Kebakaran Ruko Sembako di Tangerang Selatan Rugikan Rp 1,2 Miliar

Kebakaran hebat melanda sebuah ruko penjual sembilan kebutuhan pokok di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Selasa (20/8/2026). Insiden yang diduga dipicu hubungan a...

Kebakaran Ruko Sembako di Tangerang Selatan Rugikan Rp 1,2 Miliar

Kebakaran hebat melanda sebuah ruko penjual sembilan kebutuhan pokok di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Selasa (20/8/2026). Insiden yang diduga dipicu hubungan arus pendek listrik tersebut mengakibatkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar. Puluhan personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang sempat menghanguskan sebagian besar bangunan.

Penyebab Kebakaran: Hubungan Arus Pendek Listrik

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Hendra Haryadi, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa kebakaran bermula dari bagian belakang bangunan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan barang. Dugaan sementara, api pertama kali muncul dari instalasi listrik yang mengalami korsleting akibat beban berlebih pada jaringan kabel yang sudah berusia tua.

"Berdasarkan penilaian awal di lapangan, kebakaran ini disebabkan oleh hubungan arus pendek pada panel listrik di bagian gudang. Kabel instalasi di bangunan tersebut sudah berusia lebih dari 15 tahun tanpa melakukan pemeliharaan berkala," ujar Hendra Haryadi.

Ia menambahkan, api pertama kali terlihat oleh pemilik ruko sekitar pukul 06.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) ketika hendak membuka toko untuk operasional harian. Saksi mata melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian belakang bangunan sebelum api menjalar dengan cepat ke seluruh bagian ruko.

Upaya Pemadaman dan Pengendalian Situasi

Petugas pemadam kebakaran dari empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian kurang dari 15 menit setelah laporan diterima oleh petugas jukir (juru ketertiban) setempat. Proses pemadaman memakan waktu sekitar dua jam mengingat kondisi bangunan ruko yang berada di kawasan padat pemukiman dan akses jalan yang relatif sempit.

Koordinator Tim Penyelamat di lapangan, Kapten Rizki Pratama, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam proses pemadaman adalah material yang mudah terbakar di dalam ruko, termasuk kemasan plastik dan bahan pangan kering. Hal ini membuat api menyebar dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan dalam tahap awal.

"Kami menerjunkan 32 personel dengan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Tantangan utama adalah material mudah terbakar di dalam toko yang mempercepat penyebaran api. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.45 WIB," ungkap Rizki Pratama.

Upaya pemadaman juga melibatkan kerja sama dengan warga sekitar yang turut membantu menyediakan akses air dan meminggirkan kendaraan bermotor untuk memberi ruang bagi mobil pemadam kebakaran beroperasi.

Kerugian Materiil dan Dampak terhadap Pemilik Usaha

Pemilik ruko, Siti Rahmawati (52 tahun), menyatakan kerugian yang dialami mencapai Rp 1,2 miliar jika dihitung dari total aset bangunan beserta seluruh inventaris barang dagangan yang hangus terbakar. Ruko tersebut merupakan sumber penghasilan utama keluarganya selama 12 tahun terakhir.

"Seluruh tabungan dan pinjaman modal usaha dari bank habis dalam waktu singkat. Saya tidak tahu harus memulai dari mana lagi. Semua barang dagangan, termasuk stok sembako untuk bulan depan, ludes terbakar," tutur Siti Rahmawati dengan nada sedih.

Siti menjelaskan, di dalam ruko tersimpan stok beras, minyak goreng, gula, tepung, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya senilai ratusan juta rupiah. Selain itu, peralatan elektronik seperti kulkas dan mesin kasir juga turut menjadi korban kebakaran. Total kerugian mencakup:

  • Bangunan ruko: Rp 450 juta
  • Inventaris barang dagangan: Rp 550 juta
  • Peralatan elektronik dan furnitur: Rp 200 juta

Pihak kecamatan dan kelurahan setempat menyatakan akan segera melakukan pendataan untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan bagi keluarga yang terdampak.

Tindak Lanjut Penyelidikan dan Imbauan Keselamatan

Kepolisian Resor Kota Tangerang Selatan melalui unit Identifikasi dan Perlindungan Masyarakat (Intelkam) telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Komisaris Polisi Budi Santoso, Kapolsek Serpong Utara, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya kesengajaan yang mengarah pada tindak pidana.

"Setelah dilakukan pemeriksaan TKP, kami memastikan kebakaran murni akibat korsleting listrik. Tidak ada unsur kesengajaan atau tindak pidana dalam peristiwa ini. Kami imbau seluruh warga untuk waspada terhadap instalasi listrik di rumah dan tempat usaha masing-masing," tegas Komisaris Polisi Budi Santoso.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik di rumah dan tempat usaha. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain memeriksa kondisi kabel, mengganti panel listrik yang sudah usang, serta tidak membebani jaringan listrik dengan peralatan berdaya tinggi secara bersamaan.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap unit usaha dan memastikan jalur evakuasi tetap dalam kondisi dapat diakses sewaktu-waktu. Langkah preventif ini dianggap penting mengingat kawasan Serpong Utara memiliki kepadatan bangunan komersial yang cukup tinggi.

Dukungan Pemerintah Daerah bagi Korban

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Subchan Amin, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa kebakaran yang menimpa warganya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memberikan bantuan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi korban bencana.

"Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah kota akan segera menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok dan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang terdampak. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu proses pemulihan usaha korban," ujar Subchan Amin.

Peristiwa kebakaran ruko di Serpong Utara ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan instalasi listrik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Dengan kerugian materiil yang mencapai miliaran rupiah, diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi pemilik usaha dan warga sekitar untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan properti masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User