Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, Penerbangan Terganggu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi udara yang memburuk menyebabkan jarak pandang warga, khususnya pengendara di jalan raya, menjad...

Oct 11, 2026 - 17:06
0 0
Kabut Asap Karhutla Selimuti Pekanbaru, Penerbangan Terganggu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi udara yang memburuk menyebabkan jarak pandang warga, khususnya pengendara di jalan raya, menjadi terbatas. Asap pekat tampak menutupi sejumlah kawasan di ibu kota Provinsi Riau tersebut, membuat gedung-gedung dan kawasan permukiman terlihat samar.

Seorang warga Pekanbaru, Tungkir, menyatakan bahwa kabut asap sudah sangat pekat saat ia berangkat menuju kantor pada Rabu (7/10). Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu aktivitas harian masyarakat.

"Seperti biasa pergi ke kantor, melihat kondisi asap sudah sangat pekat, membuat jarak pandang terbatas, mata sudah pedih dibuatnya," kata Tungkir.

Untuk memantau kondisi kota dari udara, Tungkir sempat mendokumentasikan situasi Pekanbaru melalui drone pada hari yang sama. Hasil pantauan tersebut memperlihatkan kabut asap menyelimuti hampir seluruh kawasan kota.

"Pemandangan dari udara memperlihatkan Kota Pekanbaru seperti tertutup lapisan asap. Gedung-gedung dan kawasan permukiman terlihat samar akibat pekatnya kabut yang menggantung di udara," ujarnya.

Kondisi serupa masih terlihat pada Minggu (11/10) pagi. Kabut asap karhutla dilaporkan semakin parah dan tidak hanya membatasi jarak pandang, tetapi juga membuat udara terasa tidak nyaman untuk dihirup serta menyebabkan mata perih.

Dampak terhadap Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II

Dampak kabut asap turut dirasakan pada sektor penerbangan. Sejumlah pesawat dilaporkan gagal mendarat akibat jarak pandang yang terbatas pada Rabu (7/10) pagi. Executive General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, menyatakan salah satu pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 292 rute Jakarta-Pekanbaru melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

"JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter," kata Achmad.

Jarak pandang 600 meter berada jauh di bawah ambang batas keselamatan penerbangan, sehingga keputusan RTB diambil demi mengutamakan keselamatan penumpang dan kru. Peristiwa ini menegaskan bahwa kabut asap karhutla tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada kelancaran transportasi udara.

Harapan Warga terhadap Langkah Pemerintah

Tungkir berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kondisi tersebut. Menurutnya, kabut asap telah berlangsung selama lebih dari satu bulan dan semakin mengganggu kehidupan warga.

"Kalau kondisi seperti ini terus, bagaimana kita mau hidup sehat, pemerintah jangan hanya diam, ini sudah hampir satu bulan lebih kondisi seperti ini," pungkasnya.

Kabut asap yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan. Paparan asap dalam jangka panjang dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta memperburuk penyakit paru dan jantung.

Desakan Penanganan Karhutla secara Menyeluruh

Karhutla di wilayah Riau dan sekitarnya menjadi persoalan yang berulang setiap tahun, khususnya pada musim kemarau. Kondisi ini menuntut penanganan menyeluruh, mulai dari pencegahan pembukaan lahan dengan cara membakar, penegakan hukum terhadap pelaku, hingga upaya pemadaman yang cepat dan terkoordinasi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan langkah mitigasi, termasuk penyediaan masker, pemantauan kualitas udara secara berkala, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya paparan asap. Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif dan berkelanjutan.

Situasi kabut asap di Pekanbaru menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan publik. Masyarakat berharap ada solusi jangka panjang agar persoalan ini tidak terus berulang dan kualitas hidup warga Riau dapat terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User