SalamAir Terbang Perdana Muscat–Medan, Pemerintah Yakin Wisman Timur Tengah Meningkat
Maskapai berbiaya hemat asal Kesultanan Oman, SalamAir, resmi membuka jalur penerbangan langsung yang menghubungkan Muscat dengan Medan. Penerbangan perdananya mendarat di Bandar Udara Internasional K...
Maskapai berbiaya hemat asal Kesultanan Oman, SalamAir, resmi membuka jalur penerbangan langsung yang menghubungkan Muscat dengan Medan. Penerbangan perdananya mendarat di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Jumat (21/8/2026), dan disambut dengan penyemprotan air atau water salute sebagai penghormatan resmi atas pembukaan rute baru tersebut.
Pembukaan rute Muscat–Medan ditanggapi optimistis oleh pemerintah. Konektivitas udara baru ini dinilai strategis untuk memperkuat arus kunjungan wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi Sumatra Utara dan sekitarnya.
Penerbangan Perdana Disambut Water Salute
Kedatangan pesawat SalamAir di Kualanamu dihadiri perwakilan manajemen maskapai, pengelola bandara, serta pejabat pemerintah daerah. Dalam seremoni yang berlangsung di area kedatangan internasional itu, para pihak menandai dimulainya operasional rute melalui pemotongan pita dan penyemprotan air oleh unit pemadam kebakaran bandara.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan maskapai, rute Muscat–Medan ditempuh dalam durasi sekitar enam jam per penerbangan. Penumpang yang datang dari Medan juga dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di kawasan Teluk melalui bandara hub Muscat, sehingga konektivitas Indonesia dengan Timur Tengah menjadi semakin luas.
SalamAir merupakan maskapai berbiaya hemat yang berbasis di Muscat dan mengoperasikan armada pesawat berbadan sempit untuk jaringan penerbangannya di kawasan Teluk, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Pembukaan rute menuju Medan merupakan bagian dari ekspansi jaringan maskapai tersebut ke Indonesia setelah sebelumnya melayani sejumlah kota besar lain di Asia Tenggara.
Pemerintah Optimistis Tingkatkan Kunjungan Wisman
Pemerintah menyatakan pembukaan rute ini sejalan dengan strategi nasional untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara.
"Kami optimistis kehadiran penerbangan langsung ini akan mendorong peningkatan signifikan kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke Sumatra Utara,"
ujar perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam sambutannya pada acara penyambutan di bandara.
Wisatawan Timur Tengah dikenal memiliki daya beli tinggi serta durasi kunjungan yang lebih lama dibandingkan rata-rata wisatawan asing. Sumatra Utara dinilai memiliki daya tarik yang sesuai, mulai dari kawasan Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai destinasi super prioritas hingga potensi wisata halal yang belakangan berkembang di sejumlah daerah.
Selain sektor pariwisata, rute penerbangan ini diprediksi mempercepat arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Oman. Pemerintah menegaskan akan menindaklanjuti pembukaan rute tersebut dengan program promosi destinasi secara masif, termasuk melalui kerja sama promosi bersama dengan maskapai dan pelaku industri pariwisata setempat.
Pengelola Bandara Siapkan Layanan Optimal
Pengelola Bandar Udara Internasional Kualanamu menyatakan kesiapan operasional penuh untuk melayani rute internasional baru tersebut.
"Kami telah menyiapkan layanan imigrasi, bea cukai, dan karantina agar penumpang memperoleh pelayanan yang cepat dan nyaman,"
kata General Manager bandara setempat dalam keterangannya.
Kesiapan layanan dinilai penting karena bandara akan menghadapi tambahan lalu lintas penerbangan internasional dari kawasan Timur Tengah. Pengelola juga menyiapkan fasilitas pendukung, antara lain transportasi darat dari bandara menuju pusat Kota Medan serta penguatan layanan kebandarudaraan lainnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penerbangan.
Rapat Koordinasi untuk Tindak Lanjut
Pemerintah akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menyusun langkah tindak lanjut pasca dibukanya rute Muscat–Medan. Beberapa agenda yang akan dibahas antara lain kebijakan visa bagi wisatawan Timur Tengah, promosi pariwisata terpadu, serta sinergi dengan maskapai dan asosiasi penerbangan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga akan membahas penguatan kerja sama ekonomi bilateral dengan Oman, termasuk potensi peningkatan ekspor dan investasi yang tercantum dalam perjanjian kerja sama yang telah disahkan kedua negara. Keputusan yang dihasilkan dari rapat itu nantinya diharapkan memperkuat keberlanjutan rute penerbangan ini dalam jangka panjang.
Pembukaan rute ini juga diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah, terutama sektor perhotelan, restoran, dan jasa transportasi. Asosiasi industri pariwisata Sumatra Utara menyatakan kesiapan pelaku usaha untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dari Timur Tengah.
Pemerintah menegaskan bahwa pembukaan rute internasional baru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional dengan pasar global. Dengan tersedianya akses langsung dari Timur Tengah, Sumatra Utara diharapkan semakin terintegrasi dalam peta penerbangan internasional dan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara.
Kehadiran SalamAir di Kualanamu sekaligus menambah daftar maskapai asing yang melayani penerbangan dari dan menuju Sumatra Utara. Pemerintah berharap momentum ini menjadi awal dari pembukaan rute-rute internasional lain yang akan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Comments (0)