Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Halim-Senayan Pagi Ini
Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Ruas Tol Dalam Kota pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan mulai pukul 06.30 WIB di se...
Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Ruas Tol Dalam Kota pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Kebijakan ini diterapkan mulai pukul 06.30 WIB di segmen Halim hingga Senayan sebagai respons terhadap peningkatan volume kendaraan yang signifikan memasuki kawasan pusat bisnis.
Langkah tersebut diambil setelah hasil pemantauan traffic counting di Gerbang Tol Halim Utama menunjukkan lonjakan arus masuk mencapai 4.200 kendaraan per jam, atau naik 35 persen dibanding rata-rata hari kerja normal pada jam yang sama. Contraflow diterapkan sepanjang kurang lebih 8 kilometer dengan menggunakan lajur kanan arah Jakarta menuju Cawang yang dialihfungsikan menjadi lajur tambahan menuju Senayan.
Pengalihan Arus dan Titik Mulai
Kebijakan contraflow dimulai dari KM 02+800 Halim hingga KM 10+500 Senayan. Kendaraan dari arah Bekasi dan Cikampek yang akan menuju Semanggi, Sudirman, dan Gatot Subroto diarahkan memasuki lajur contraflow di bawah pengawalan ketat petugas Traffic Management Center (TMC) Jasa Marga dan Kepolisian. Pengalihan arus ini bertujuan mengurai kepadatan yang sempat mengular hingga lebih dari tiga kilometer di ruas Halim-Pondok Gede sebelum pemberlakuan contraflow.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, R. Suryo Baskoro, menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat situasional. “Contraflow kami buka untuk mengakomodasi arus lalu lintas yang memasuki Jakarta. Pemantauan dilakukan secara real-time melalui CCTV yang terintegrasi dengan NTMC Polri. Apabila volume kembali normal, rekayasa akan ditutup bertahap,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Lonjakan Volume Kendaraan
Data dari Jasa Marga Regional JabodetabekJabar mencatat bahwa volume kendaraan yang melintas di Tol Dalam Kota pada H-2 Lebaran 2026 mencapai 168.000 unit per hari, atau melampaui kondisi normal yang berada di kisaran 143.000 kendaraan. Lonjakan ini didorong oleh pergerakan warga yang kembali ke Jakarta pasca libur panjang, sekaligus bersamaan dengan dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah.
Peningkatan lalu lintas tidak hanya terjadi di segmen Halim. Gerbang Tol Cililitan dan Tebet juga mencatat kenaikan arus hingga 28 persen. Kondisi tersebut memaksa Jasa Marga melakukan diskresi kepolisian untuk menerbitkan surat pemberitahuan rekayasa lalu lintas atas persetujuan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Nomor surat tugas WL/145/III/2026/Ditlantas diterbitkan pada pukul 06.15 WIB, hanya 15 menit sebelum contraflow dimulai, menandakan respons cepat terhadap eskalasi volume.
Dampak dan Pantauan Lapangan
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa contraflow mampu menekan panjang antrean di Gerbang Tol Halim menjadi kurang dari 500 meter dalam waktu 45 menit setelah pemberlakuan. Kecepatan rata-rata kendaraan di lajur contraflow tercatat 40-50 km/jam, lebih tinggi dibanding lajur reguler yang hanya bergerak 15-20 km/jam akibat volume padat.
Namun, pengalihan arus ini menimbulkan konsekuensi bagi pengguna jalan dari arah Semanggi menuju Cawang dan Bekasi. Kapasitas lajur arah sebaliknya menyusut, sehingga terjadi penumpukan kendaraan di sekitar KM 09+200 dan KM 12+000. Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mencari alternatif seperti Jalan Tol JORR atau melalui jalan arteri Kalimalang dan MT Haryono.
Petugas di lapangan dibantu oleh mobil Derek Garda dan Tim Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya bersiaga di lima titik sepanjang segmen contraflow. Baskoro menambahkan, “Kami sudah menempatkan petugas di titik rawan gangguan lajur, yakni di sekitar on-ramp Tebet dan off-ramp Kuningan. Jika terjadi insiden, penanganan diharapkan selesai maksimal 15 menit.”
Prosedur Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa contraflow di Jalan Tol Dalam Kota mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 96 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas. Pasal 18 menyebutkan bahwa kepolisian dapat memberlakukan contraflow dalam keadaan darurat atau untuk mengatasi kemacetan parah, setelah berkoordinasi dengan penyelenggara jalan. Dalam hal ini, Jasa Marga sebagai Badan Usaha Jalan Tol bertindak selaku penyelenggara yang mengajukan permohonan.
Sebelum pemberlakuan, TMC Jasa Marga memastikan seluruh variable message sign (VMS) di ruas terkait telah menampilkan peringatan “CONTRAFLOW DIBERLAKUKAN – GUNAKAN LAJUR KIRI”. Selain itu, sebanyak delapan unit mobil patroli berjajar membentuk channeling di titik masuk dan keluar contraflow untuk memandu pengemudi.
Hingga pukul 08.30 WIB, contraflow masih dipertahankan. Evaluasi akan dilakukan setiap 30 menit oleh tim bersama yang terdiri dari Jasa Marga, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Parameter utama evaluasi adalah volume kendaraan di Gerbang Tol Halim dan kecepatan rata-rata di segmen terdampak. Jika volume turun di bawah 3.500 kendaraan per jam, maka lajur contraflow akan ditutup secara gradual.
Informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dapat diakses publik melalui kanal resmi Jasa Marga di nomor panggilan darurat 14080 dan akun Twitter @PTJASAMARGA, yang diperbarui setiap 10 menit.
Baca juga:
Comments (0)