Kabupaten Lebak Genjot Populasi Kerbau dengan Inseminasi Buatan
LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak resmi meluncurkan program percepatan peningkatan populasi kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap ...
LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak resmi meluncurkan program percepatan peningkatan populasi kerbau melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Langkah ini ditempuh sebagai respons terhadap stagnasi pertumbuhan ternak yang dinilai menghambat potensi sektor peternakan di Banten bagian selatan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Drh. Muhammad Yasin, dalam konferensi pers di Ruang Rapat Dinas, Selasa (14/7/2026), menyatakan bahwa program IB menjadi prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun anggaran 2026. "Kami menargetkan kelahiran 1.500 ekor anak kerbau hasil inseminasi buatan dalam periode 12 bulan pertama," ujarnya.
Data Dinas Peternakan mencatat populasi kerbau di Kabupaten Lebak saat ini baru mencapai 8.234 ekor, turun sekitar 5 persen dibandingkan sensus tahun 2023 yang mencatat 8.667 ekor. Penurunan tersebut disebabkan oleh terbatasnya akses pejantan unggul dan masih tingginya praktik pemeliharaan tradisional yang tidak memperhatikan manajemen reproduksi. Oleh karena itu, program IB diharapkan mampu membalikkan tren penurunan dengan menyediakan semen beku berkualitas dari Balai Inseminasi Buatan Nasional (BBIB) Singosari.
Strategi Peningkatan Populasi Kerbau
Program IB ini akan menjangkau seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Lebak, dengan prioritas pada wilayah sentra peternakan seperti Kecamatan Sajira, Cipanas, Muncang, dan Leuwidamar. Dinas Peternakan telah menyiapkan 35 inseminator yang telah memperoleh pelatihan teknis dari BBIB Singosari. "Para inseminator ini telah dibekali sertifikasi resmi. Mereka akan melayani peternak dengan sistem jemput bola menggunakan kendaraan operasional yang dilengkapi kontainer nitrogen cair," jelas Muhammad Yasin.
Dukungan Logistik dan Pendanaan
Untuk menunjang operasional, Pemerintah Kabupaten Lebak mengalokasikan anggaran senilai Rp2,3 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan semen beku, nitrogen cair, alat IB, dan biaya transportasi inseminator. Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya, menegaskan komitmennya saat meninjau gudang logistik di Puskeswan Maja pada Senin (13/7/2026). "Kami telah menyetujui pengadaan tambahan 3 unit container nitrogen cair berkapasitas 30 liter dan 5.000 dosis semen beku dari BBIB Singosari yang telah disahkan oleh Kementerian Pertanian," kata Iti.
Dampak Ekonomi bagi Peternakan Rakyat
Inseminasi buatan dinilai mampu menghasilkan anak kerbau dengan bobot lahir lebih tinggi dan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan perkawinan alami. Menurut kajian BBIB Singosari, anak kerbau hasil IB memiliki potensi bobot lahir hingga 35–40 kilogram, sedangkan hasil alami rata-rata hanya 30–35 kilogram. Selisih tersebut berdampak signifikan pada harga jual. "Jika program ini berhasil, pendapatan peternak per ekor bisa naik 20–30 persen karena kualitas daging yang lebih baik dan pertumbuhan lebih cepat," ujar Drh. Muhammad Yasin. Pemerintah juga menargetkan terbentuknya kluster peternakan kerbau terintegrasi di empat kecamatan yang akan memfasilitasi akses pasar dan pengolahan hasil ternak.
Sumardi, peternak kerbau asal Desa Sukaraja, Kecamatan Sajira, menyambut baik program ini. "Kami sudah lama berharap ada bantuan pejantan unggul. Dengan IB, kami tidak perlu lagi menyewa pejantan yang biayanya mahal dan sering gagal bunting," katanya. Para peternak akan dikenakan biaya murah untuk setiap layanan IB, yakni hanya Rp25.000 per ekor sebagai partisipasi, dengan subsidi penuh dari pemerintah daerah.
Dinas Peternakan menargetkan populasi kerbau dapat mencapai 12.000 ekor pada tahun 2028, sekaligus menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah mandiri bibit kerbau di Provinsi Banten. Rapat Koordinasi Teknis yang digelar pada Senin (13/7/2026) telah menetapkan pembentukan tim monitoring di setiap kecamatan untuk memastikan setiap tahapan IB berjalan sesuai prosedur. "Kami optimistis Lebak mampu menjadi sentra kerbau unggul di Jawa bagian barat," ujar Muhammad Yasin menutup keterangannya.
Comments (0)