Ekonomi Syariah Indonesia Tumbuh 8,5% Sepanjang 2024

JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 8,5% sepanjang tahun 2024, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5

Jul 23, 2026 - 06:22
0 0
Ekonomi Syariah Indonesia Tumbuh 8,5% Sepanjang 2024

JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 8,5% sepanjang tahun 2024, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,1%. Data ini dirilis oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam laporan terbaru yang dipublikasikan pada Senin (10/2/2025).

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Kepala KNEKS, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa beberapa sektor utama menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Sektor keuangan syariah, termasuk perbankan, pasar modal, dan asuransi, tumbuh signifikan dengan aset mencapai Rp2.500 triliun pada akhir 2024. "Perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12,3%, didorong oleh meningkatnya permintaan produk halal dan investasi berbasis syariah," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Sektor industri halal juga berkontribusi besar, dengan nilai ekspor produk halal mencapai USD 45 miliar pada 2024, naik 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Produk seperti makanan halal, fesyen muslim, dan kosmetik halal menjadi andalan, terutama di pasar global seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Peran Pemerintah dan Regulasi

Pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Ekonomi Syariah, yang memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha di sektor halal. "Regulasi ini memudahkan akses pembiayaan dan sertifikasi halal, sehingga UMKM syariah bisa lebih kompetitif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah aset keuangan syariah di Indonesia kini mencapai 12% dari total aset keuangan nasional, dengan target 15% pada 2027. Peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat juga menjadi fokus, dengan program edukasi yang menjangkau 50 juta orang pada 2024.

Dampak pada Ekonomi Nasional

Pertumbuhan ekonomi syariah memberikan dampak positif pada penyerapan tenaga kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor ekonomi syariah menyerap 15 juta tenaga kerja pada 2024, meningkat 10% dari tahun sebelumnya. "Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah tidak hanya inklusif tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja yang luas," jelas Bambang.

Namun, tantangan masih ada, seperti keterbatasan infrastruktur halal dan kurangnya standarisasi produk. KNEKS berencana memperkuat kerja sama dengan negara-negara OKI untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk halal Indonesia.

Prospek ke Depan

Dengan tren positif ini, pemerintah optimistis ekonomi syariah akan terus tumbuh, didukung oleh digitalisasi layanan keuangan syariah dan peningkatan investasi di sektor halal. "Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi syariah mencapai 10% pada 2025, dengan fokus pada inovasi dan kemitraan global," pungkas Bambang.

Pertumbuhan ekonomi syariah ini menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global pada 2030.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User