Oct 10, 2026
Politik

KAI Tambah Perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas angkutan penumpang pada lintas Rangkasbitung–Tanah Abang dengan menambah frekuensi perjalanan...

KAI Tambah Perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas angkutan penumpang pada lintas Rangkasbitung–Tanah Abang dengan menambah frekuensi perjalanan KRL guna mengantisipasi lonjakan mobilitas harian masyarakat di wilayah selatan Jabodetabek. Kebijakan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Operasional yang melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), serta pemerintah daerah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun redaksi, lintas Rangkasbitung–Tanah Abang merupakan salah satu koridor dengan tingkat okupansi tertinggi di jaringan commuter line. Rata-rata pengguna harian pada koridor ini dilaporkan melampaui angka 80 ribu penumpang setiap hari kerja, dengan puncak kepadatan terjadi pada jam sibuk pagi antara pukul 05.00 hingga 08.00 WIB dan sore hari antara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

"Penambahan perjalanan ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi kinerja operasional triwulan lalu. Kami menargetkan peningkatan kapasitas angkut hingga 15 persen pada jam-jam sibuk," ujar seorang pejabat KAI Commuter dalam keterangan resminya.

Faktor Pendorong Penambahan Perjalanan

Langkah tersebut menindaklanjuti pertumbuhan kawasan hunian dan sentra industri di sepanjang jalur Rangkasbitung, Maja, Tigaraksa, hingga Parung Panjang. Pembangunan sejumlah proyek perumahan berskala besar serta beroperasinya kawasan industri di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang dinilai turut mendorong peningkatan permintaan jasa transportasi publik berbasis rel.

Selain itu, kemacetan pada ruas jalan nasional Rangkasbitung–Cikupa yang kerap terjadi pada jam sibuk menjadi salah satu pertimbangan utama. Pengguna yang sebelumnya bergantung pada angkutan jalan dilaporkan beralih ke moda KRL karena waktu tempuh yang lebih terprediksi. Berdasarkan kajian internal, perjalanan menggunakan KRL dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang dapat menghemat waktu hingga 60 persen dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi pada jam sibuk.

Penyesuaian Jadwal dan Sarana

Dalam rapat koordinasi tersebut, disahkan sejumlah penyesuaian jadwal keberangkatan, termasuk pengoperasian kereta tambahan pada rentang waktu padat. Penyesuaian juga mencakup perpanjangan waktu layanan pada malam hari untuk mengakomodasi pekerja shift di kawasan industri dan pelaku usaha yang beraktivitas hingga larut malam.

Dari sisi sarana, KAI Commuter menyatakan telah menyiapkan rangkaian kereta cadangan yang siap dioperasikan apabila terjadi gangguan operasional maupun lonjakan penumpang di luar perkiraan. Perawatan berkala terhadap sarana dan prasarana, termasuk jalur, sinyal, dan sistem kelistrikan aliran atas, ditegaskan menjadi prioritas guna menjaga keandalan perjalanan.

"Keselamatan dan kenyamanan pengguna adalah prioritas utama. Setiap rangkaian yang dioperasikan wajib melalui pemeriksaan teknis sesuai standar yang ditetapkan," tegas pejabat tersebut.

Antisipasi Lonjakan dan Integrasi Antarmoda

Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penumpukan penumpang di stasiun-stasiun utama, khususnya Stasiun Rangkasbitung, Maja, Tigaraksa, dan Parung Panjang. Penataan area parkir, penyediaan angkutan pengumpan, serta pengaturan akses keluar-masuk stasiun menjadi bagian dari kesepakatan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi.

Integrasi antarmoda juga menjadi perhatian. Pengguna diharapkan dapat berpindah secara lancar dari KRL ke moda TransJakarta, angkutan kota, maupun layanan transportasi daring di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Kebayoran. Pemerintah daerah diminta menyiapkan fasilitas pejalan kaki dan penerangan yang memadai di sekitar stasiun guna menunjang keselamatan pengguna pada malam hari.

Pengamat transportasi menilai penambahan perjalanan KRL pada koridor Rangkasbitung–Tanah Abang merupakan keputusan strategis dalam rangka mendorong peralihan moda dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Namun, mereka mengingatkan bahwa penambahan frekuensi harus disertai peningkatan kapasitas peron, sistem tiket, dan manajemen antrean agar tidak menimbulkan kepadatan baru di stasiun.

KAI Commuter menyatakan akan melakukan evaluasi berkala terhadap tingkat okupansi dan ketepatan waktu perjalanan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi penyesuaian jadwal berikutnya. Masyarakat diimbau memanfaatkan aplikasi resmi untuk memantau jadwal, memesan tiket, dan memperoleh informasi terkini mengenai kondisi perjalanan.

Dengan ditetapkannya kebijakan ini, lintas Rangkasbitung–Tanah Abang diharapkan mampu melayani kebutuhan mobilitas warga secara lebih andal, aman, dan terjangkau, sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai tulang punggung konektivitas wilayah Jabodetabek bagian barat dan selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User