Kebakaran Pabrik Bingkai di Duren Sawit, 100 Personel Damkar Dikerahkan
Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik bingkai di Jalan Duren Sawit Raya, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari sekira pukul 03.15 WIB. Peristiwa tersebut men...
Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik bingkai di Jalan Duren Sawit Raya, Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari sekira pukul 03.15 WIB. Peristiwa tersebut mendorong Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 22 unit armada pemadam kebakaran dan 100 personel ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman serta evakuasi. Hingga saat ini, penyebab pasti dari peristiwa kebakaran belum dapat diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jakarta Timur, Drs. Bambang Sutrisno, M.Si., menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekira pukul 03.20 WIB. "Tim operasional dari Pos Pemadam Kebakaran Duren Sawit dan sekitarnya langsung bergerak menuju lokasi berdasarkan informasi dari masyarakat. Kami menetapkan status tanggap darurat kebakaran tingkat dua karena luasnya area yang terbakar," ujarnya.
Hambatan Akses dan Keterbatasan Sumber Air
Upaya pemadaman yang dilakukan oleh ratusan personel damkar menghadapi kendala teknis yang signifikan di lapangan. Akses jalan menuju pabrik yang berada di pemukiman padat dinilai terlalu sempit untuk dilalui armada besar, sehingga beberapa unit mobil tangki harus diparkir di jalan utama dan dilanjutkan dengan pemasangan selang panjang hingga mencapai titik api. Selain itu, kondisi sumber air di sekitar lokasi tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional pemadaman dalam skala besar.
Komandan Regu Operasional Lapangan, Sersan Mayor Darmawan, menegaskan bahwa keterbatasan hydrant umum memaksa timnya melakukan sistem relay dari titik pengisian air yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi kebakaran. "Kami harus mengatur strategi pengambilan air dari beberapa sumber alternatif karena tekanan hydrant di sekitar pabrik tidak mencukupi. Proses ini memakan waktu lebih lama, namun kami berhasil mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan permukiman warga sekitar," tegasnya.
Api yang berkobar dari gudang penyimpanan bahan baku kayu dan cat thinner tersebut sempat membesar dan menghasilkan kepulan asap tebal berwarna hitam yang terlihat dari radius beberapa kilometer. Personel damkar harus bekerja ekstra untuk mencegah loncatan api ke rumah-rumah warga yang berdiri hanya berjarak tiga meter dari dinding belakang pabrik.
Evakuasi Berlangsung Tertib Tanpa Korban Jiwa
Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Tanggap Darurat sementara yang didirikan di depan lokasi kebakaran, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Seluruh pekerja pabrik yang berjumlah 15 orang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan sebelum api menjalar ke area ruang produksi utama. Sebanyak tiga orang pekerja mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah dibawa ke Puskesmas Duren Sawit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Lurah Duren Sawit, Hj. Rina Marlina, S.Sos., menyatakan bahwa pihak kelurahan telah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan membuka posko pengungsian darurat di Balai Warga RT 04/RW 08. "Kami telah mengoordinasikan dengan tim kesehatan Puskesmas Kelurahan Duren Sawit untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang terdampak asap kebakaran. Situasi saat ini telah dikendalikan dan warga tidak perlu panik," ucapnya.
Sejumlah warga sekitar yang rumahnya berada di zona aman turut membantu proses evakuasi dengan membuka halaman rumah mereka sebagai jalur alternatif bagi personel damkar. Kerugian materiil dari peristiwa kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar berdasarkan estimasi awal pemilik usaha, meskipun angka pasti masih akan dihitung oleh tim asuransi dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat.
Investigasi Penyebab dan Evaluasi Tindak Lanjut
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Duren Sawit, Kompol Agus Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim Inafis dan penyidik dari Unit Reserse ke lokasi untuk mengungkap penyebab kebakaran. "Kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui apakah peristiwa ini disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian operasional, atau faktor lainnya. Hasil penyelidikan akan kami sampaikan dalam Rapat Koordinasi dengan pihak terkait," jelasnya.
Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sedang meninjau kembali izin usaha dan kelengkapan persyaratan keselamatan kebakaran dari pabrik bersangkutan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai ketaatan pengelola pabrik terhadap standar proteksi kebakaran aktif dan pasif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Plt. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ins. Nugroho Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar Rapat Koordinasi internal untuk mengevaluasi respons penanganan kebakaran tersebut. "Kami akan menetapkan keputusan teknis terkait penambahan armada dan perbaikan sistem hydrant di wilayah rawan kebakaran komersial. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap peristiwa kebakaran di masa mendatang dapat ditangani lebih cepat dan efektif," pungkasnya.
Comments (0)