Ribuan masyarakat dan jemaah tumpah ruah memadati Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam gelaran doa dan selawat akbar. Acara keagamaan berskala besar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk rasa syukur menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema syahdu di jantung ibu kota Jawa Timur, dipimpin langsung oleh ulama kharismatik Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Majelis ini menjadi wadah silaturahmi akbar yang mempertemukan jajaran pejabat pemerintah, tokoh agama, serta ribuan masyarakat dari berbagai penjuru daerah.
Rangkaian dan Kronologi Acara Selawat di Grahadi
Acara doa bersama dan selawat kemerdekaan ini dirancang dengan rangkaian tertib dan penuh kekhidmatan sepanjang malam:
- Kedatangan Jemaah dan Pembukaan: Sejak sore hari, ribuan jemaah Ahbaabul Musthofa dan masyarakat umum telah memadati area halaman Gedung Negara Grahadi dengan mengenakan busana muslim serba putih.
- Pembacaan Ayat Suci dan Tahlil: Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an serta doa bersama untuk para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
- Gema Selawat Bersama Habib Syech: Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin lantunan selawat yang diikuti serempak oleh seluruh jemaah, menciptakan suasana yang haru dan bersemangat.
- Tausiyah Kebangsaan dan Doa Penutup: Acara ditutup dengan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk kemakmuran dan kedamaian masyarakat Jawa Timur.
Pesan Khofifah: Rasa Syukur dan Spirit Menjaga Persatuan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa tradisi melantunkan selawat merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, perlindungan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.
"Selawat ini adalah wujud rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Allah SWT. Melalui doa dan selawat bersama para ulama serta habaib, kita mengetuk pintu langit agar bangsa ini senantiasa dijauhkan dari marabahaya, diberikan kedamaian, dan terus melaju menuju kemakmuran," ujar Khofifah di hadapan ribuan jemaah.
Khofifah juga menambahkan bahwa energi positif dari majelis selawat mampu memperkuat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Komitmen Penguatan Nilai Religius dan Kebangsaan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang-ruang publik yang inklusif sekaligus bernilai religius. Melalui kegiatan keagamaan ini, ada beberapa poin penting yang ditekankan:
- Menghormati Jasa Pahlawan: Mendoakan para syuhada dan pejuang kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan Tanah Air.
- Merawat Kerukunan Umat: Menjadikan majelis selawat sebagai sarana mempererat persatuan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
- Optimisme Pembangunan Daerah: Membangun semangat kolektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur yang lebih inklusif.
Melalui perpaduan nilai spiritual dan nasionalisme, gelaran selawat akbar di Gedung Negara Grahadi Surabaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat ketahanan moral dan sosial bangsa Indonesia ke depan.
Comments (0)