Kebakaran Lahan Bekas Sampah Sukmajaya Depok, Dua Warga Dievakuasi

Kebakaran melanda bekas lahan pembuangan sampah di wilayah Sukmajaya, Depok, pada Minggu, 19 Juli 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Arief Wibow...

Jul 19, 2026 - 09:08
0 0
Kebakaran Lahan Bekas Sampah Sukmajaya Depok, Dua Warga Dievakuasi

Kebakaran melanda bekas lahan pembuangan sampah di wilayah Sukmajaya, Depok, pada Minggu, 19 Juli 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Arief Wibowo, menegaskan bahwa insiden tersebut berhasil ditangani dalam waktu kurang dari dua jam tanpa menimbulkan korban jiwa.

"Kami menerima laporan kebakaran pukul 13.35 WIB dan segera mengerahkan enam unit mobil pemadam dari tiga pos terdekat," ujar Arief dalam konferensi pers di Pos Induk Cimanggis sekitar pukul 16.00 WIB. Enam unit tersebut terdiri dari empat mobil pemadam, satu unit water tanker, dan satu unit rescue.

"Saat tim tiba di lokasi pada pukul 13.50 WIB, api sudah membesar dan menyebar ke tumpukan sampah kering seluas sekitar 800 meter persegi, serta membumbung tinggi akibat angin kencang," jelasnya.

Dua warga yang berada di sekitar lokasi, seorang pemulung bernama Jumadi (52) dan seorang penggembala kambing, Sutrisno (47), berhasil dievakuasi oleh tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran. Keduanya sempat terjebak karena kobaran api yang cepat menjalar ke pondok tempat mereka berteduh.

Kronologi dan Penanganan Cepat

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Kepala Regu Piket C, Serda Bambang Hermawan, kebakaran diduga berasal dari bekas lahan sampah yang sudah lama tidak terurus. Titik api pertama terlihat dari tumpukan sampah plastik dan kertas di sudut timur area. Api dengan cepat menyebar karena material yang mudah terbakar dan hembusan angin tenggara yang kencang.

"Tim kami langsung memprioritaskan evakuasi dua warga yang berada di pondok semi permanen berjarak sekitar 30 meter dari titik api. Alhamdulillah, mereka berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sutrisno mengalami luka ringan di tangan akibat terkena percikan bara dan langsung ditangani tim medis di lokasi," kata Bambang.

Meski demikian, Jumadi yang sehari-hari mengumpulkan barang bekas di area tersebut tidak mengalami cedera. Keduanya untuk sementara dititipkan di rumah kerabat yang tinggal di permukiman terdekat Kelurahan Sukmajaya.

Pengerahan Armada dan Personel

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok menurunkan 36 personel dan enam armada dari tiga pos pemadam: Pos Induk Cimanggis, Pos Sektor Sukmajaya, dan Pos Tapos. Kepala Seksi Operasional, Dian Novita, menyebutkan bahwa pengerahan personel dan peralatan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan kebakaran skala sedang.

"Kami menggunakan teknik pemadaman dengan membuat ilaran api atau sekat bakar untuk menghentikan perluasan, lalu menyemprotkan air dari empat sisi secara serempak. Water tanker berkapasitas 5.000 liter kami isi ulang di dua sumber air terdekat: satu dari saluran air di Jalan Merdeka dan satu dari mobil tangki suplai PDAM," jelas Dian.

Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis karena tebalnya asap hitam yang mengganggu jarak pandang. Tim pemadam menggunakan masker dan alat pelindung diri penuh. Meskipun demikian, api berhasil dikendalikan pada pukul 14.45 WIB dan dinyatakan padam total pukul 15.30 WIB.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Hingga sore hari, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pembersihan puing. "Kami mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan di lahan terbuka karena bisa memicu kebakaran saat musim kemarau seperti ini. Titik api kecil pun berpotensi menjadi besar," tegas Arief Wibowo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Depok turut melakukan asesmen awal dan mencatat area yang terbakar seluas 800 meter persegi. Kepala Pelaksana BPBD Depok, Yayan Ariyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk membersihkan sisa material dan memulihkan fungsi lahan.

"Kami sudah mengidentifikasi tiga titik rawan kebakaran di eks lahan sampah se-Kota Depok. Ini menjadi perhatian serius, mengingat musim kemarau masih akan berlangsung hingga September. Kami akan patroli lebih intens," ujar Yayan.

Warga sekitar mengapresiasi respons cepat petugas. Siti, 45 tahun, pemilik warung di dekat lokasi, mengatakan, "Api awalnya kecil, tapi cepat membesar. Saya langsung telepon damkar dan mereka datang cepat, tidak sampai 15 menit. Syukur tidak ada yang jadi korban."

Pemerintah Kota Depok memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User