Kebakaran Landa Gedung Bapenda DKI, Puluhan Pegawai Dievakuasi
Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026) pagi. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelam...
Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Taman Suropati Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026) pagi. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang menghanguskan sebagian ruangan di lantai tiga gedung milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut. Dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa, namun puluhan pegawai yang sedang bertugas dievakuasi ke halaman depan gedung untuk mengantisipasi meluasnya api.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, api pertama kali diketahui muncul dari salah satu ruangan penyimpanan arsip di lantai tiga sekitar pukul 09.30 WIB. Sejumlah pegawai yang berada di lantai tersebut sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi api cepat menjalar ke ruangan di sekitarnya. Petugas keamanan gedung kemudian melaporkan kejadian itu ke pos pemadam kebakaran terdekat.
"Unit pertama tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB dan api berhasil dilokalisir dalam waktu kurang lebih 45 menit. Saat ini kami masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa," kata salah seorang petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta di lokasi kejadian.
Petugas Gulkarmat menyatakan api tidak meluas ke lantai lain karena upaya pembasahan serta pemutusan aliran listrik gedung dilakukan lebih awal. Asap tebal yang sempat menyelimuti lantai tiga juga telah berhasil dievakuasi menggunakan alat bantu ventilasi.
Evakuasi Pegawai dan Pengamanan Dokumen
Kepala Bagian Umum Bapenda DKI Jakarta menyatakan seluruh pegawai yang berada di dalam gedung telah keluar dalam keadaan selamat. Proses evakuasi berlangsung tertib karena setiap lantai memiliki petugas penanggung jawab yang mengarahkan pegawai melalui tangga darurat.
"Seluruh pegawai yang berada di dalam gedung telah kami evakuasi dan semuanya dalam keadaan selamat. Saat ini kami tengah melakukan pendataan terhadap aset serta dokumen penting yang berada di ruangan terdampak," ujarnya.
Ia menambahkan, dokumen perpajakan yang tersimpan di lantai tiga sebagian besar telah didigitalisasi sehingga risiko kehilangan data wajib pajak dinilai minimal. Kendati demikian, pendataan tetap dilakukan secara menyeluruh sebagai bentuk kehati-hatian.
Investigasi Penyebab Kebakaran
Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bersama tim Laboratorium Forensik Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis siang. Sejumlah saksi, termasuk petugas keamanan gedung dan pegawai yang berada di lantai tiga, telah dimintai keterangan.
"Penyebab pasti kebakaran masih kami selidiki. Dugaan awal mengarah pada korsleting arus listrik, tetapi kami tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan laboratorium forensik keluar," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat.
Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menindaklanjuti insiden ini. Berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang keselamatan gedung, seluruh bangunan perkantoran milik pemerintah wajib menjalani pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran.
Pelayanan Tetap Berjalan dan Evaluasi Keamanan Gedung
Menindaklanjuti kebakaran tersebut, Bapenda DKI Jakarta menegaskan bahwa pelayanan kepada wajib pajak tidak terganggu. Layanan administrasi perpajakan tetap dapat diakses melalui saluran daring, sementara pelayanan tatap muka untuk sementara dialihkan ke kantor unit pelayanan terdekat.
Pemprov DKI Jakarta melalui Sekretariat Daerah juga direncanakan menggelar rapat koordinasi pada Jumat (21/8/2026) untuk mengevaluasi sistem keselamatan gedung perkantoran di lingkungan pemerintahan. Evaluasi mencakup kelengkapan alat pemadam, jalur evakuasi, serta uji kelayakan instalasi listrik di sejumlah gedung lainnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh instansi untuk memperketat pengawasan terhadap potensi bahaya kebakaran. Pengawasan berkala terhadap instalasi listrik dan simulasi evakuasi rutin dinilai penting untuk meminimalkan risiko serupa di masa mendatang.
Comments (0)