WhatsApp Siapkan Fitur Username, Nomor HP Bisa Disembunyikan
Jakarta, 10 Juli 2025 – WhatsApp, platform perpesanan milik Meta dengan lebih dari 2,7 miliar pengguna aktif secara global, sedang mengembangkan fitur user
Jakarta, 10 Juli 2025 – WhatsApp, platform perpesanan milik Meta dengan lebih dari 2,7 miliar pengguna aktif secara global, sedang mengembangkan fitur username yang akan mengizinkan penggunanya menyembunyikan nomor ponsel. Temuan ini berasal dari pembongkaran kode (teardown) versi beta WhatsApp untuk Android, yang dilakukan oleh tim Liputan6.com, mengindikasikan perubahan besar dalam cara pengguna berinteraksi di aplikasi ini. Selama lebih dari satu dekade, WhatsApp bergantung sepenuhnya pada nomor telepon sebagai identitas akun; setiap pendaftaran memerlukan verifikasi SMS atau panggilan suara, dan kontak baru hanya bisa ditambahkan setelah bertukar nomor. Fitur username akan menawarkan alternatif yang lebih privat: pengguna dapat membuat nama unik yang bisa dicari oleh siapa pun, mirip dengan penanganan (handle) di media sosial atau platform pesaing seperti Telegram dan Signal.
Bukti pertama fitur ini muncul dalam rilis beta WhatsApp untuk Android versi 2.25.11 pada awal Juli 2025. String kode yang ditemukan mencakup label "username", menu pemilihan, dan validasi ketersediaan nama. Rencananya, pengaturan username akan ditempatkan di bawah menu Pengaturan > Akun > Username. Antarmuka belum sepenuhnya selesai, namun logika yang tertanam menunjukkan bahwa WhatsApp akan mencegah pemakaian username yang sama oleh dua akun, serta memungkinkan perubahan nama di kemudian hari. Bagi pengguna, ini berarti pilihan untuk tidak lagi membagikan nomor telepon saat berkenalan, bergabung dengan komunitas, atau mengelola kanal bisnis. Sebagai gambaran, nomor telepon yang terekspos telah menjadi pintu masuk utama bagi spam dan penipuan digital; laporan Pusat Keamanan Siber Nasional (2024) mencatat bahwa 67% insiden penipuan di Indonesia melibatkan nomor HP korban yang diperoleh dari platform publik. Dengan demikian, username berpotensi mempersempit celah ancaman tersebut secara signifikan.
“Fitur ini menyeimbangkan antara kenyamanan dan privasi,” ujar Dr. Rizal Firmansyah, pengamat keamanan siber dari Universitas Indonesia. “Di satu sisi, pengguna tetap bisa ditemukan oleh rekan atau pelanggan baru tanpa mengorbankan data sensitif. Namun, username bukanlah perisai mutlak—pengguna tetap harus waspada terhadap akun impersonasi dan permintaan kontak tak dikenal.” WhatsApp sendiri tampaknya menyadari risiko tersebut; dalam beta, ditemukan pula sinyal integrasi dengan sistem pelaporan dan kemungkinan verifikasi opsional untuk akun publik, mirip dengan centang biru untuk kanal resmi. Belum ada konfirmasi kapan fitur akan meluncur secara publik, tetapi mengacu pada siklus pengembangan sebelumnya, uji beta dapat berlangsung 2 hingga 6 bulan sebelum rilis bertahap, dengan pengguna Android sebagai prioritas pertama.
Analisis Implikasi Privasi dan Strategi Meta
Langkah WhatsApp ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan kompetitif dan regulasi privasi global. Telegram telah memiliki username sejak 2015, dan Signal menawarkan fitur serupa dengan pendekatan enkripsi end-to-end sebagai standar. Dengan lebih dari 120 juta pengguna di Indonesia, WhatsApp memerlukan diferensiasi untuk mempertahankan dominasinya, terutama setelah serangkaian pembaruan yang memperkuat sisi bisnis seperti Katalog, Channel, dan pembayaran digital. Username akan memungkinkan merchant atau kreator konten berinteraksi dengan audiens tanpa menampilkan nomor pribadi—selaras dengan visi Meta yang ingin menjadikan WhatsApp pusat transaksi dan layanan pelanggan.
Dari sisi privasi, penyembunyian nomor telepon akan mengurangi risiko penambangan data massal (scraping) yang biasa dilakukan oleh pihak ketiga. Selama ini, banyak grup WhatsApp publik yang memajang nomor anggota secara tidak sengaja. Dengan username, identitas utama dapat tetap tersamar, sementara enkripsi end-to-end melindungi isi percakapan. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini tidak mengubah kebijakan WhatsApp tentang berbagi metadata dengan induk perusahaan Meta—sejumlah data seperti frekuensi interaksi dan perangkat yang digunakan tetap bisa dianalisis untuk keperluan iklan terpersonalisasi di ekosistem Meta.
Perbandingan dengan Platform Perpesanan Lain
| Fitur | WhatsApp (Rencana) | Telegram | Signal |
|---|---|---|---|
| Username Unik | Dalam pengembangan | Ya, sejak 2015 | Ya, opsional |
| Sembunyikan Nomor HP | Ya, username jadi identitas publik | Ya, nomor hanya terlihat oleh kontak pilihan | Ya, nomor disembunyikan total dari non-kontak |
| Cari Kontak via Username | Ya, akan didukung | Ya, pencarian global | Ya, pencarian lokal |
| Enkripsi End-to-End Default | Ya | Tidak (hanya Secret Chat) | Ya |
| Verifikasi Akun Publik | Kemungkinan centang biru | Centang biru untuk akun resmi | Tidak ada fitur serupa |
Proyeksi dan Rekomendasi bagi Pengguna
Jika dirilis sesuai rencana, fitur username akan hadir dalam tiga tahap: beta terbatas, ekspansi ke pengguna beta publik, dan akhirnya rilis global melalui pembaruan aplikasi. Pengguna yang peduli privasi disarankan untuk segera mengaktifkan fitur ini begitu tersedia, terutama yang sering berinteraksi di grup publik atau menggunakan WhatsApp untuk keperluan bisnis. Pilih username yang tidak sama dengan nama asli lengkap atau alamat surel untuk menghindari keterkaitan identitas di berbagai platform. Selain itu, pastikan pengaturan privasi grup dan foto profil dikunci hanya untuk kontak, karena username tidak akan menutup celah penyebaran data melalui tangkapan layar atau percakapan grup. Ke depan, integrasi username dengan sistem verifikasi dua langkah berbasis biometrik juga mungkin diadopsi untuk memastikan akun hanya dapat diakses oleh pemilik sah.
Comments (0)