Sep 24, 2026
Nasional

Tim Selam Berhasil Masuki Badan KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam

Tim penyelam dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Special Group (BSG) bersama TNI AL berhasil membuka akses masuk ke bagian dalam badan

Tim Selam Berhasil Masuki Badan KM Virgo Transport 8 yang Tenggelam

Tim penyelam dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Special Group (BSG) bersama TNI AL berhasil membuka akses masuk ke bagian dalam badan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di dasar Laut Jawa. Operasi kritis ini menjadi tonggak penting dalam pencarian puluhan korban yang masih terjebak di dalam bangkai kapal. Hingga kini, tim terus menyisir kamar penumpang dan ruang-ruang tersembunyi di dalam kapal berkapasitas 243 orang tersebut.

Kronologi Pencarian dan Temuan Terbaru

Kecelakaan maut KM Virgo Transport 8 bermula ketika kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 WIB dengan tujuan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Sehari kemudian, tepatnya Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA, kapal hilang kontak setelah dilaporkan menghadapi cuaca buruk di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Sejak insiden tersebut, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, serta relawan. Dalam perkembangan terbaru, tim penyelam berhasil menembus akses ke bagian dalam badan kapal yang sebelumnya tertutup rapat. Penemuan ini memungkinkan penyisiran lebih mendalam di kamar-kamar penumpang yang diduga masih menyimpan korban.

Data Korban dan Status Pencarian

KategoriJumlah
Total penumpang & kru243 orang
Korban selamat108 orang
Meninggal dunia9+ orang
Belum ditemukan~120 orang
Kedalaman kapal di dasar laut30-50 meter

Dengan ditemukannya akses baru ke bagian dalam badan kapal, optimisme untuk menemukan korban yang masih hilang semakin menguat. Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah bagi tim SAR untuk segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Tantangan Operasi Penyelaman

Operasi penyelaman di dalam bangkai kapal menghadapi tantangan teknis yang sangat serius. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa kondisi kapal yang tertutup dan gelap menjadi hambatan utama bagi para penyelam. Sebelumnya, tim penyelam hanya berani beroperasi di luar badan kapal karena risiko terjebak di dalam ruang tertutup sangat tinggi.

"Ketika kapal masih di dasar laut, tim penyelam hanya berani di luar kapal, tidak berani masuk ke dalam kapal. Karena semuanya tertutup, jika dipaksakan masuk itu akan menjadi masalah bagi penyelam," ujar Putu Sudayana.

Gelombang laut yang mencapai 2,5 meter dan angin kencang di sekitar lokasi kecelakaan turut memperumit jalannya operasi. Meskipun demikian, sebanyak 34 penyelam profesional dari Basarnas dan TNI AL dikerahkan pada hari ke-10 operasi untuk menyisir setiap sudut kapal.

Operasi Salvage dan Dukungan Internasional

Selain pencarian korban, operasi salvage atau penarikan bangkai kapal juga tengah dipersiapkan. Basarnas telah menggandeng tim ahli internasional dari Hong Kong dan Amerika Serikat untuk membantu membalikkan kondisi kapal yang kini terbalik di dasar laut. Pemilik kapal wajib memindahkan bangkai kapal sesuai ketentuan Undang-Undang Pelayaran dengan batas waktu paling lambat 180 hari.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan. "Setiap korban yang ditemukan menjadi amanah yang harus kami evakuasi dan serahkan kepada pihak keluarga," tegasnya.

Dukungan dan Harapan Keluarga

Di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, ratusan kerabat korban masih bertahan menunggu kabar terbaru. Isak tangis mewarnai setiap kali ada informasi mengenai penemuan korban baru. Dukungan moril terus mengalir dari berbagai pihak untuk memperkuat semangat tim SAR gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

Tragedi KM Virgo Transport 8 menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan pelayaran di Indonesia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, keselamatan transportasi laut menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User