Jakarta Percepat Transisi ke Transportasi Ramah Lingkungan
JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat elektrifikasi armada transportasi umum sebagai solusi mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Langkah ini diwujudkan melalui pengadaan bus
JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat elektrifikasi armada transportasi umum sebagai solusi mengurangi emisi karbon dan polusi udara. Langkah ini diwujudkan melalui pengadaan bus listrik untuk Transjakarta, pengembangan jaringan kereta ringan (LRT), dan perluasan jalur sepeda. Target ambisius dicanangkan: 100% armada Transjakarta berbasis listrik pada tahun 2030.
Langkah Konkret Pengurangan Emisi
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) telah mengoperasikan 30 unit bus listrik sejak akhir 2023. Rencananya, pada 2025 akan ditambah menjadi 100 unit, dan terus bertambah hingga mencapai 1.000 unit pada 2030. Setiap bus listrik diperkirakan mampu mengurangi emisi CO2 hingga 120 ton per tahun dibandingkan bus diesel konvensional. Selain itu, pemerintah juga membangun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di beberapa terminal dan halte utama.
Selain bus, moda transportasi lain juga digenjot. LRT Jabodebek yang sudah beroperasi sejak Agustus 2023 menggunakan tenaga listrik dan mampu mengangkut 6.000 penumpang per jam per arah. Sementara itu, MRT Jakarta fase 2 yang sedang dibangun juga akan menggunakan sistem listrik ramah lingkungan. Pemerintah juga menggalakkan penggunaan sepeda dengan membangun 100 km jalur sepeda hingga akhir 2024, yang terintegrasi dengan halte Transjakarta dan stasiun kereta.
Dukungan Infrastruktur dan Insentif
Untuk mendukung transisi ini, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan memberikan insentif fiskal bagi operator transportasi yang beralih ke kendaraan listrik. Subsidi pembelian kendaraan listrik juga diberikan untuk angkutan umum. Di sisi lain, PLN menyatakan siap menyediakan pasokan listrik hijau dari pembangkit energi terbarukan untuk mendukung operasional bus listrik dan LRT.
Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjukkan bahwa sektor transportasi menyumbang 44% emisi gas rumah kaca di ibu kota. Dengan elektrifikasi transportasi umum, diharapkan emisi bisa turun signifikan. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 30% dari sektor transportasi pada 2030.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski optimistis, masih ada tantangan seperti biaya investasi awal yang tinggi dan kebutuhan tenaga kerja terampil untuk perawatan bus listrik. Namun, kerja sama dengan pihak swasta dan BUMN terus dijalin. Masyarakat pun diimbau beralih ke transportasi umum ramah lingkungan. Dengan langkah terpadu, Jakarta berpeluang menjadi kota dengan sistem transportasi publik paling hijau di Asia Tenggara.
Berdasarkan data dan informasi terkini, perkembangan di sektor ini menunjukkan tren yang positif dan patut dicermati oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.
Comments (0)