Kakek dan Balita Tewas Terjun dari Lantai 3 Sekolah Methodist Medan

MEDAN — Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga di Medan, Kamis (15/5/2025), ketika seorang kakek bernama Erwin (50) dan cucu perempuannya berinisial ZN (3) ditemukan meninggal dunia di halaman bel...

Kakek dan Balita Tewas Terjun dari Lantai 3 Sekolah Methodist Medan

MEDAN — Peristiwa tragis menimpa sebuah keluarga di Medan, Kamis (15/5/2025), ketika seorang kakek bernama Erwin (50) dan cucu perempuannya berinisial ZN (3) ditemukan meninggal dunia di halaman belakang kompleks Sekolah Methodist 6 di Jalan Gatot Subroto. Keduanya diduga kuat jatuh dari lantai tiga gedung sekolah yang memiliki ketinggian sekitar 12 meter.

Kepolisian dari Polsek Medan Baru langsung turun tangan dan memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat area sekolah sedang sepi karena jam istirahat.

Kronologi Kejadian

Seorang petugas kebersihan sekolah, Sumiati (45), yang pertama kali menyadari adanya dua sosok tergeletak di dekat tangga darurat sisi barat gedung. “Saya mendengar suara seperti benda berat jatuh, lalu saya berlari ke sumber suara dan melihat pak tua dan anak kecil sudah berlumuran darah,” ujarnya dengan nada tercekat saat ditemui di lokasi.

Sumiati langsung berteriak meminta pertolongan hingga sejumlah guru dan staf administrasi keluar. Mereka segera menghubungi ambulans, namun setelah diperiksa oleh petugas medis dari Puskesmas Medan Baru yang tiba pukul 11.45 WIB, kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia di tempat. “Kami hanya bisa mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk autopsi,” kata dr. Rini, dokter jaga Puskesmas.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sepasang sandal anak dan topi lusuh di balkon lantai tiga yang diduga milik korban. Pagar pembatas balkon setinggi satu meter tampak tidak mengalami kerusakan, sehingga penyidik mendalami kemungkinan lain di luar faktor struktur.

Identitas dan Hubungan Korban

Erwin, warga Jalan HM Joni, Kecamatan Medan Timur, dikenal sebagai kakek yang akrab dengan cucunya. ZN merupakan anak dari pasangan Dewi (28) dan Ridwan (30), yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta. Menurut keterangan keluarga, pada pagi harinya Erwin berniat mengantar ZN berobat ke klinik di sekitar sekolah, namun karena klinik tutup, ia memutuskan beristirahat sejenak di area sekolah yang memang terbuka untuk umum di jam tertentu.

“Bapak sering bawa cucunya main ke sini karena dekat dari rumah dan halamannya luas. Saya tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi,” ungkap Dewi, ibu korban, dengan isak tangis saat mendampingi proses identifikasi di RS Bhayangkara.

Keluarga besar Erwin dan ZN kini berkumpul di rumah duka sambil menunggu hasil autopsi. Ketua RT setempat, Suryadi, menyatakan bahwa Erwin adalah sosok yang baik dan tidak memiliki riwayat konflik. “Kami semua syok. Lingkungan kehilangan warga yang ramah,” ucapnya.

Penyelidikan Polisi

Kapolsek Medan Baru, Kompol Andre Situmorang, dalam keterangannya kepada awak media menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti jatuhnya kedua korban. “Kami masih mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar gedung dan meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk para pegawai sekolah. Saat ini statusnya masih penyelidikan, kami tidak mau berspekulasi,” tuturnya.

Andre menambahkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka akibat benturan. “Autopsi akan mengungkap lebih detail. Namun, secara visual, luka konsisten dengan jatuh dari ketinggian,” jelasnya. Polisi juga memeriksa kemungkinan adanya kelalaian pengawasan atau faktor kesehatan korban. Beberapa saksi menyebut bahwa Erwin terlihat lelah dan sempat duduk di balkon sambil menggendong cucunya sebelum kejadian.

Sementara itu, tim Inafis Polrestabes Medan telah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, sampel bercak darah, dan mengukur jarak jatuh sekitar 9 meter dari titik awal ke titik akhir. Hasil penyelidikan sementara akan disampaikan dalam waktu dua hingga tiga hari.

Tanggapan Pihak Sekolah

Pihak manajemen Sekolah Methodist 6 melalui Kepala Sekolah, Lamtiur Pasaribu, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Ini musibah yang sangat menyedihkan. Kami akan kooperatif penuh dengan kepolisian dan akan mengevaluasi keamanan gedung, terutama akses ke lantai atas yang mungkin rawan untuk pengunjung,” ujarnya di ruang kerjanya.

Lamtiur mengakui bahwa meskipun area sekolah umumnya hanya untuk siswa dan pegawai, gate depan kadang terbuka pada jam tertentu sehingga warga bisa melintas atau duduk di halaman. Sekolah akan memperkuat sistem pengamanan dengan menambah rambu peringatan serta menutup akses tangga menuju lantai tiga bagi tamu tidak berkepentingan. “Kami sudah menginstruksikan satpam untuk lebih ketat memeriksa orang yang masuk ke lingkungan sekolah,” tambahnya.

Dampak Psikologis dan Dukungan

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Medan, terutama para orang tua. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar sekolah mengaku cemas. “Saya jadi khawatir membawa anak balita ke tempat yang tinggi. Ini pelajaran agar lebih waspada,” kata Marlina, seorang ibu rumah tangga yang mengaku kerap melintas di depan sekolah.

Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sosial juga menurunkan tim psikososial untuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban dan para saksi yang mengalami trauma. “Kami akan memastikan keluarga mendapat dukungan psikologis dan jika diperlukan, bantuan untuk pemakaman,” ucap Kabid Rehabilitasi Sosial, Masdalena.

Sekolah juga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di lantai tiga untuk menghormati proses investigasi dan memberikan kesempatan kepada warga sekolah memulihkan kondisi psikis. Rapat koordinasi antara pihak sekolah, polisi, dan dinas pendidikan akan digelar Jumat (16/5/2025) untuk merumuskan langkah pencegahan.

Saat ini, jenazah Erwin dan ZN sedang dirawat di kamar jenazah RS Bhayangkara Medan dan direncanakan dimakamkan di pemakaman keluarga di Medan Timur pada Sabtu (17/5/2025) setelah proses autopsi rampung. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat yang berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User