Hardiyanto Kenneth Bantu Anak Disabilitas di Sela Tinjau Proyek Drainase Jakbar
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meninjau langsung proyek perbaikan saluran air di Jalan Duri Kepa, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (18/7/2026). Dalam ...
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meninjau langsung proyek perbaikan saluran air di Jalan Duri Kepa, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungan kerja yang berfokus pada pengendalian banjir itu, ia tidak hanya memeriksa kualitas konstruksi, tetapi juga menyambangi rumah keluarga penyandang disabilitas dan menyerahkan bantuan mobilitas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin dewan terhadap proyek-proyek strategis daerah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026. Proyek drainase di Duri Kepa sendiri menelan biaya Rp 4,7 miliar dan direncanakan rampung pada triwulan ketiga tahun ini. Panjang total saluran yang diperbaiki mencapai 320 meter, dengan lebar 80 centimeter dan tinggi 100 centimeter, didesain untuk mengurangi genangan yang kerap melanda empat RT di RW 03 saat musim hujan.
Tinjau Langsung Mutu Konstruksi
Mengenakan rompi proyek dan helm pengaman, Hardiyanto Kenneth berjalan menyusuri jalur galian sambil berdialog dengan mandor dan pekerja. Ia menanyakan progres, ketersediaan material, serta kendala di lapangan. Tampak hadir mendampingi Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Andrianto Wibisono, beserta jajarannya.
“Saya meminta Dinas Sumber Daya Air memastikan pekerjaan ini sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Beton yang digunakan harus memiliki mutu K-250, kedalaman galian tidak boleh kurang dari yang direncanakan, dan masa pemeliharaan konstruksi harus betul-betul diperhatikan,” ujar Hardiyanto Kenneth. Ia juga menekankan agar pengerjaan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, terutama akses warga dan limbah konstruksi.
Menurut data yang diperoleh di lokasi, proyek ini merupakan paket ketiga dari total lima paket perbaikan drainase di Kecamatan Kebon Jeruk yang dianggarkan tahun ini. Pekerjaan dimulai pada 2 Juni 2026 dan kontrak berdurasi 120 hari kalender. Hingga 18 Juli, progres telah mencapai 42 persen, sedikit lebih cepat dari jadwal. Hardiyanto Kenneth mengapresiasi hal itu, namun mengingatkan agar kecepatan tidak mengorbankan kualitas.
Komitmen Nyata bagi Penyandang Disabilitas
Saat sesi peninjauan, Hardiyanto Kenneth menerima laporan dari warga mengenai Muhammad Rizky (8), seorang anak penyandang disabilitas fisik yang tinggal di RT 04. Tanpa ragu, ia menyempatkan waktu untuk mengunjungi kediaman keluarga tersebut yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi proyek.
Di rumah sederhana itu, Hardiyanto Kenneth menyerahkan langsung satu unit kursi roda adaptif dan paket kebutuhan sehari-hari. Ia juga berdialog dengan orang tua Rizky untuk mendengar kesulitan yang dihadapi dalam merawat anak berkebutuhan khusus. “Kami di Fraksi berlatar belakang partai yang peduli terhadap kesejahteraan sosial, dan komitmen ini harus nyata. Infrastruktur boleh dibangun, tapi perhatian pada warga yang rentan tidak boleh dikesampingkan,” tegasnya.
Hardiyanto Kenneth menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan bagian dari anggaran proyek, melainkan inisiatif pribadi yang dijalankan melalui yayasan sosial yang ia bina. “Saya sudah koordinasikan dengan kelurahan setempat agar penanganan disabilitas di wilayah ini menjadi prioritas pendataan, sehingga program-program Pemprov DKI seperti kartu penyandang disabilitas dan bantuan alat kesehatan dapat tepat sasaran,” ujarnya menambahkan.
Ketua RW 03, Suwanto, yang turut hadir, menyatakan apresiasinya. “Kami tidak menyangka Pak Kenneth mau meluangkan waktu di sela-sela tugasnya meninjau proyek. Harapan kami, pembangunan saluran ini benar-benar bisa menghilangkan banjir, dan perhatian beliau pada warga disabilitas menjadi penyemangat bagi kami,” katanya.
Kolaborasi Pengawasan dan Dampak Sosial
Hardiyanto Kenneth menutup kunjungan dengan menyampaikan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya terbatas pada aspek teknis dan anggaran, melainkan juga dampak sosial proyek terhadap masyarakat. Ia meminta Dinas Sosial DKI dan Dinas Kesehatan untuk turut menjemput bola mendata warga disabilitas di lingkungan proyek-proyek strategis agar tidak ada yang terlewat dari jaring pengaman sosial.
“Pembangunan Jakarta harus inklusif. Setiap pekerjaan fisik yang menyentuh pemukiman warga harus diiringi dengan pendampingan sosial. Saya akan memantau realisasi bantuan ini sampai Rizky mendapatkan akses layanan yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Data dari Dinas Sosial DKI Jakarta mencatat, hingga Juni 2026 terdapat 2.834 penyandang disabilitas di Jakarta Barat yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Data Terpadu (SIMDAK). Namun, jumlah penyandang disabilitas yang belum terdata diperkirakan masih cukup besar, terutama di kawasan padat penduduk seperti Duri Kepa. Kunjungan kerja Hardiyanto Kenneth menjadi momentum untuk mendorong perbaikan data dan integrasi program.
Comments (0)