JAKARTA — INACA Gelar IAS 2026, Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional

JAKARTA, Apaberita - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) kembali menggelar Indonesia Aero Summit (IAS) 2026. Forum penerbangan interna

Jul 09, 2026 - 10:30
0 0
JAKARTA — INACA Gelar IAS 2026, Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional

JAKARTA, Apaberita - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) kembali menggelar Indonesia Aero Summit (IAS) 2026. Forum penerbangan internasional ketiga ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 8–9 Juli 2026, di Jakarta, setelah sukses diselenggarakan pada 2024 dan 2025. Sekitar 300 peserta dari pemangku kepentingan penerbangan dalam dan luar negeri hadir dalam ajang yang bertujuan memperkuat kolaborasi ekosistem aviasi nasional.

Rangkaian Pembukaan dan Sambutan Utama

Acara dibuka oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan, Shokib Al Rokhman, yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Berikut kronologi pembukaan IAS 2026:

  1. Sesi pembukaan: Shokib Al Rokhman secara resmi membuka Indonesia Aero Summit 2026 di hadapan sekitar 300 peserta.
  2. Sambutan Dirjen Perhubungan Udara: Disampaikan oleh Shokib, Dirjen menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan aviasi di kawasan Asia Pasifik. Keberhasilan itu ditentukan oleh kemampuan membangun ekosistem penerbangan modern melalui kolaborasi kuat dan investasi berkelanjutan. Dirjen juga mengungkap bahwa Indonesia tengah menyusun master plan aviasi sebagai pondasi transformasi sektor penerbangan nasional agar mampu menjawab tantangan masa depan dan memperkuat daya saing global.
  3. Sambutan Ketua Umum INACA: Denon Prawiraatmadja menekankan perlunya seluruh pemangku kepentingan memperkuat ekosistem penerbangan nasional, terutama untuk merespons krisis geopolitik global yang dinilainya tidak dapat mendukung pertumbuhan penerbangan nasional secara optimal.

Tantangan Geopolitik dan Desakan Kolaborasi

Denon Prawiraatmadja dalam sambutannya menyampaikan bahwa krisis geopolitik global saat ini menjadi ganjalan serius bagi pemulihan dan pertumbuhan industri penerbangan. “Melalui ekosistem tersebut, kita harus lebih banyak berkolaborasi dan melakukan terobosan-terobosan agar konektivitas di Indonesia, baik untuk penumpang maupun barang, bisa terus berjalan,” ujar Denon.

Adapun ekosistem yang dimaksud terdiri dari pemerintah (regulator), maskapai penerbangan, bandara, pengelola navigasi penerbangan (Airnav), perusahaan Maintenance Repair Overhaul (MRO), penyedia bahan bakar, penyedia teknologi, penyedia sumber daya manusia, investor, dan penumpang. Denon berharap IAS 2026 dapat memperbanyak partisipasi pemangku kepentingan luar negeri yang melihat Indonesia sebagai pasar penerbangan yang terus bertumbuh, sehingga sinergi lintas negara kian memperkokoh fundamental sektor aviasi nasional.

Dengan kolaborasi yang diperkuat sejak hulu ke hilir, INACA optimistis ekosistem yang solid dapat menjadi bantalan menghadapi ketidakpastian global sekaligus mengakselerasi konektivitas di seluruh pelosok Nusantara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User