Kebakaran Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (15/06/2024) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di lantai tiga gedung utama ya...
Kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (15/06/2024) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Peristiwa tersebut berlangsung di lantai tiga gedung utama yang berlokasi di kawasan administratif ibu kota. Belasan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar sebagian ruang arsip dan peralatan elektronik.
Upaya Pemadaman dan Evakuasi
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta tiba di lokasi kejadian dalam waktu kurang dari sepuluh menit setelah menerima laporan dari masyarakat. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 18 unit armada pemadam kebakaran dan 120 personel untuk mengendalikan situasi. "Personel kami bekerja secara bertahap dengan pendekatan ofensif defensif guna mencegah meluasnya api ke lantai lainnya," ujarnya.
Proses pemadaman menghadapi kendala akibat padatnya aktivitas di kawasan tersebut serta keterbatasan ruang gerak untuk menempatkan tangga hidrolik. Tim penyelamat juga mengevakuasi seluruh petugas jaga malam yang berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu petugas mengalami luka ringan akibat terpapar asap dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dampak dan Estimasi Kerugian
Kepala Bapenda Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.45 WIB setelah petugas melakukan pendinginan selama lebih dari tiga jam. "Kami masih menghitung total kerugian material, namun estimasi awal menunjukkan kerusakan pada peralatan komputer, server pendukung, dan dokumen perpajakan yang tersimpan di lantai tiga," katanya dalam keterangan resmi di lokasi kejadian.
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bapenda bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan asli daerah yang memerlukan kelancaran sistem administrasi. Kebakaran ini berpotensi mengganggu sebagian layanan perpajakan elektronik sementara waktu. Pihaknya menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan membentuk tim khusus yang akan bekerja sama dengan Kepolisian dan tim Laboratorium Forensik Kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Pleno internal juga telah digelar pada pagi hari untuk menetapkan langkah darurat operasional.
Penyelidikan dan Tindak Lanjut
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran. "Tim inafis kami mulai melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi titik api pertama dan memeriksa kelengkapan sistem proteksi kebakaran gedung," jelasnya. Dugaan sementara, api berasal dari konsleting listrik di salah satu ruang server yang tidak dilengkapi perangkat pemutus daya otomatis secara memadai.
Dalam rapat koordinasi darurat yang digelar bersama Fraksi-fraksi di lingkungan pemerintah provinsi, disepakati bahwa pelayanan perpajakan tetap berjalan dengan mengalihkan operasional ke gedung alternatif. Rapat Koordinasi tersebut juga menetapkan evaluasi menyeluruh terhadap protokol keselamatan gedung-gedung milik pemerintah daerah. Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra di DPRD DKI Jakarta menyuarakan pentingnya audit ketat terhadap instalasi listrik di seluruh aset daerah pascakejadian ini.
Pj. Gubernur DKI Jakarta dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan sistem proteksi kebakaran di seluruh gedung pemerintahan akan segera ditetapkan. "Kami memerintahkan seluruh unit kerja untuk memastikan standar keselamatan kebakaran sesuai peraturan yang berlaku. Tidak boleh ada kompromi terhadap risiko yang mengancam aset dan keselamatan pegawai," tegasnya. Pemerintah provinsi juga akan menindaklanjuti klaim asuransi gedung serta mempercepat proses digitalisasi arsip guna meminimalkan risiko kehilangan data di masa mendatang.
Comments (0)