Sep 16, 2026
Jawa Timur

Jember — Kantor Taman Nasional Meru Betiri Ludes Terbakar Senin Malam

JEMBER, APABERITA.COM — Musibah kebakaran hebat melanda gedung kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) pada Senin (31/8/2026) malam. Amukan si jago

Jember — Kantor Taman Nasional Meru Betiri Ludes Terbakar Senin Malam

JEMBER, APABERITA.COM — Musibah kebakaran hebat melanda gedung kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) pada Senin (31/8/2026) malam. Amukan si jago merah menghanguskan sebagian besar bangunan utama kawasan konservasi penting di Jawa Timur tersebut, memicu kepanikan warga sekitar serta petugas jaga yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat membubung tinggi dari arah atap bangunan utama sekitar pukul 21.30 WIB. Angin kencang yang berhembus di area tersebut membuat api menyebar dengan sangat cepat dan melahap berbagai material yang mudah terbakar di dalam gedung kantor.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman

Petugas piket yang menyadari kemunculan kobaran api langsung berusaha melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, besarnya kobaran api yang sudah terlanjur meluas membuat upaya swadaya tersebut tidak mampu membendung laju kebakaran.

Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari posko terdekat segera diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis dan memakan waktu hingga beberapa jam akibat besarnya material kayu serta kertas arsip yang terbakar di dalam gedung.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 21.45 WIB dan langsung mengarahkan unit armada ke lokasi. Pekatnya asap serta banyaknya bahan mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri, namun api berhasil dikuasai dan dilokalisir sebelum merembet ke bangunan lain," ujar salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Kerusakan Dokumen Penting dan Kerugian Materiil

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena gedung dalam kondisi sepi pasca-jam kerja operasional, kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sejumlah ruangan vital, seperti ruang administrasi, penyimpanan arsip data konservasi, serta perangkat komputer pendukung operasional kawasan ludes menjadi abu.

Berikut adalah beberapa dampak utama dari bencana kebakaran yang menimpa kantor balai tersebut:

  • Kerusakan Bangunan: Lebih dari 70 persen struktur fisik gedung utama mengalami kerusakan berat dan atap bangunan runtuh.
  • Kehilangan Data: Dokumen fisik dan arsip penting terkait inventarisasi flora-fauna serta program konservasi ikut terbakar.
  • Kerugian Peralatan: Perangkat pemantauan lapangan, komputer layanan publik, dan sistem komunikasi operasional rusak total.
  • Kondisi Personel: Seluruh petugas jaga dilaporkan selamat tanpa mengalami luka-luka.

Investigasi Dugaan Penyebab Kebakaran

Hingga Selasa pagi, pihak kepolisian setempat telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan investigasi mendalam. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu instalasi jaringan di bagian plafon gedung.

"Tim Inafis Polres telah diterjunkan untuk mengumpulkan bukti fisik dan memintai keterangan saksi-saksi. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan laboratorium forensik keluar," tegas perwakilan pihak kepolisian setempat.

Langkah Penanganan Pasca-Kebakaran

Pihak pengelola Balai Taman Nasional Meru Betiri memastikan bahwa layanan administrasi publik dan kegiatan pemantauan konservasi di lapangan akan tetap berjalan meski mengandalkan fasilitas darurat. Pihaknya berencana mendirikan posko pelayanan sementara di area terdekat guna memastikan efektivitas pengamanan kawasan taman nasional tetap terjaga.

Taman Nasional Meru Betiri sendiri merupakan salah satu benteng konservasi keanekaragaman hayati terpenting di Jawa Timur, yang menjadi habitat bagi berbagai satwa dilindungi serta flora langka. Diharapkan proses pemulihan infrastruktur kantor dapat segera dilakukan oleh kementerian terkait agar fungsi operasional dapat kembali normal secepatnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User