Kebakaran Dipicu Ledakan di Pulo Mas Tewaskan Satu Penghuni

Insiden kebakaran yang di dahului oleh suara ledakan keras menghanguskan rumah tinggal di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang penghun...

Kebakaran Dipicu Ledakan di Pulo Mas Tewaskan Satu Penghuni

Insiden kebakaran yang di dahului oleh suara ledakan keras menghanguskan rumah tinggal di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026) malam. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan yang dilalap api.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Timur, Agus Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.15 WIB.

"Unit pemadam pertama tiba di lokasi dalam waktu 12 menit setelah laporan diterima. Kondisi rumah sudah terbakar cukup hebat di bagian depan, menyulitkan akses pertolongan awal,"
ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026) dini hari.

Kronologi dan Situasi di Lokasi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, warga di sekitar Jalan Pulo Mas Utara 2B mendengar bunyi ledakan keras sekitar pukul 21.50 WIB, disusul dengan kepulan asap dan percikan api dari rumah bernomor 8. Saksi yang juga Ketua RT setempat, Haryono, mengatakan ledakan diduga berasal dari bagian dalam rumah.

"Kami langsung berusaha mendobrak pintu, tapi api sudah terlalu besar. Beberapa warga mencoba menyemprotkan air dengan alat seadanya sebelum petugas tiba,"
jelasnya.

Rumah tipe 45 tersebut dihuni oleh dua orang, yaitu pasangan suami istri. Suami, yang diketahui bernama Budi Santoso (58 tahun), berhasil menyelamatkan diri dengan luka bakar ringan di bagian tangan dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Cipto Mangunkusumo. Sementara itu, istrinya, Ratna Dewi (55 tahun), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tengah setelah api berhasil dijinakkan.

Penanganan dan Identifikasi Korban

Agus Wibowo menegaskan, proses pemadaman memakan waktu sekitar 45 menit dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dari pos terdekat.

"Kami menemukan korban dalam posisi terlindung di balik sofa. Dugaan sementara, korban mengalami sesak napas akibat asap tebal sebelum api membesar,"
imbuhnya.

Kepala Kepolisian Sektor Pulo Gadung, Komisaris Polisi Mulyadi, membenarkan bahwa telah dilakukan olah tempat kejadian perkara oleh tim Inafis. Ia menyatakan penyelidikan masih berlangsung, terutama untuk memastikan sumber ledakan.

"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Tim Laboratorium Forensik akan memeriksa residu di lokasi. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran tabung gas elpiji, mengingat temuan regulator yang rusak di dapur,"
tuturnya.

Selain korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp450 juta, meliputi bangunan dan seluruh isi rumah, termasuk satu unit kendaraan roda empat yang turut hangus. Surat keterangan kematian sementara telah diterbitkan oleh RSUD dr. Cipto Mangunkusumo, sementara proses identifikasi resmi menunggu verifikasi dari pihak keluarga yang telah dihubungi.

Respons dan Arahan Pemerintah Setempat

Camat Pulo Gadung, Andi Prasetyo, yang meninjau langsung lokasi pagi harinya, menyampaikan duka cita dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran.

"Ini pengingat keras bagi kita semua. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran untuk melakukan inspeksi dan sosialisasi penggunaan alat listrik dan gas secara aman di wilayah ini,"
tegasnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat juga menyalurkan bantuan darurat berupa tenda, selimut, dan kebutuhan pokok bagi korban selamat serta keluarga yang terdampak. Kepala Bagian Kesra, Dra. Rini Sulistyowati, menegaskan bahwa bantuan bersifat sementara sembari menunggu asesmen lebih lanjut.

"Kami pastikan hak-hak dasar keluarga korban terpenuhi, termasuk pendampingan psikologis,"
katanya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya sistem pengamanan dini di pemukiman padat penduduk. Data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026, terdapat 187 kasus kebakaran di Jakarta Timur, dengan penyebab dominan adalah korsleting listrik dan ledakan kompor gas. Satgas RW setempat diinstruksikan untuk mengaktifkan kembali posko kewaspadaan bencana, terutama menjelang musim kemarau.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Pulo Mas Utara telah kembali normal setelah jalur sempat ditutup untuk proses pemadaman. Pihak kepolisian masih memasang garis polisi di sekitar bangunan yang rata dengan tanah tersebut, dan penyelidikan lebih lanjut dijadwalkan melibatkan ahli konstruksi untuk memastikan struktur bangunan tidak membahayakan sekitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User