OpenAI Rilis Data Penggunaan ChatGPT di Kalangan Remaja

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI resmi merilis laporan perdana mengenai pola interaksi kalangan remaja dengan layanan chatbot ChatGPT pada Rabu, 7 Oktober. Berdasarkan data yang dipublik...

Oct 11, 2026 - 17:06
0 0
OpenAI Rilis Data Penggunaan ChatGPT di Kalangan Remaja

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI resmi merilis laporan perdana mengenai pola interaksi kalangan remaja dengan layanan chatbot ChatGPT pada Rabu, 7 Oktober. Berdasarkan data yang dipublikasikan, pengguna dari kelompok usia remaja tercatat menghabiskan waktu rata-rata kurang dari 15 menit per hari saat mengakses platform tersebut. Temuan ini sekaligus menjawab sorotan publik yang menilai kehadiran kecerdasan buatan berpotensi memicu ketergantungan di kalangan generasi muda.

OpenAI menegaskan bahwa durasi penggunaan yang relatif singkat tersebut mencerminkan karakter pemanfaatan ChatGPT oleh remaja yang lebih berorientasi pada kebutuhan edukasi, bukan konsumsi pasif sebagaimana lazimnya pola interaksi di media sosial. Perusahaan yang didirikan Sam Altman itu juga mencatat bahwa kurang dari 2 persen pengguna remaja mengakses chatbot secara terus-menerus selama lebih dari tiga jam.

Efektivitas fitur keamanan turut menjadi perhatian dalam laporan tersebut. OpenAI menyatakan hampir separuh pengguna remaja langsung menghentikan sesi obrolan atau beristirahat dalam waktu lima menit setelah pengingat jeda atau break reminder muncul di layar perangkat mereka.

Dominasi Kebutuhan Belajar dan Persiapan Kuliah

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa akun versi remaja, yakni ChatGPT for Teens, mengirimkan sekitar 2,7 juta pesan edukasi lebih banyak dibandingkan akun reguler. Para pelajar secara aktif memanfaatkan fitur Learning Visualizations untuk memahami konsep matematika dan sains, serta menggunakan Study Mode sebagai pendamping belajar bertahap.

Menindaklanjuti tren tersebut, OpenAI menyiapkan fitur College Planner yang dirancang membantu siswa merencanakan persiapan masuk perguruan tinggi, melacak tenggat pendaftaran, hingga mengurus bantuan finansial. Perusahaan juga menyematkan fitur pembuatan kuis interaktif dan kartu belajar atau flashcards yang secara otomatis mengubah catatan foto menjadi modul pembelajaran.

"Remaja menggunakan ChatGPT untuk kebutuhan edukasi, bukan untuk konsumsi pasif layaknya media sosial," demikian pernyataan resmi OpenAI dalam laporan perdana tersebut.

Kritik terhadap Sistem Pengawasan Orang Tua

Kendati OpenAI membatasi topik sensitif pada akun pengguna di bawah usia 18 tahun, sistem pengawasan yang diterapkan menuai kritik dari lembaga nirlaba Common Sense Media. Dalam laporan pengujiannya, lembaga tersebut menemukan bahwa ChatGPT for Teens kerap terlambat atau bahkan gagal memberikan notifikasi kepada orang tua ketika akun anak membahas topik berbahaya seperti bunuh diri, tindakan melukai diri sendiri, maupun gangguan makan.

Temuan itu menjadi catatan penting di tengah ketatnya sorotan publik terhadap dampak kecerdasan buatan bagi kesehatan mental anak muda. OpenAI menyatakan pihaknya terus menyempurnakan mekanisme keamanan dan pengawasan agar risiko tersebut dapat ditekan sekaligus tetap mendukung fungsi edukatif platform bagi kalangan remaja.

Laporan perdana ini ditetapkan sebagai langkah transparansi perusahaan dalam menghadapi perdebatan publik mengenai tata kelola kecerdasan buatan. Berdasarkan data yang disahkan dalam laporan tersebut, pemanfaatan ChatGPT oleh remaja dinilai masih berada pada koridor yang terukur, dengan fokus utama pada kegiatan belajar dan perencanaan pendidikan lanjutan.

OpenAI menegaskan komitmennya untuk terus mengevaluasi fitur keamanan di lingkungan ChatGPT for Teens, termasuk menindaklanjuti masukan dari berbagai pihak. Perusahaan menargetkan penyempurnaan sistem notifikasi orang tua serta pembatasan topik sensitif sebagai prioritas utama dalam pengembangan platform ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User