Jakarta — Petir Sambar Monas Saat Hujan Deras Guyur Jakarta

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (21/12/2019) malam disertai sambaran petir yang dramatis. Salah satu kilatan petir

Jul 09, 2026 - 16:15
0 0
Jakarta — Petir Sambar Monas Saat Hujan Deras Guyur Jakarta

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (21/12/2019) malam disertai sambaran petir yang dramatis. Salah satu kilatan petir terekam kamera menyambar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menciptakan pemandangan yang memukau sekaligus mengkhawatirkan. Fenomena ini terjadi saat intensitas hujan mencapai puncaknya, disertai angin kencang yang memicu potensi bencana hidrometeorologi.

Awal Mula Hujan Deras di Jakarta

Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan mulai turun sejak pukul 19.00 WIB di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, lalu meluas ke Jakarta Pusat sekitar pukul 20.00 WIB. Awan cumulonimbus (Cb) tebal terdeteksi di atas langit ibu kota, dengan ketinggian mencapai 15 kilometer—kondisi yang sangat mendukung terbentuknya badai petir. Curah hujan tercatat mencapai 65 milimeter per jam di beberapa titik, termasuk di Kemayoran dan kawasan Monas.

Hujan deras ini dipicu oleh pertemuan massa udara basah dari Samudra Hindia dan adanya daerah konvergensi di atas Pulau Jawa. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pagi hari yang sama.

Puncak Sambaran Petir di Monas

Tim Merdeka.com yang berada di sekitar Medan Merdeka berhasil mengabadikan momen ketika petir menyambar di dekat tugu Monas. Kilatan petir jenis cloud-to-ground (CG) tampak jelas menyentuh area sekitar lapangan Monas, disusul suara guntur yang menggelegar beberapa detik kemudian. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB, saat hujan dalam kondisi deras dan angin bertiup dengan kecepatan 30–45 kilometer per jam.

  1. Pukul 20.00 WIB: Hujan mulai mengguyur Jakarta Pusat, disertai peningkatan aktivitas petir di langit.
  2. Pukul 20.25 WIB: BMKG mencatat lonjakan frekuensi sambaran petir hingga 15 kali per menit dalam radius 10 kilometer dari Monas.
  3. Pukul 20.30 WIB: Petir menyambar di dekat Monas, terekam oleh kamera jurnalis Merdeka.com.
  4. Pukul 20.45 WIB: Hujan mulai reda di Jakarta Pusat, namun petir masih terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Peringatan Dini BMKG

BMKG melalui situs resmi dan akun media sosialnya menegaskan bahwa cuaca ekstrem berpotensi berlanjut hingga tiga hari ke depan, yakni hingga Selasa (24/12/2019). Masyarakat diimbau untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari. Kepala Sub-Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG menyatakan bahwa sambaran petir dengan intensitas tinggi berisiko menimbulkan bahaya bagi keselamatan jiwa dan kerusakan infrastruktur, seperti gangguan pada jaringan listrik dan perangkat elektronik.

Data BMKG menunjukkan bahwa sepanjang Desember 2019, Jakarta telah mengalami 12 hari hujan lebat dengan frekuensi petir di atas rata-rata. Pihak BMKG terus memperbarui informasi setiap tiga jam melalui kanal resmi agar warga dapat melakukan antisipasi dini.

Imbauan dan Antisipasi

Menghadapi potensi cuaca buruk ini, sejumlah langkah keselamatan disarankan:

  1. Segera mencari tempat berlindung di dalam gedung atau kendaraan saat petir terlihat.
  2. Hindari berteduh di bawah pohon tinggi, tiang listrik, atau struktur logam yang rentan tersambar petir.
  3. Matikan peralatan elektronik yang tersambung ke listrik untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan tegangan.
  4. Pantau terus informasi cuaca terkini dari BMKG melalui aplikasi atau media sosial resmi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Bencana juga telah menyiagakan petugas di titik-titik rawan genangan dan banjir. Sementara itu, pemadaman listrik spontan akibat sambaran petir di beberapa gardu distribusi telah ditangani oleh PLN dalam waktu kurang dari 30 menit setelah kejadian.

Peristiwa sambaran petir di Monas ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di Indonesia, khususnya di masa peralihan musim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User