Sep 16, 2026
Nasional

Jombang — Sidang Pleno V Muktamar NU Tetapkan Kepemimpinan dan Arah Strategis

JOMBANG, Apaberita.com — Rangkaian puncak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi memasuki babak krusial melalui pelaksanaan Sidang Pleno V yang digelar

Jombang — Sidang Pleno V Muktamar NU Tetapkan Kepemimpinan dan Arah Strategis

JOMBANG, Apaberita.com — Rangkaian puncak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi memasuki babak krusial melalui pelaksanaan Sidang Pleno V yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (30/8/2026). Forum musyawarah tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia ini memusatkan pembahasan pada penetapan hasil komisi-komisi organisasi serta pemilihan pucuk pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah berikutnya.

Pelaksanaan sidang pleno di Tambakberas memiliki nilai historis yang mendalam, mengingat pesantren ini merupakan salah satu episentrum lahirnya para pendiri NU, termasuk KH Abdul Wahab Chasbullah. Ribuan muktamirin yang terdiri atas jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari seluruh penjuru Nusantara dan cabang istimewa luar negeri memadati lokasi persidangan dengan tertib dan khidmat.

Kronologi Pelaksanaan Sidang Pleno Muktamar ke-35

Perjalanan musyawarah Muktamar ke-35 NU berlangsung melalui beberapa fase persidangan yang terstruktur secara ketat guna menghasilkan keputusan yang representatif dan berbobot:

  1. Sidang Pleno I – Tata Tertib: Pembahasan dan pengesahan tata tertib persidangan muktamar serta penetapan jadwal musyawarah.
  2. Sidang Pleno II – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ): Penyampaian dan evaluasi laporan kinerja PBNU periode kepengurusan sebelumnya yang diterima secara aklamasi oleh peserta.
  3. Sidang Pleno III – Musyawarah Komisi: Pembahasan mendalam di tingkat komisi yang meliputi Bahtsul Masail (Diniyyah Waqi'iyyah, Maudlu'iyyah, Qonuniyyah), Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi.
  4. Sidang Pleno IV – Laporan Hasil Komisi: Pembacaan serta pengesahan rekomendasi kebijakan sosial keagamaan, kemandirian ekonomi, dan sikap resmi NU terhadap isu kebangsaan dan global.
  5. Sidang Pleno V – Pemilihan Pemimpin: Penetapan Rais Aam melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) serta pemilihan Ketua Umum PBNU secara musyawarah mufakat dan pemungutan suara.
"Muktamar di bumi Tambakberas ini menjadi momentum rekonsiliasi dan konsolidasi spiritual untuk meneguhkan khidmah jam'iyyah memasuki abad kedua NU, menjaga nilai tawassuth, dan memperkuat kemandirian umat," tutur salah seorang pimpinan sidang pleno.

Fokus Strategis dan Keputusan Muktamar

Sidang Pleno V tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, melainkan penentu arah transformasi jam'iyyah NU menghadapi tantangan geopolitik, disrupsi digital, dan akselerasi kemandirian ekonomi warga nahdliyin. Muktamar menggarisbawahi perlunya penguatan struktur kaderisasi serta pengelolaan aset organisasi secara modern dan transparan.

Bidang Komisi Fokus Keputusan Strategis Target Implementasi
Bahtsul Masail Respons keagamaan terkait etika kecerdasan buatan dan perubahan iklim Panduan fatwa keumatan nasional
Organisasi Digitalisasi basis data keanggotaan dan tata kelola cabang luar negeri Integrasi sistem tata kelola 2026–2031
Ekonomi & Sosial Penguatan holding ekonomi pesantren dan layanan kesehatan terpadu Kemandirian ekonomi berbasis umat

Dengan tuntasnya Sidang Pleno V ini, PBNU diharapkan segera merumuskan formatur kepengurusan lengkap guna merealisasikan seluruh mandat muktamar demi kemaslahatan umat Islam dan bangsa Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User