Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Mulai 7 Agustus untuk Hari Raya Karo

Apaberita.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur. Penutupan akan berlangsung selama 12 hari, m

Jul 07, 2026 - 23:10
0 0
Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara Mulai 7 Agustus untuk Hari Raya Karo

Apaberita.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi mengumumkan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur. Penutupan akan berlangsung selama 12 hari, mulai Jumat, 7 Agustus 2026 hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Karo, sebuah ritual adat yang sarat makna bagi masyarakat Tengger.

Alasan Penutupan Jalur Pendakian

Penutupan ini bukan kali pertama dilakukan. Setiap tahunnya, TNBTS secara rutin menutup akses pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa ini selama Hari Raya Karo. Ritual yang digelar oleh Suku Tengger tersebut berpusat di kawasan Ranu Pani dan membutuhkan suasana khidmat tanpa gangguan aktivitas pendakian. Langkah ini sekaligus menjaga keselamatan para pendaki mengingat meningkatnya aktivitas seremonial di sekitar area masuk utama pendakian.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahjah Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan telah dituangkan dalam Surat Pengumuman Nomor PG.16/T.8/TU/HMS.01.08/B/07/2026 yang terbit pada Rabu, 1 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua pintu masuk resmi, termasuk jalur via Malang dan Lumajang.

“Jalur pendakian di Gunung Semeru ditutup sementara waktu, yakni mulai Jumat (7/8) sampai dengan Selasa (18/8). Penutupan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Karo 2026,” ujar Rudijanta, Jumat (3/7/2026).

Dampak dan Imbauan bagi Pendaki

Bagi para pendaki yang telah merencanakan pendakian pada periode tersebut, penutupan ini tentu berdampak pada penjadwalan ulang. Apaberita.com mengimbau agar calon pendaki segera menyesuaikan rencana perjalanan mereka dan tidak memaksakan diri masuk melalui jalur ilegal. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan serta mengganggu kekhidmatan upacara adat.

Gunung Semeru dengan puncak Mahamerunya merupakan salah satu destinasi pendakian favorit di Indonesia. Penutupan sementara ini diharapkan tidak mengurangi minat wisatawan, melainkan justru menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati kearifan lokal. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk mematuhi pengumuman yang telah disampaikan pihak TNBTS demi kelestarian alam dan budaya setempat.

Setelah tanggal 18 Agustus, jalur pendakian akan dibuka kembali secara normal, dengan tetap mengedepankan prosedur keselamatan dan aturan kuota harian yang berlaku.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User