Jejak Diplomasi Prabowo dan Raja Abdullah II dalam Kunjungan Kenegaraan

Jakarta, Apaberita – Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat pekan ini untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan yang dinilai sarat makna strategis. Kedatangan san...

Jul 12, 2026 - 03:13
0 0
Jejak Diplomasi Prabowo dan Raja Abdullah II dalam Kunjungan Kenegaraan

Jakarta, Apaberita – Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat pekan ini untuk melaksanakan kunjungan kenegaraan yang dinilai sarat makna strategis. Kedatangan sang raja bukan sekadar agenda protokoler biasa, melainkan puncak dari rangkaian komunikasi intensif yang telah dibangun kedua negara, khususnya sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai pemimpin tertinggi Indonesia.

Latar Sejarah yang Mengikat

Hubungan bilateral Indonesia-Yordania telah mengakar kuat selama puluhan tahun. Kedekatan Riyadh dan Jakarta di masa lalu kerap diwarnai dukungan Yordania terhadap kedaulatan Indonesia di forum internasional. Namun, lembaran baru diplomasi personal mulai terbuka ketika Prabowo, saat masih menjabat Menteri Pertahanan, melakukan lawatan khusus ke Amman pada 2022 dan 2024. Pertemuan-pertemuan itu tidak hanya membahas kerja sama militer dan industri pertahanan, melainkan juga menegaskan visi bersama tentang stabilitas kawasan dan solidaritas Islam moderat.

Pada audiensi di Istana Al-Hussein pada 13 Maret 2024, Raja Abdullah II secara eksplisit menyatakan,

"Saya menghormati kiprah Pak Prabowo dalam menjaga kedaulatan bangsa. Indonesia dan Yordania adalah mitra alami yang harus terus memperkuat barisan,"
demikian disampaikan dalam siaran resmi Kerajaan. Pertemuan itu pula yang mendorong percepatan nota kesepahaman di bidang kontraterorisme dan pertukaran intelijen strategis.

Agenda Prioritas dalam Kunjungan Kenegaraan

Kedatangan kali ini merupakan kunjungan kenegaraan penuh dengan pengawalan protokol tertinggi. Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri, sejumlah agenda inti akan dilangsungkan: pertemuan head-to-head di Istana Kepresidenan, penandatanganan kerja sama baru, jamuan kenegaraan, serta pertemuan terbatas dengan sejumlah elite parlemen dan pelaku ekonomi.

Direktur Timur Tengah Kemlu, Bagus Hendraning Kobarsyih, menyebutkan bahwa kunjungan ini akan menghasilkan lima dokumen kerja sama yang meliputi sektor pertahanan, perdagangan bebas produk halal, beasiswa pendidikan militer, pengelolaan air bersih, dan kerja sama antardewan ulama.

"Kita ingin mengubah hubungan historis ini menjadi lompatan ekonomi dan teknologi yang konkret. Kunjungan ini adalah pintu masuk bagi investasi Yordania di IKN dan proyek strategis nasional lainnya,"
ujar Bagus di Jakarta, Rabu (26/6).

Dimensi Personal Prabowo-Raja Abdullah II

Di luar dokumen resmi, ikatan personal antara presiden Indonesia dan raja Yordania menjadi fondasi tak kasatmata. Dua pemimpin ini sama-sama berlatar belakang militer, memiliki kepedulian tinggi terhadap kemiskinan dan pengangguran pemuda, serta memperjuangkan solusi dua negara bagi Palestina. Dalam KTT OKI di Riyadh tahun lalu, keduanya terlihat beberapa kali berunding secara tertutup, membahas mekanisme bantuan kemanusiaan bagi Gaza yang digalang secara bilateral.

Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Faisal Bakti, menilai bahwa hubungan personal ini merupakan aset diplomasi yang langka.

"Di dunia Arab, relasi pimpinan jauh lebih menentukan daripada sekadar perjanjian antarpemerintah. Prabowo dan Abdullah II punya chemistry yang terbangun dari kepercayaan pribadi, dan itu menjadi kunci akselerasi berbagai kesepakatan,"
katanya dalam wawancara, Kamis (27/6).

Dampak Domestik dan Regional

Bagi Indonesia, kunjungan ini menjadi momentum untuk menunjukkan stabilitas politik dan keterbukaan ekonomi di bawah pemerintahan baru. Bagi Yordania, yang tengah menghadapi tekanan geopolitik akibat krisis Suriah dan konflik Israel-Palestina, Indonesia adalah mitra strategis yang netral dan berpengaruh di ASEAN. Kedua negara berkomitmen saling mendukung pencalonan di dewan keamanan PBB dan memperjuangkan tata dunia yang lebih adil.

Sumber di lingkungan DPR mengungkapkan bahwa Panitia Kunjungan akan menggelar rapat pleno gabungan pada Kamis sore untuk mematangkan rincian acara, termasuk rencana Raja Abdullah II berpidato di hadapan anggota parlemen Indonesia. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat dukungan legislatif bagi percepatan ratifikasi perjanjian bilateral yang telah disepakati sejak 2023.

Dengan demikian, lawatan Raja Yordania kali ini tidak hanya menjadi lembaran baru dalam hubungan kedua negara, melainkan juga batu ujian bagi kematangan diplomasi kepresidenan Prabowo dalam memadukan kepentingan nasional dengan jaringan personal global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User