Jasa Marga Tetapkan Transformasi Digital untuk Perkuat Keselamatan Pengguna
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan jalan tol melalui transformasi berbasis teknologi dengan menetapkan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama kebijakan o...
PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan jalan tol melalui transformasi berbasis teknologi dengan menetapkan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama kebijakan operasional. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi internal jajaran direksi dan manajemen perusahaan di Jakarta, sebagai penindaklanjuti arahan pemegang saham untuk modernisasi infrastruktur transportasi nasional berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara serta peraturan terkait tata kelola perseroan terbuka.
Kebijakan Digitalisasi dan Keselamatan
Dalam rapat tersebut, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyatakan bahwa penerapan teknologi digital pada seluruh ruas jalan tol yang dikelola tidak hanya difokuskan pada efisiensi transaksi, melainkan juga pada peningkatan protokol keselamatan lalu lintas. Transformasi ini mencakup integrasi sistem pemantauan elektronik, pemeliharaan jalan berbasis prediktif, dan penguatan sistem komunikasi darurat di sepanjang koridor tol.
Jajaran direksi menegaskan bahwa setiap inovasi teknologi yang diterapkan wajib memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Badan Pengatur Jalan Tol. Pelaksanaan program tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan koordinasi lintas divisi, mulai dari unit operasional hingga satuan kerja pengawas teknis di lapangan.
"Keselamatan pengguna merupakan parameter utama dalam setiap keputusan investasi teknologi yang kami ambil. Tidak ada kompromi terhadap standar perlindungan masyarakat di jalan tol," ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta.
Rapat Koordinasi dan Penetapan Standar
Rapat Koordinasi yang digelar oleh perusahaan BUMN tersebut juga membahas penegasan kembali terhadap prosedur keselamatan yang harus dipatuhi oleh seluruh unit kerja. Dalam sesi pleno, manajemen menindaklanjuti evaluasi kinerja sistem teknologi informasi yang telah berjalan dan merumuskan langkah perbaikan untuk periode mendatang.
Fraksi-fraksi dalam struktur tata kelola perusahaan, termasuk komite audit dan komite teknis, menyatakan dukungannya terhadap penguatan anggaran untuk sektor digitalisasi layanan tol. Mereka menegaskan bahwa pengawasan berkelanjutan terhadap implementasi teknologi harus tetap berada dalam koridor akuntabilitas publik sesuai mandat hukum yang berlaku.
Perusahaan mengelola ribuan kilometer jaringan jalan tol di pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Kalimantan yang melayani jutaan kendaraan setiap harinya. Dengan basis pengguna yang luas, penerapan sistem berbasis teknologi diharapkan mampu mengurangi tingkat kecelakaan serta mempercepat respons penanganan insiden di ruas-ruas strategis.
Implementasi dan Pengawasan Berkelanjutan
Langkah konkret yang ditetapkan dalam keputusan rapat meliputi pembaruan perangkat lunak sistem pemungutan tol elektronik, penambahan kamera pengawas aktif di titik rawan kecelakaan, dan pelatihan sumber daya manusia dalam mengoperasikan peralatan keselamatan berbasis digital. Seluruh tahapan implementasi akan diawasi melalui mekanisme Rapat Koordinasi bulanan yang melibatkan perwakilan unit operasional dari masing-masing wilayah.
Berdasarkan UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan peraturan pelaksanaannya, Jasa Marga menyatakan bahwa kewajiban penyelenggara jalan tol untuk menjamin keselamatan pengguna tetap menjadi landasan utama dalam setiap pengembangan infrastruktur. Oleh karena itu, setiap pengadaan perangkat teknologi baru harus melalui proses verifikasi ketat oleh tim teknis internal sebelum disahkan untuk operasional.
"Kami menyadari bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi perangkat keras, tetapi juga pembentukan kultur keselamatan di seluruh lini organisasi. Rapat pleno telah memutuskan bahwa indikator keselamatan akan menjadi bagian tak terpisah dari evaluasi kinerja teknologi," tambah jajaran direksi.
Kebijakan yang disahkan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh entitas anak dan afiliasi perusahaan dalam menyelenggarakan layanan jalan tol yang aman, andal, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Penegasan komitmen ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BUMN infrastruktur terus menindaklanjuti amanat pemegang saham untuk memberikan pelayanan publik berstandar internasional dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan manusia.
Comments (0)