Arab Saudi mencatat sekitar 500 ribu jemaah haji telah memasuki wilayah Kerajaan hingga 18 Mei 2025, atau sekitar 36 persen dari total visa yang telah dirilis pihak berwenang untuk musim haji tahun ini. Angka tersebut menempatkan arus kedatangan jemaah dari berbagai negara pada tahap awal, menjelang puncak keberangkatan jemaah dari negara-negara penyumbang jemaah terbesar, termasuk Indonesia.
Data kedatangan ini diumumkan dalam pantauan resmi otoritas Saudi menjelang penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 Hijriah. Dari jumlah tersebut, sebagian besar jemaah telah mengikuti rangkaian ibadah umrah wajib dan kegiatan keagamaan lain di kawasan Masjidil Haram, Makkah, sebelum berpindah ke Arafah pada puncak musim haji.
Tingkat Realisasi Kedatangan Masih Terbuka
Basis perhitungan 36 persen merujuk pada jumlah visa yang telah diterbitkan pemerintah Saudi untuk musim haji 1446H. Artinya, dari total visa yang telah disebar, baru lebih dari sepertiga pemegang visa yang benar-benar tiba di Kerajaan. Sisa visa yang belum terpakai tersebut masih menyediakan ruang kedatangan yang besar pada pekan-pekan mendatang, terutama setelah maskapai dan penyelenggara perjalanan menambah penerbangan khusus jemaah haji.
Pola ini lazim terjadi setiap tahun. Jemaah dari negara-negara dengan jarak tempuh panjang dan kuota besar umumnya tiba lebih dekat dengan awal musim haji, sementara sebagian pemegang visa baru masuk pada hari-hari terakhir sebelum wukuf. Otoritas setempat memantau arus kedatangan melalui pintu masuk bandara internasional dan jalur darat perbatasan untuk memastikan distribusi jemaah ke hotel dan pemondokan berjalan tertib.
Kepatuhan terhadap ketentuan kesehatan dan keimigrasian juga menjadi penekanan pihak berwenang. Setiap jemaah diwajibkan memenuhi syarat vaksinasi yang ditetapkan, membawa dokumen perjalanan yang sah, serta mengikuti penjadwalan kedatangan sesuai kelompok keberangkatan masing-masing. Pelanggaran jadwal kedatangan berpotensi menimbulkan penumpukan di pusat pelayanan dan memengaruhi proses akomodasi.
Indonesia Siapkan Kuota Terbesar di Asia Tenggara
Indonesia tetap menjadi salah satu negara pengirim jemaah haji terbesar dunia. Untuk musim haji 1446H, pemerintah menetapkan kuota nasional sekitar 221 ribu jemaah, yang terdiri atas jemaah reguler dan jemaah plus serta petugas pendamping. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di kawasan Asia Tenggara dalam hal alokasi kuota haji.
Penyelenggaraan keberangkatan dibagi dalam beberapa gelombang keberangkatan, yang dimulai sejak awal Mei 2025. Pada setiap gelombang, jemaah diberangkatkan melalui embarkasi terpadu di berbagai daerah sebelum terbang menuju dua bandara utama di Arab Saudi, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Seluruh proses mencakup pemeriksaan dokumen, rekaman biometrik, hingga penempatan bus menuju pemondokan.
Pemerintah Indonesia juga menugaskan petugas kesehatan, pendamping, dan pembimbing ibadah untuk mendampingi jemaah selama masa tinggal di Tanah Suci. Layanan kesehatan di pusat kesehatan haji disiagakan untuk menangani kasus penyakit penyerta yang umum dialami jemaah lanjut usia, seperti gangguan pernapasan dan kelelahan akibat cuaca panas.
Imbauan Penyelenggara kepada Calon Jemaah
Penyelenggara perjalanan haji mengimbau seluruh jemaah memastikan kelengkapan dokumen sebelum keberangkatan, termasuk paspor, visa haji, tiket, dan kartu identitas resmi. Jemaah juga diminta mengikuti manasik haji hingga tuntas agar memahami tata pelaksanaan ibadah, rute perjalanan, dan prosedur darurat selama berada di Arab Saudi.
Secara khusus, jemaah diingatkan untuk menjaga ketertiban di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku, serta menghindari aktivitas di luar jadwal resmi yang dapat membahayakan keselamatan. Penyelenggara juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan teratur, hidrasi yang cukup, dan perlindungan dari paparan matahari langsung.
Dengan realisasi kedatangan yang masih di kisaran 36 persen per 18 Mei 2025, arus kedatangan jemaah haji diperkirakan meningkat tajam dalam beberapa hari ke depan. Otoritas Saudi memastikan seluruh fasilitas ibadah, transportasi, dan layanan kesehatan telah disiagakan untuk menopang kebutuhan ratusan ribu jemaah yang akan tiba hingga puncak musim haji tahun ini.
Comments (0)