit. Insiden memilukan ini dipicu oleh pemeriksaan ketat di pos pemeriksaan (checkpoint) militer Israel di barat Ramallah pada Minggu malam waktu setempat. Bayi malang tersebut tidak dapat diselamatkan setelah proses evakuasi medis dihalangi tentara Israel selama lebih dari satu jam.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Ramallah dan el-Bireh, Laila Ghannam, melalui pernyataan resmi. Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, tim dokter di Rumah Sakit Spesialis Arab telah menyatakan Ahmad meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan—terlambat karena penundaan fatal di tengah jalan. Bayi itu sesungguhnya masih bisa tertolong jika akses medis tidak dihadang, mengingat kondisinya yang sudah sangat kritis sejak awal.

Kronologi Penghadangan yang Mematikan

Kendaraan ambulans yang membawa Ahmad bersama orang tuanya terhenti di pos pemeriksaan militer di sebelah barat Ramallah. Meskipun petugas medis berulang kali memperingatkan bahwa kondisi pasien genting dan memerlukan penanganan segera, aparat Israel bersikeras menjalankan prosedur pemeriksaan. Akibatnya, waktu emas untuk memberikan pertolongan lenyap begitu saja. Ahmad Marouf Zeid akhirnya mengembuskan napas terakhir di dalam ambulans, sebelum sempat mendapatkan perawatan intensif.

Gubernur Laila Ghannam mengecam keras insiden ini sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa akses terhadap layanan kesehatan adalah hak dasar yang harus dilindungi, bukan dihalangi dengan alasan keamanan.

"Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Seorang bayi tak berdosa kehilangan nyawanya hanya karena dihalangi mendapatkan perawatan medis. Tindakan biadab ini harus diusut tuntas dan pelakunya diadili," tegas Ghannam, seperti dikutip Apaberita.com.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga Ahmad, kekerasan di wilayah pendudukan Tepi Barat masih terus berlanjut. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang remaja Palestina berusia 16 tahun tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel di lokasi terpisah. Insiden penembakan ini menambah panjang daftar korban jiwa di kalangan warga sipil, khususnya anak-anak dan remaja, yang menjadi sasaran operasi militer.

Kedua peristiwa tragis ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan komunitas internasional. Mereka menyoroti praktik sistematis Israel dalam membatasi mobilitas warga Palestina, termasuk akses terhadap fasilitas kesehatan darurat, yang secara langsung mengancam keselamatan jiwa. Hukum humaniter internasional secara tegas melarang penghalangan bantuan medis terhadap warga sipil, terutama dalam situasi darurat yang mengancam jiwa. Namun, praktik di lapangan menunjukkan realitas yang jauh dari standar kemanusiaan.

Apaberita.com akan terus memantau perkembangan situasi di Tepi Barat dan melaporkan setiap dampak yang menimpa warga sipil, serta respons dunia terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di wilayah pendudukan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User