JNE Umumkan Pemenang Content Competition 2026, 5.273 Karya Beradu

PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggelar seremoni puncak Penghargaan Content Competition 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/6/2026), sekaligus mengumumkan para pemenang dari total 5.273 kar...

JNE Umumkan Pemenang Content Competition 2026, 5.273 Karya Beradu

PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggelar seremoni puncak Penghargaan Content Competition 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/6/2026), sekaligus mengumumkan para pemenang dari total 5.273 karya yang berpartisipasi. Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi secara langsung membuka acara dan menegaskan bahwa kompetisi tahun ini mencatatkan rekor partisipasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan. “Angka 5.273 karya ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan geliat kreativitas anak bangsa yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi setiap peserta yang telah menuangkan ide dan tenaga dalam karya-karya yang dikirimkan,” ujar Feriadi dalam sambutannya.

Proses Kurasi Ketat oleh Dewan Juri Independen

Direktur Marketing JNE Eri Palgunadi menjelaskan bahwa seluruh karya dinilai oleh dewan juri independen yang beranggotakan tujuh orang dari berbagai latar belakang, mulai dari sineas, fotografer profesional, akademisi komunikasi digital, hingga praktisi periklanan. Proses kurasi berlangsung dari 1 April hingga 30 Mei 2026 dengan tiga tahapan: seleksi administrasi, penjurian awal yang menyaring menjadi 50 besar per kategori, dan penjurian final untuk menentukan pemenang utama. Empat kategori utama yang dilombakan meliputi Video Dokumenter, Fotografi, Infografis, serta Konten Tulisan Kreatif, ditambah satu kategori spesial Best of The Best yang dipilih langsung oleh Dewan Juri dari seluruh pemenang kategori.

Ketua Dewan Juri, Dr. Andi Fadly, M.Sn., menyatakan bahwa kualitas karya tahun ini secara umum mengalami peningkatan signifikan. “Kami melihat keberanian peserta dalam mengeksplorasi isu-isu sosial yang relevan, seperti keberlanjutan lingkungan, kearifan lokal, dan inklusivitas. Ini menunjukkan bahwa kompetisi ini bukan hanya ajang unjuk kreativitas, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan melalui medium konten,” kata dosen komunikasi visual Institut Teknologi Bandung itu.

Pemenang Kategori dan Penghargaan Best of The Best

Pengumuman pemenang dilakukan secara bertahap. Untuk kategori Video Dokumenter, juara pertama diraih oleh tim “Rekam Jejak” asal Yogyakarta dengan karya berjudul “Warisan di Ujung Jari”, yang mengangkat kisah pengrajin batik tulis di Pekalongan yang bertahan di era digital. Juara kedua dan ketiga masing-masing disabet oleh peserta dari Surabaya dan Medan.

Dalam kategori Fotografi, karya berjudul “Antara Debu dan Harapan” dari fotografer asal Makassar, Andi Rizal, meraih juara pertama. Potret kehidupan anak-anak pesisir yang tetap bersekolah di tengah keterbatasan itu dinilai memiliki nilai naratif dan teknis yang kuat. Untuk kategori Infografis, pemenang pertama adalah tim “Datapedia” dari Jakarta dengan infografis interaktif bertema pengelolaan sampah plastik di enam kota metropolitan. Sementara itu, pemenang kategori Konten Tulisan Kreatif adalah Nabila Putri dari Bandung dengan esai reflektif bertajuk “Rindu yang Dikemas: Logistik di Balik Tradisi Kirim Oleh-oleh”.

Puncaknya, Dewan Juri menetapkan pemenang Best of The Best yang jatuh kepada tim “Rekam Jejak” untuk karya “Warisan di Ujung Jari”. Menurut Dr. Andi Fadly, keputusan tersebut diambil secara bulat karena karya dokumenter itu berhasil menyatukan kualitas teknis, kedalaman riset, dan dampak emosional yang tinggi. “Film pendek ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh dan membuka mata tentang perjuangan tanpa suara yang dilakukan komunitas pengrajin. Ini adalah contoh bagaimana konten dapat menjadi jembatan antara warisan budaya dan masa depan,” tegasnya.

Komitmen JNE Memberdayakan Kreator Muda

Selain trofi dan piagam, para pemenang menerima total hadiah senilai Rp850 juta, termasuk dana pengembangan karya dan kesempatan mengikuti program mentorship dengan pelaku industri kreatif nasional. Eri Palgunadi menambahkan bahwa JNE tidak sekadar mencari konten pemasaran, tetapi serius membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi para kreator muda. “Kami menyadari bahwa era konten adalah era kolaborasi. Melalui kompetisi ini, kami ingin menjadi katalis bagi lahirnya talenta-talenta baru yang mampu menghasilkan karya berdampak, tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Acara puncak juga dimeriahkan dengan pameran 30 karya terbaik dan sesi diskusi panel bertema “Menavigasi Etika dan Estetika Konten di Era AI” yang menghadirkan pembicara dari Asosiasi Content Creator Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya integritas dan orisinalitas di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan dalam produksi konten. JNE menegaskan akan terus mengedepankan kurasi berbasis nilai humanis pada edisi-edisi kompetisi berikutnya.

Dengan berakhirnya Content Competition 2026, JNE mengkonfirmasi bahwa pendaftaran untuk edisi 2027 akan dibuka lebih awal, pada kuartal pertama tahun depan, dengan perluasan kategori yang mengakomodasi format konten baru seperti video pendek vertikal dan realitas berimbuh (augmented reality). “Inovasi tidak akan berhenti. Kami akan terus beradaptasi agar kompetisi ini tetap relevan dan menjadi tolok ukur prestasi bagi para kreator Indonesia,” pungkas Mohamad Feriadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User