Sep 24, 2026
Nasional

Gempa 4,6 SR Guncang Selat Sunda, Episenter 38 km dari Sumur

Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang kawasan Perairan Selat Sunda pada Rabu (23/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ep

Gempa 4,6 SR Guncang Selat Sunda, Episenter 38 km dari Sumur

Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang kawasan Perairan Selat Sunda pada Rabu (23/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di laut, tepatnya 38 kilometer selatan Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Getaran ini dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.

Meski termasuk kategori magnitudo menengah, gempa ini tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang tinggal di pesisir. Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di kawasan ini untuk memastikan keselamatan warga.

Detail Teknis Gempa

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa terjadi pada kedalaman dangkal di wilayah laut Selat Sunda. Posisi episenter gempa berada di koordinat yang mengindikasikan aktivitas tektonik di zona subduksi Indo-Australia yang menunjam ke bawah Sunda Plate. Zona ini dikenal sebagai salah satu jalur tektonik aktif yang sering memicu gempa bumi di Indonesia bagian barat.

Kedalaman gempa yang relatif dangkal membuat getaran dapat dirasakan cukup kuat di daratan, terutama di wilayah pesisir Banten dan sebagian Lampung. Masyarakat yang berada di gedung bertingkat melaporkan adanya goncangan yang cukup terasa, meski berlangsung singkat.

Wilayah Terdampak dan Peringatan Dini

BMKG belum mengeluarkan peringatan tsunami terkait gempa ini karena magnitudo yang tercatat masih di bawah ambang batas pemicu tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi di kawasan yang sama.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Gempa ini masih dalam kategori magnitudo menengah dan tidak berpotensi tsunami. Namun, tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan," ujar perwakilan BMKG.

Kecamatan Sumur dan sekitarnya merupakan daerah yang cukup aktif secara seismik. Kawasan ini berada di jalur Sunda Megathrust yang membentang dari Sumatera hingga Jawa. Potensi gempa besar di zona ini selalu menjadi perhatian serius para ahli kegempaan nasional.

Sejarah Kegempaan Selat Sunda

Selat Sunda memiliki catatan sejarah kegempaan yang cukup panjang. Pada tahun 2018, kawasan ini diguncang gempa bermagnitudo 7,4 yang memicu tsunami dahsyat yang menewaskan ratusan orang di pesisir Banten dan Lampung. Tragedi tersebut menjadi pengingat akan potensi bahaya tektonik di kawasan ini.

  • Gempa 2018: Magnitudo 7,4 memicu tsunami, 430 orang meninggal dunia
  • 2020: Beberapa gempa susulan tercatat dengan magnitudo kecil hingga menengah
  • 2026: Gempa magnitudo 4,6 terbaru di Perairan Selat Sunda

Faktor-faktor yang menyebabkan kawasan ini rawan gempa antara lain posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, serta aktivitas subduksi yang berlangsung terus-menerus di sepanjang Jalur Sunda.

Langkah Antisipasi dan Kesiapsiagaan

Pemerintah daerah setempat telah mengaktifkan posko tanggap darurat sebagai langkah antisipasi. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang disiagakan untuk melakukan asesmen jika terdapat laporan kerusakan dari masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk selalu menyimpan nomor darurat, menyiapkan tas siaga bencana, serta mengetahui jalur evakuasi di lingkungan masing-masing. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User