Akhmad Wiyagus, Mantan Perwira Tinggi Polri Resmi Jabat Wamendagri
Jakarta, Apaberita – Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Akhmad Wiyagus resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/1/2025). Proses...
Jakarta, Apaberita – Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Akhmad Wiyagus resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/1/2025). Prosesi kenegaraan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden, menandai bergabungnya seorang purnawirawan perwira tinggi ke dalam jajaran pimpinan Kementerian Dalam Negeri yang memiliki peran sentral dalam urusan pemerintahan daerah.
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini disaksikan oleh sejumlah menteri Kabinet Merah, pimpinan lembaga tinggi negara, serta keluarga inti pejabat yang dilantik. Akhmad Wiyagus hadir dengan mengenakan setelan jas hitam, didampingi istri, saat mengucapkan sumpah setia kepada konstitusi dan negara. "Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya," demikian petikan sumpah yang diucapkannya.
Rekam Jejak Panjang di Kepolisian
Akhmad Wiyagus lahir di Cirebon, 7 April 1965, dan menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya. Ia kemudian diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada 1988, memulai karier sebagai Perwira Pertama di Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan. Kariernya di Korps Bhayangkara terus menanjak: ia pernah menjabat sebagai Kapolsek di wilayah Jakarta, kemudian Kapolres di beberapa daerah seperti Sukabumi dan Tangerang, sebelum akhirnya dipercaya mengemban posisi Kapolda di tiga provinsi berbeda, yaitu Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan terakhir Jawa Timur.
Di tingkat Mabes Polri, Akhmad dikenal sebagai sosok yang luwes dan komunikatif. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri pada 2016–2018, di mana ia berhasil membangun strategi komunikasi publik yang efektif di tengah sorotan terhadap institusi Polri. Kemampuan diplomasi dan koordinasinya semakin terasah ketika ia menduduki posisi Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, sebelum akhirnya memasuki masa purnabakti pada 2023. Selama masa dinas, ia menerima sejumlah penghargaan, termasuk Bintang Bhayangkara Pratama atas dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa.
Amanat Presiden dan Tugas Strategis Wamendagri
Dalam sambutannya seusai pelantikan, Presiden menegaskan bahwa pengangkatan Akhmad Wiyagus bukan semata-mata pertimbangan politis, melainkan kebutuhan akan figur dengan integritas dan pengalaman luas di bidang keamanan serta pemerintahan daerah. "Beliau memahami dinamika di lapangan, paham betul bagaimana menjaga stabilitas daerah, dan memiliki jaringan yang kuat dengan para pemimpin di tingkat lokal. Saya yakin beliau akan sangat membantu Mendagri dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dalam negeri," ujar Presiden dengan suara tegas.
Menanggapi amanat tersebut, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyatakan komitmennya untuk langsung bekerja sesuai arahan Presiden dan mendampingi Menteri Dalam Negeri dalam menjalankan program prioritas. "Saya akan menjadi bagian dari solusi, bukan beban. Kita akan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur, pengawasan keuangan daerah, serta pencegahan konflik sosial yang dapat menghambat pembangunan," katanya singkat di hadapan awak media.
Tantangan Desentralisasi dan Konsolidasi Pemerintahan
Sebagai Wamendagri, Akhmad Wiyagus akan menghadapi sejumlah agenda berat, terutama pengawalan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah yang kerap menimbulkan gesekan antara pusat dan daerah. Latar belakangnya di lembaga intelijen keamanan diyakini menjadi modal penting untuk mendeteksi dini potensi konflik serta membangun sinergi antardaerah. Selain itu, Kemendagri juga tengah menyiapkan regulasi baru terkait penyesuaian nomenklatur perangkat daerah pascarevisi undang-undang pemerintahan daerah.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Syahputra, menilai bahwa penunjukan eks perwira tinggi Polri di posisi wakil menteri dalam negeri merupakan langkah strategis. "Ini bukan kali pertama seorang purnawirawan Polri masuk ke Kemendagri, namun konteksnya saat ini berbeda karena ada kebutuhan mendesak untuk menata birokrasi daerah yang semakin kompleks. Pak Akhmad punya pengalaman di intelijen, humas, dan pernah memimpin polda besar—itu kombinasi yang langka," ujarnya kepada Apaberita, Senin sore.
Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa kehadiran Akhmad Wiyagus diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara Kemendagri dan institusi kepolisian daerah, terutama dalam penanganan isu-isu strategis seperti netralitas aparatur sipil negara dalam pemilihan kepala daerah serentak yang akan datang. "Kita butuh koordinasi yang tak lagi sektoral. Wamendagri baru ini harus bisa memperkuat hubungan kelembagaan agar program pemerintah pusat tidak tersendat di tingkat daerah," pungkasnya.
Dengan dilantiknya Akhmad Wiyagus, Kabinet Merah kini memiliki komposisi yang semakin merangkul profesional dari berbagai latar belakang. Publik menunggu langkah konkret Wamendagri baru dalam menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah Kemendagri, mulai dari percepatan penyaluran dana desa hingga penyelesaian sengketa batas wilayah yang hingga kini masih menjadi catatan merah di banyak daerah.
Baca juga:
Comments (0)